Sambutan Menteri Negara Lingkungan Hidup dalam Peringatan Hari Lingkungan Hidup 2011

Dalam rangka puncak peringkatan hari lingkungan hidup sedunia tahun 2011, 5 Juni 2011. Menteri Negara Lingkungan Hidup Republik Indonesia, Prof. Dr. Ir. Gusti Muhammad Hatta, MS akan memberikan sambutan. Berikut  ini kutipan pidato (sambutan) Menteri Negara Lingkungan Hidup yang saya copas langsung dari www.menlh.go.id situs Kementerian Lingkungan Hidup RI. Lanjut membaca

Ditulis pada Informasi | Tinggalkan Komentar

PENYAKIT GURU YANG MEMBAHAYAKAN

Dari beberapa faktor penunjang keberhasilan pendidikan sehingga mampu melahirkan siswa yang berprestasi , faktor guru sangat dominan adanya. Peran guru sangat penting  terhadap baik buruknya mutu pendidikan. Ungkapan “guru kencing berdiri murid kencing berlari” rasanya masih belum usang. Bila sampai sangat ini mutu pendidikan di Indonesia dinilai oleh berbagai pihak masih relatif rendah, maka perlu diakui salah satu penyebab utamanya adalah kualitas kompetensi guru relatif rendah, di samping faktor-faktor lain yang menjadi penyebabnya. Misalnya, sarana prasarana pendidikan yang kurang refresentatif, manajemen pendidikan yang masih carut marut.

Mengapa masih banyak guru yang belum profesional alias tidak berkualitas? Berdasarkan hasil riset dan survey berbagai pihak ditemukan beberapa penyakit yang bersarang pada diri guru sehingga guru tersebut tidak profesional dalam melaksanakan tugas dan kewajibannya. Ada beberapa penyakit berbahaya yang melemahkan kualitas guru dalam melaksanakan tugas sehingga berdampak negatif terhadap upaya peningkatan mutu pendidikan, diantaranya : Lanjut membaca

Ditulis pada Artikel | 2 Komentar

Reaktualisasi Pancasila dalam Kehidupan Berbangsa dan Bernegara

(Pidato Bacharuddin Jusuf Habibie, pada sidang Paripurna MPR RI 1 Juni 2011)

Yth. Presiden RI, Bapak Susilo Bambang Yudhoyono.
Yth. Presiden RI ke-5, Ibu Megawati Soekarnoputri
Yth. Wakil Presiden dan Para Mantan Wakil Presiden
Yth. Pimpinan MPR dan Lembaga Tinggi Negara Lainnya
Bapak-bapak dan ibu-ibu para Anggota MPR yang saya hormati
Serta seluruh rakyat Indonesia yang saya cintai,

 Assalamu ‘alaikum wr wb, salam sejahtera untuk kita semua.

Hari ini tanggal 1 Juni 2011, enam puluh enam tahun lalu, tepatnya 1 Juni 1945, di depan sidang Badan Penyelidik Usaha-usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI), Bung Karno menyampaikan pandangannya tentang fondasi dasar Indonesia Merdeka yang beliau sebut dengan istilah Pancasila sebagai philosofische grondslag (dasar filosofis) atau sebagai weltanschauung (pandangan hidup) bagi Indonesia Merdeka.

Lanjut membaca

Ditulis pada Artikel, Nasionalisme | Tinggalkan Komentar

Apa Kata Mereka Tentang Logo 19 Tahun Kampus Cemara

Sebuah postingan pada situs jejaring sosial Facebook dari Aerief Moehammad Bimastick di album pReman Lulusss memuat sebuah gambar yang difoto dari sebuah baliho yang terpasang di depan kantor SMA Negeri 1 Maniangpajo. Dibawah foto tersebut tertulis sebuah komentar “aPa aD yg CalAh,,,Logo ni….” Berikut beberapa komentar dari pengunjung album tersebut: Lanjut membaca

Ditulis pada Informasi | Tinggalkan Komentar

Informasi Untuk Yang Lulus JPPB UNHAS

Bagi Alumni SMA Negeri 1 Maniangpajo yang dinyatakan lulus melalui JPPB Universitas Hasanuddin (Ruri Anggreini), diwajibkan:

