Sampaikan unek-unek anda terhadap “Kampus Cemara” SMA Negeri 1 Maniangpajo, pada kotak komentar di bawah ini!
-
Hari Ini, Anda Pengunjung Ke
- 44,192
Massappa Werekada
-
╔╦╦╦═╦╗╔═╦═╦══╦═╗
║║║║╩╣╚╣═╣║║║║║╩╣
╚══╩═╩═╩═╩═╩╩╩╩═╝SAYA JUGA NONGOL DISINI:
campuscemara.wordpress.com
campus-cemara.blogspot.com
cemarascout.wordpress.com
republiklakadaung.wordpress.com
sman1mpajo.wordpress.com
40303177.siap-sekolah.com
pgsidaerahwajo.blogspot.com
mgmp-tik-wajo.blogspot.com
Facebook
Twitter
Kompasiana
Makassarlink
Netlog
HI5
Plurk
DumalanaTumbal Sesajen
Antara Cinta, Keluarga, dan Nasionalisme
Mohon Maaf, Beberapa Gambar dalam Blog ini terhapus secara tidak sengaja.
Aneka Kampus Cemara
Pramuka
Advertorial
Apparengngerangeng
Persembahan
Confusius, 1400 tahun yang silam, berkata:
Ni Ching Ni Wanci, Ni Khan Ni Siang, Ni Kunco Ni Cheto
(Kamu dengar kamu lupa, kamu lihat kamu ingat, kamu kerjakan kamu paham)Kadang kita akan berbuat, tapi tidak tahu mesti mulai dari mana
Ya Allah ….
Letakkanlah dunia ditanganku, dan akhirat di hatiku
Sehingga Aku bisa memajukan dunia pendidikan di Indonesia==============
Kupersembahkan karya sederhana ini untuk agamaku
Kepada Orang Tuaku, Istriku, dan Saudara-saudaraku tercinta
Serta kepada orang-orang disekelilingku, penghuni planet bumi ini
Semoga bernilai ibadah disisi Allah SWTKeluarga H. Amiruddin
Logo HPAN
Poster Accher
Baliho Kampus Cemara
Pesan Accher
Pemilik
Tabloid Cemara
Cikal Buletin
Janin
LPPM
Logo Organisasi Profesi Guru
Logo Saka Pramuka
QS. Az-Zumar: 18
Yang mendengarkan perkataan lalu mengikuti apa yang paling baik diantaranya. Mereka itulah orang-orang yang telah diberi Allah petunjuk dan mereka itulah orang-orang yang mempunyai akalHR. Muslim dari Abu Hurairah
Hai Manusia, sesungguhnya dunia ini adalah rumah sementara bagi siapa yang tidak mempunyai rumah. Orang yang tak berakal akan gembira dengan memilikinya. Orang yang tak berkeyakinan (orang kafir) akan amat loba dan tamak kepadanya. Orang yang tak berpengetahuan akan senantiasa mencari kepuasan didalamnya, mereka melampiaskan hawa nafsunya. Dari itu, siapa yang mencintai kenikmatan semu, kehidupan terputus, keinginan yang mudah hilang, maka ia telah berbuat aniaya terhadap diri sendiri, melanggar perintah Tuhannya, lupa akan akhirat serta dunia telah menipu dirinya- [/archives]















































apa kbr kanda… visit me back!!!
Alhamdulillah, Sehat Ndi’
Kreatif sekali Kanda… nice blog
Tentunya tidak sekreatif http://jurnalkita-indonesiana.blogspot.com
Selamat berkarya Ndi’
Numpang nanya,brp gaji anggota DPRD Wajo bro?
Wah, mohon maaf. kalo soal gaji Anggota DPRD Wajo, saya kurang tahu.
Oh, nasib negaraku yang semakin semrawut, . . . akankah ini segera berakhir ? ? ? ? , . . . dunia pendidikan makin jauh dari harapan . . . dan telah melenceng jauh dari cita-cita kemerdekaan . . . semuanya serba materialistik . . . nilai-nilai kehidupan hanya diukur dengan . . . . uang . . . uang . . .
Sumber Daya Manusia adalah bagian terpenting dari keberlangsungan sebuah negara. Oleh karena itu wajib dikelola dengan sebaik-baiknya.
Lembaga pendidikan sebagai institusi yang dipercaya oleh masyarakat untuk mengelolanya amatlah pantas untuk memdapat perhatian penuh bagi siapa-siapa saja yang peduli , tidak terkecuali oleh masyarakat awam sekalipun.
Karena lembaga pendidikan, apapun namanya itu (tk, sd, perguruan tinggi, pesantren, bimbel dll) , selalu fokus terhadap yang namanya peningkatan kualitas SDM . . . maka tidaklah berlebihan jika kita berfikir bahwa lembaga pendidikan adalah merupakan ujung tombak maju dan mundurnya kualitas SDM. terkhusus SDM Indonesia.
Mengamati dan mencermati kondisi negara saat ini yang semakin semrawut, perlu kiranya kita coba untuk mengurai benang kusut pangkal persoalannya, yaitu . . . dimulai dari dunia pendidikan. yang telah memproduksi dan menghasilkan manusia indonesia, dimana hasil produk-produknya hingga kini membentuk dan mewarnai kehidupan masyarakat dan ketatanegaraan.
Jika pendidikan itu baik , maka sudah dapat dipastikan negara juga ikut baik karena produk-produk yang dihasilkan oleh lembaga-lembaga pendidikan tersebut adalah manusia-manusia baik, demikian juga sebaliknya, jika pendidikan itu buruk maka sudah dapat dipastikan negara juga semakin semrawut karena pendidikan juga menghasilkan manusia-manusia buruk yang berdampak pada ketatanegaraan yang bertambah buruk.
Harapan kami dengan adanya Komunitas Pemantau Guru dan Pendidikan adalah mencoba untuk tahu dan lebih memastikan tentang keberadaan dunia pendidikan kita : apakah sudah benar pada jalurnya atau malah melenceng keluar jalur. yang pasti melihat fakta sekarang bahwa negara semakin semrawut, sudah tidak dapat dipungkiri bahwa dunia pendidikan kita memang benar-benar telah salah, keliru dan harus sesegera mungkin dibenahi