  1. Melengkapi borang pendaftaran ulang secara online, membayar biaya pendidikan melalui rekening Rektor UNHAS pada Bank BNI Cabang Makassar Nomor : 0065669986, paling lambat tanggal 4 Juli 2011 (cap register bank).
  2. Mengirimkan 1 lembar cetakan borang pendaftaran ulang, 1 lembar fotokopi resi pembayaran biaya pendidikan, fotokopi STTB dan SKHU yang telah disahkan oleh kepala sekolah, paling lambat tanggal 5 Juli 2011 (cap pos) ke Tim Seleksi Masuk Universitas Hasanuddin (TISMUH), Gedung Rektorat lantai-7, Kampus Tamalanrea Makassar 90245.
  3. Mendaftarkan diri di Gedung Registrasi Unhas, pada: Hari/Tanggal: Rabu/27 Juli 2011 Pukul: 13.30 – 15.00 Wita dengan membawa kelengkapan berupa: <a>. Surat panggilan (diunduh dari www.unhas.ac.id/pmb/jppb/) dan resi pembayaran biaya pendidikan di bank BNI (asli). <b>. Buku Rapor asli yang berisi nilai prestasi akademik semester 1 s/d 6. <c>. STTB dan SKHU asli serta 5 lembar foto copy STTB dan SKHU yang telah disahkan oleh kepala sekolah. <d>. Pas foto hitam putih ukuran 2×3 cm, dan pas foto warna ukuran 2×3 cm masing-masing 3 lembar. <4>. Mengikuti pemeriksaan kesehatan saat mendaftar (poin 3), yang dilakukan oleh Tim Kesehatan Universitas Hasanuddin.
  4. Jika Saudara tidak dapat memenuhi ketentuan 1,2,3, dan 4 di atas, maka hak Saudara menjadi mahasiswa baru Universitas Hasanuddin tahun akademik 2011/2012 dinyatakan gugur.
Ditulis pada Informasi | 7 Komentar

Informasi Untuk Yang Lulus SNMPTN Jalur Undangan pada UNM

Bagi Alumni SMA Negeri 1 Maniangpajo yang dinyatakan lulus melalui SNMPTN Jalur Undangan pada Universitas Negeri Makassar (St. Aisyah, Rahmatiah, Besse Umra, dan Harisman Amin), agar:

  1. Melaporkan diri ke SUBAG Registrasi dan Statistik BAAK UNM dengan menyerahkan:; (1) fotocopy ijazah yang telah dilegalisasi, (2) Rapor Asli, dan (3) Pas foto 3×4 sebanyak 3 lembar. Bila data mahasiswa cocok dengan data pada fotocopy ijazah, maka petugas akan memberikan map berisi: Formulir Bio Data, Formulir Pemeriksaan Kesehatan, dan Surat Pernyataan
  2. Mengisi formulir Bio Data, Surat Pernyataan serta memeriksakan kesehatan pada poliklinik UNM. Pemeriksaan kesehatan dilaksanakan pada tanggal 31 Mei 2011 – 1 Mei 2011.
  3. Mengembalikan Formulir Bio Data, Surat Pernyataan, dan Formulir Pemeriksaan Kesehatan, (yang telah ditandatangani dokter) pada loket yang ditentukan. Petugas akan memeriksa kelengkapan dan keakuratan data pada Formulir Bio Data, Surat Pernyataan dan dan Formulir Pemeriksaan Kesehatan. Selanjutnya petugas akan memberikan Pengantar Pembayaran SPP/DPP dan pembayaran lainnya. Bagi penerima Beasiswa Bidik Misi akan mendapatkan Voucher Bebas Pembayaran

Ditulis pada Informasi | 1 Komentar

Tata Cara Pendaftaran SNMPTN – Ujian Tertulis

Pendaftaran SNMPTN Jalur Ujian Tertulis dan/atau Keterampilan akan ditutup tanggal 25 Mei 2011 mendatang. Namun, hingga sekarang masih banyak lulusan kelas XII masih bingung bagaimana cara mengisi borang pendaftaran.

Berikut ini, disampaikan secara sekilas tata cara mengisi borang pendaftaran SNMPTN Jalur Ujian Tertulis dan/atau Keterampilan: Lanjut membaca

Ditulis pada Informasi | Tinggalkan Komentar

DAFTAR NAMA SISWA BERPRESTASI 2010/2011

PROGRAM IPA

Peringkat 1 (Sitti Aisyah)

Peringkat 2 (Besse Umra, Herlina, dan  Rahmatiah)

Peringkat 3 (Nurfadillah As’ad, Andi Nurhawaidah, dan Rina Novi Asmariani)

PROGRAM IPS

Peringkat 1 (Andi Muhammad Arif Bijaksana)

Peringkat 2 (Jurana dan Muhammad Ferdy Asdana)

Peringkat 3 (Hermawan Talo, Nurul Hidayah, Harisman Amin)

Ditulis pada Informasi | Tinggalkan Komentar

Daftar Guru, Wali Kelas, dan Pegawai Berprestasi SMAN 1 Maniangpajo 2010/2011

GURU BERPRESTASI

  1. Drs. H. HAMKA
  2. ANDI SYAMSU RIZAL, B.A.
  3. YASSER ARAFAT, S.Pd.

WALI KELAS BERPRESTASI

  1. SAHRI BULAN, S.S.
  2. KARYAWAN, S.Pd.

PEGAWAI BERPRESTASI

  1. SRIWIDIASTUTY
Ditulis pada Informasi | Tinggalkan Komentar

Pidato Sambutan Kepala SMAN 1 Maniangpajo pada Milad XIX

Bismillahir Rahmanir Rahim

Assalamu’alaikum wr. wb.

Yang terhormat Tripika Kecamatan Maniangpajo

Yang terhormat Kepala UPTD Pendidikan Kec. Maniangpajo

Yang terhormat Ketua Komite SMA Negeri 1 Maniangpajo bersama dengan pengurus

Yang terhormat Pendiri SMA Negeri 1 Maniangpajo melalui wadah Yayasan Pendidikan Maniangpajo

Yang terhormat  Tokoh Pendidikan, Tokoh Masyarakat, Para Undangan, Orang Tua/Wali Siswa Kelas XII, Pembina SMA Negeri 1 Maniangpajo, dan Siswa-Siswi SMA Negeri 1 Maniangpajo yang juga saya banggakan

Marilah kita memanjatkan puji dan syukur kehadirat Allah SWT, karena berkat rahmat dan hidayat-Nya, kita dapat berkumpul dalam keadaan sehat wal-afiat di Gedung Serbaguna Andi Alinuddin dalam rangka menghadiri Acara Milad XIX Kampus Cemara yang bertemakan “BERINOVASI ~ BERKREASI ~ BERPRESTASI” Lanjut membaca

Ditulis pada Artikel, Kampus Cemara | Tinggalkan Komentar

SMAN 1 MANIANGPAJO LAKSANAKAN MILAD XIX

Teriakan “SMAN 1 Maniangpajo, Lebih Bisa” membahana di Gedung Serba Guna Andi Alinuddin Anabanua di Bumi Abbulosipeppa Maniangpajo, tempat Kampus Cemara SMA Negeri 1 Maniangpajo melaksanakan ramah tamah dalam rangka milad XIX SMA Negeri 1 Maniangpajo, Rabu (18/05). Hadir dalam acara tersebut diantaranya Tripika Maniangpajo, Kepala UPTD Pendidikan Maniangpajo, Ketua Komite SMA Negeri 1 Maniangpajo bersama dengan pengurus, Pendiri SMA Negeri 1 Maniangpajo melalui wadah Yayasan Pendidikan Maniangpajo, Tokoh Pendidik, Tokoh Pemerintahan, Tokoh Masyarakat, Tenaga Pendidik dan Tenaga Kependidikan SMA Negeri 1 Maniangpajo, Orang Tua/Wali Peserta didik, Siswa-Siswi SMA Negeri 1 Maniangpajo, dan sejumlah undangan lainnya. Lanjut membaca

Ditulis pada Berita, Kampus Cemara | Tinggalkan Komentar

Pengumuman Kelulusan UN 2011 SMAN 1 Maniangpajo

Sahabat ….

Saya lanjutkan lagi postingan saya dari postingan sebelumnya. Dari data yang saya posting sebelumnya menggambarkan bahwa itu adalah hasil Ujian Nasional sebelum dimasukkan kedalam rumus (60%UN + 40%US). Setelah dikelolah kedalam rumus, di informasikan bahwa, siswa kelas XII SMA Negeri 1 Maniangpajo yang dinyatakan lulus UN sbb: Lanjut membaca

Ditulis pada Berita, Informasi, Kampus Cemara | 6 Komentar

Memenuhi Janji

Sahabat ….

Memenuhi janji saya kemarin, melalui surat postingan tertanggal 16 Mei 2011, kali ini saya akan memberikan data-data terkait dengan hasil Ujian Nasional yang dilaksanakan 18 s.d. 22 April 2011 yang lalu

DAFTAR NILAI UJIAN NASIONAL 2011

 

  1. A.     PROGRAM IPA

No

MATA PELAJARAN

NILAI TERTINGGI

NILAI TERENDAH

KLASIFIKASI

1

Bahasa Indonesia

8,60

6,6,0

A

2

Bahasa Inggris

9,20

6,40

A

3

Matematika

9,50

6,75

A

4

Fisika

8,00

4,50

C

5

Kimia

9,50

7,00

A

6

Biologi

8,75

4,75

C

  1. B.    PROGRAM IPS

No

MATA PELAJARAN

NILAI TERTINGGI

NILAI TERENDAH

KLASIFIKASI

1

Bahasa Indonesia

8,20

1,60

B

2

Bahasa Inggris

9,40

7,20

A

3

Matematika

9,50

3,00

A

4

Sosiologi

8,60

2,40

A

5

Geografi

8,80

3,00

A

6

Ekonomi

7,85

7,00

A

 Catatan: Data ini khusus untuk SMA Negeri 1 Maniangpajo

Berdasarkan data tersebut, maka kelulusan di SMA Negeri 1 Maniangpajo dinyatakan lulus …..% (Nantikan lagi yach, sebentar lagi)

Ditulis pada Artikel, Berita, Informasi, Kampus Cemara | 1 Komentar

Surat Perihal Kelulusan UN

Maniangpajo, 15 Mei 2011

 Dear friends,

Hari ini saya menulis bukan sekedar sebagai seorang guru, tetapi sebagai seorang sahabat, kakak ataupun  saudara jauh yang peduli, amat sangat peduli dengan kamu.

Kita tahu, UN telah selesai. Esok hari, Senin hari adalah penentuan dari perjuangan kalian. Esok hari, Kalian mengakhiri peperangan. Ya, benar.. peperangan kalian guna membuka gerbang kemerdekaan dari mimpi-mimpi kalian. UN kemarin bukan sekedar mengerjakan soal dan mendapatkan ijazah kelulusan. Secara formal, iya benar … kalian benar akan mengejar ijazah kelulusan itu. Tapi ingat, UN bukan sekedar itu. UN adalah gerbang untuk setiap mimpi yang telah kalian buat selama belajar 3 tahun di SMA. Kalian membayangkan kuliah di kedokteran, di farmasi, di teknik, di akuntansi, di informatika, … bayangan kalian melayang ke UNHAS, UNM, ataupun universitas terkenal lainnya. Kalian membayangkan, bermimpi-mimpi untuk dapat belajar disana, lulus dengan gelar dan bekerja dengan hasil yang memuaskan. Dari sana kalian berkhayal tentang rumah mewah, istana tempat kalian tinggal nanti. Angan kalian berputar pada sebuah mobil mercy indah dengan aksesoris mewah, yang membawa kalian keliling Indonesia dengan kenyamanan luar biasa. Ya, kalian benar-benar memimpikan itu.

Tapi STOP! Jangan lanjutkan mimpi itu, jika gerbang-gerbanganya belum kalin tahu. Jangan terus dalam khayalan tingkat tinggi! Jangan melihat semua mimpi dan angan itu, jika kalian tidak tahu jalan mencapainya.

Kawan, UN diawal pagi hari Senin itu adalah gerbang mimpi kalian, gerbang yang bisa membuka cahaya terang untuk setiap angan yang telah kalian bangun. Jika kalian melihat UNHAS, UNM dan lainnya dalam setiap nafas yang kalian angankan, maka kalian HARUS lihat bahwa UN adalah gerbang dengan jalan setapak yang menghubungkan kalian dengan mimpi-mimpi itu. Bangun, dan kalian harus berjuang dipagi esok.

Teman, …

Dulu kalian diberikan waktu hanya 120 menit untuk setiap lembar soal yang kamu akan selesaikan. Iya hanya 120 menit, waktu yang hanya sebentar, bagai setetes air dilautan. 120 menit hanya untuk menentukan apakah kalian membuka gerbang mimpi itu dengan berhasil. Dan mimpi itu sesaat lagi akan saya umumkan.

Siapkah kalian mendengar berita yang sesaat lagi saya sampaikan

Siapkah?

Siapkah?

Sebelumnya saya akan berkata. “Memang sesuai harapan, tapi hasilnya mengecewakan”. Kenapa saya berkata begitu??? 11.443 orang peserta UN SMA se-Indonesia dinyatakan tidak lulus. 385 orang diantaranya dari Sulawesi Selatan.

Bagaimana di Wajo??? Bagaimana pula di SMAN 1 Maniangpajo???

Sekali lagi, Sesuai harapan, tapi hasilnya mengecewakan. Berapa??? Saya janji akan posting hasilnya besok, meski saya sudah tahu semuanya. Soalnya, Pengumuman secara resmi baru bisa dilaksanakan pada tanggal 16 Mei 2011

 Salam Sayang

 Yasser A. Amiruddin bersama keluarga

(Guru SMA Negeri 1 Maniangpajo)

Ditulis pada Artikel, Informasi | 6 Komentar

385 Siswa SMA Sulawesi Selatan Tidak Lulus UN

Menteri Pendidikan Nasional Muhammad Nuh mengumumkan tingkat kelulusan SMA, MA, dan SMK, Jumat 13 Mei. Khusus di Sulsel terdapat 557 orang yang dinyatakan tidak lulus. Sebagian besar di antaranya berasal dari tingkat SMA/MA, yakni mencapai 385 orang.

Kementerian Pendidikan Nasional membagi dua kategori pengumuman kelulusan tersebut. SMA digabung dengan MA, sementara SMK tersendiri. Khusus untuk tingkat SMA/MA, Sulsel berada di posisi ke-17 di bawah Sulawesi Barat yang berada di posisi ke-15.

Dari total 62.857 peserta ujian tingkat SMA/MA, sebanyak 385 tidak lulus atau setara dengan 0,61 persen. Sedangkan Sulawesi Barat, dari total 7.691 peserta ujian, yang tidak lulus hanya 38 orang atau 0,49 persen.

Untuk tingkat SMK, Sulsel yang juga berada di peringkat ke-17 sedikit lebih baik dari Sulbar. Dari total 28.628 peserta ujian, yang tidak lulus mencapai 172 atau 0,6 persen. Di Sulbar, dari total 4.099 peserta, yang tidak lulus hanya 63 orang atau 1,54 persen.
Dalam keterangan persnya, Jumat sore, 13 Mei, Mendiknas Muhammad Nuh mengatakan secara nasional jumlah peserta yang tidak lulus untuk tingkat SMK mencapai 4.655 orang dari 942.698 peserta. Persentase kelulusannya mencapai 99,51 persen.

Angka kelulusan untuk tingkat SMA juga cukup baik, yakni sekira 99,22 persen. Dari 1.461.941 siswa yang mengikuti ujian nasional, yang tidak lulus hanya 11.443 orang atau 0,78 persen. Dibandingkan tahun lalu, angka kelulusan tahun ini mengalami kenaikan. Pada tahun ajaran 2009/2010, tingkat kelulusan hanya 99,04 persen.

Sumatera Selatan berada di peringkat pertama angka kelulusan tingkat SMK tahun ini. Dari 18.553 peserta ujian, hanya lima orang yang tidak lulus atau 0,03 persen. Peringkat terburuk ditempati Sulteng karena dari 7.634 peserta ujian, terdapat 369 yang tidak lulus atau 4,83 persen.

Sedangkan untuk tingkat SMA/MA, Bali menjadi provinsi terbaik karena dari 24.290 peserta ujian, hanya 10 orang yang tidak lulus atau 0,04 persen. Peringkat terburuk ditempati NTT karena dari 32.532 peserta ujian, terdapat 1.813 yang tidak lulus atau 5,57 persen.

Dalam penentuan kelulusan tahun ini, Kementerian Pendidikan Nasional menggabungkan hasil Ujian Nasional (UN) dengan Ujian Sekolah (US). Bobot nilai UN 60 persen, sementara gabungan antara nilai ujian sekolah dan nilai rapor bobotnya 40 persen. Akumulasi angka ini yang jadi acuan dalam penentuan kelulusan.

Kepala Balitbang Kemendiknas, Profesor Mansyur Ramly mengatakan formulasi penentuan kelulusan ini sudah dikaji dengan matang. Sejauh ini, pola seperti ini yang dianggap paling adil dalam menentukan kelulusan siswa. Sebab UN tidak lagi memonopoli penentuan kelulusan.

Namun, tetap saja masih ditemukan kekurangan dalam pola baru ini. Sejumlah sekolah disebutkan tidak menyetor nilai sekolahnya. Secara otomatis, hal itu mempengaruhi hasil akhir dalam penentuan kelulusan. Setidaknya 9.517 atau 0,64 persen yang tidak memasukkan nilai sekolah.

Rencananya, pengumuman kelulusan untuk tingkat SMA, MA, dan SMK akan dilakukan secara serentak di seluruh Indonesia Senin, 16 Mei

http://www.fajar.co.id
Ditulis pada Informasi | 4 Komentar

Perpanjangan Masa Pendaftaran Ujian Tulis SNMPTN 2011

Sehubungan dengan tingginya keinginan Lulusan Angkatan 2009 dan 2010 untuk mengikuti SNMPTN 2011 dan permohonan dari beberapa Panitia Lokal, Maka masa pendaftaran untuk angkatan 2009 dan 2010 diperpanjang hingga 25 Mei 2011, dengan ketentuan :

  1. Pembelian PIN berakhir pada tanggal 24 Mei 2011 Pukul 12.00 WIB
  2. Pendaftaran Berakhir tanggal 25 Mei 2011 Pukul 24.00 WIB
Ditulis pada Informasi | Tinggalkan Komentar

Jalur Penerimaan Calon Mahasiswa Baru 2011 UIN Alauddin Makassar

FAKULTAS DAN PRODI

Fakultas Syariah dan Hukum

Program S1, adalah Prodi:

  1. Hukum Acara Peradilan dan Kekeluargaan
  2. Hukum Pidana dan Ketatanegaraan
  3. Ekonomi Islam
  4. Perbandingan Hukum
  5. Manajemen
  6. Ilmu Hukum
  7. Akuntansi
  8. Ilmu Ekonomi

Lanjut membaca

Ditulis pada Informasi | 2 Komentar

UNM Punya Empat Jalur Mandiri Pendaftaran 2011

MAKASSAR, TRIBUN-TIMUR.COM — Universitas Negeri Makassar (UNM) punya empat jalur mandiri pada penerimaan mahasiswa baru tahun akademik 2011-2012. Jalur mandiri ini merupakan jalur selain jalur Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) yang dekelola secara nasional hasil kerja sama 57 perguruan tinggi negeri se-Indonesia.

Pembantu Rektor I Bidang Akademik UNM Prof Sofyan Salam mengatakan pada penerimaan mahasiswa baru tahun ini pihaknya menerima 6.000 mahasiswa baru untuk semua jalur penerimaan baik melalui jalur SNMPTN maupun jalur mandiri.

“Tentunya yang akan diterima untuk jalur SNMPTN lebih banyak dibanding jalur mandiri,” ujarnya di kampus UNM Gunungsari, Makassar, Jumat (29/4/2011).

Perbandikan yang akan diterima yakni 60 persen untuk jalur SNMPTN dan 40 persen untuk jalur mandiri. Jumlah perbandingan penerimaan untuk jalur SNMPTN dan jalur mandiri tersebut sudah merupakan keputusan dari Dirjen Pendidikan Tinggi (Dikti).

Jalur mandiri merupakan jalur penerimaan yang dikelola secara otonom oleh UNM. Tiga jalur mandiri UNM tersebut adalah Ujian Tulis Lokal (Utul), Penelusuran Minat dan Kemampuan (PMDK) A bagi calon mahasiswa baru yang berprestasi, PMDK B bagi calon mahasiswa baru yang memiliki bakat/keterampilan sesuai program studi yang dipilih, dan jalur PMDK C untuk program beasiswa bidik misi yakni bagi calon mahasiswa baru yang berprestasi/berbakat tetapi kurang mampu dalam hal ekonomi.

Pendaftaran untuk jalur mandiri ini dibuka 1 Juli hingga 11 Juli mendatang.

http://makassar.tribunnews.com/2011/04/29/unm-punya-empat-jalur-mandiri-pendaftaran-2011
Ditulis pada Informasi | 3 Komentar

Jam Wajib Mengajar Guru Mulai Tahun Pelajaran 2011/2012

Secara resmi dinformasikan ketentuan jam wajib mengajar guru terhitung mulai tahun pelajaran 2011/2012. Pembagian tugas beban kerja guru paling sedikit 24 jam tatap muka per minggu, kecuali yang mendapat tugas tambahan yang diperhitungkan sebagai beban kerja, sesuai dengan PP 74 Tahun 2008, pasal 15 ayat 3.

Dalam implementasinya berarti semua guru, baik yang telah bersertifikat maupun yang belum bersertifikat harus memenuhi jam wajib mengajar minimal, yakni 24 jam. Pemenuhan jam wajib mengajar terkait erat dengan pengajuan PAK (yang baru) yang akan diberlakukan tahun 2013 nanti. Oleh karena hal tersebut, agar pengajuan PAK tidak terkendala, pihak sekolah harus sudah merancang dari sekarang agar jam wajib mengajar guru minimal 24 jam per minggu.

Khusus untuk yang mendapat tugas tambahan, pemenuhan jam disesuaikan dengan PP 74 Tahun 2008. Pada Pedoman Penghitungan Beban Kerja Guru yang diterbitkan Dirjen PMPTK berkaitan dengan tugas tambahan guru dijelaskan sebagai berikut:

  1. Tugas sebagai Kepala Sekolah ekuivalen dengan 18 jam, sehingga minimal wajib mengajar 6 jam
  2. Tugas sebagai Wakil Kepala Sekolah ekuivalen dengan 12 jam, sehingga minimal wajib mengajar 12 jam
  3. Tugas sebagai Kepala Perpustakaan ekuivalen dengan 12 jam, sehingga minimal wajib mengajar 12 jam
  4. Tugas sebagai Kepala Laboratorium ekuivalen dengan 12 jam, sehingga minimal wajib mengajar 12 jam
  5. Tugas sebagai Ketua Jurusan Program Keahlian ekuivalen dengan 12 jam, sehingga minimal wajib mengajar 12 jam
  6. Tugas sebagai Kepala Bengkel ekuivalen dengan 12 jam, sehingga minimal wajib mengajar 12 jam
  7. Tugas sebagai Pembimbing Praktik Kerja Industri ekuivalen dengan 12 jam, sehingga minimal wajib mengajar 12 jam
  8. Tugas sebagai Kepala Unit Produksi ekuivalen dengan 12 jam, sehingga minimal wajib mengajar 12 jam

Selain tugas tambahan di atas, kegiatan pembimbingan siswa, termasuk kegiatan ekstrakurikuler, juga bisa dianggap sebagai kegiatan tatap muka. Khusus untuk wali kelas tidak dianggap sebagai tugas tambahan.

 

Ketentuan untuk Guru Bersertifikat

Khusus untuk ketentuan guru yang telah mengikuti kegiatan sertifikasi, jam minimal wajib mengajar adalah 24 jam, kecuali yang mendapat tugas tambahan di atas. Di samping itu, pemenuhan jam wajib mengajar haruslah mata pelajaran sendiri (pemenuhan jam wajib mengajar tidak dibenarkan diambil dari mata pelajaran yang lain maupun serumpun). Ketentuan ini lebih longgar bagi guru yang belum bersertifikat, untuk pemenuhan jam wajib mengajar masih dibenarkan mengampu mata pelajaran lain terkait nantinya dengan pengajuan PAK.

Ada rambu-rambu berkaitan guru yang sudah bersertifikat sebagai berikut:

  1. Guru yang mengajar pada Kejar Paket A, B, atau C tidak bisa diperhitungkan jam mengajarnya
  2. Guru Mapel SMP (selain Penjasorkes dan Agama) tidak boleh mengajar di SD, karena guru SD pada dasarnya adalah guru kelas
  3. Penambahan jam pada struktur kurikulumpaling banyak 4 jam per minggu berdasarkan standar isi KTSP
  4. Program pengayaan atau remedial teaching tidak diperhitungkan jam mengajarnya
  5. Pembelajaran ekstrakurikuler tidak diperhitungkan jam mengajarnya, meskipun sesuai dengan sertifikasi mata pelajaran
  6. Pemecahan Rombel dari 1 kelas menjadi 2 kelas diperbolehkan, dengan syarat dalam 1 kelas jumlah siswa minimal 20
  7. Pembelajaran Team teaching tidak diperbolehkan kecuali untuk mata pelajaran Produktif di SMK
  8. Guru Bahasa Indonesia yang mengajar Bahasa Jawa, jam mengajar Bahasa Jawanya tidak diperhitungkan. Mata Pelajaran yang serumpun adalah IPA dan IPS dan hanya boleh untuk tingkat SMP
  9. Pengembangan diri siswa tidak diperhitungkan jam mengajarnya

http://zulmasri.wordpress.com

Ditulis pada Informasi | 2 Komentar

JADWAL PENERIMAAN MAHASISWA BARU UNIVERSITAS HASANUDDIN TAHUN 2011

JALUR
PENDAFTARAN ONLINE
BIAYA
UJIAN / SELEKSI
PENGUMUMAN HASIL
WAKTU
TEMPAT
SNMPTN Undangan
1 Feb – 12 Mar 2011
Rp. Rp.
175.000,-
21 Mar – 9 Apr 2011
Nasional (Online)
18 Mei 2011
SNMPTN Tertulis
2 Mei – 24 Mei 2011
Rp.
150.000,- 175.000,-
31 Mar – 1 Jun 2011
Makassar
30 Juni 2011
JPPB
4 Jan – 12 Mar 2011
Rp.
175.000,-
15 Feb – 23 Apr 2011
Gedung Rektorat Unhas
18 Mei 2011
POSK
Juli 2011
Rp.
175.000,-
Juli 2011
Gedung Rektorat Unhas
Juli 2011
PM-JNS
1 – 8 Juli 2011
Rp.
200.000,-
21 Juli 2011
Baruga A. P. Pettarani Unhas
16 Agustus 2011

 Sumber: http://www.unhas.ac.id

Ditulis pada Informasi | 2 Komentar

Jalan Rusak Terparah di Poros Wajo-Palopo dan Pangkep

Laporan: Thamzil Thahir dari Masamba, Luwu Utara

MASAMBA, TRIBUN-TIMUR.COM — Beruntung mereka yang bisa naik pesawat dari Bandara Hasanuddin Makassar ke Bandara Andi Jemma, Masamba, Luwu Utara. Mereka tak merasakan betapa rusak parahnya jalan poros trans sulawesi di jalur tengah.

Kerusakan ruas jalan itu di titik lintasan dua kecamatan di Wajo, Maniangpajo, dan Sajoanging. Panjang kerusakan sekitar 21 km. Berada di perlintasan km 242 hingga km 263 Makassar- Kota Palopo.

“Kami paling tahu, kalau kami terbangun karena terguncang dari Makassar, itu berarti sudah masuk wilayah Wajo, kami akan tidur nyenyak lagi setelah lewat Keera dan masuk Luwu,” kata Armin Mustamin Toputiri, anggota DPRD Sulsel dari daerah Luwu Raya. Minimal tiap dua bulan sekali armin melintasi jalur ini dari Makassar.

Jarak Makassar-Palopo sekitar 460 km. Makassar Masamba ± 480 km, dan Makassar Malili, ibu kota Luwu Timur sekitar 520 km, atau ditempuh hampir 24 jam dengan bus umum.

Di jalur trans sulawesi sisi tengah, dalam keadaan normal akhir pekan  dilalui sekitar 18.500 unit kendaraan per hari. Ada sekitar 1,6 juta warga di tana Luwu (Luwu, Kota Palopo, Luwu Utara, dan Luwu Timur) paling merasakan kondisi jalan rusak di daerah perbatasan Wajo-Belopa, ibu kota Kabupaten Luwu.

Titik ruas jalan rusak itu, berada di lintasan dua kecamatan di Wajo, Maniangpajo, dan Sajoanging. Kerusakan parah berupa, aspal berlubang dan bahu jalan yang laiknya kubangan kerbau mulai terasa di daerah Anak Banua, Salobulo, Gilireng, Bottopella,  Tarangpella.

Di daerah terakhir ini, adalah persimpangan antara jalan Negara dan jalan provinsi. Di Tarangpella, ke barat adalah akses jalan negara yang mengakses Makassar, ibukota Sulsel ke empat provinsi di pulau Sulawesi.

“Dari Tarangpella ke timur, menuju Sengkang dan Bone, ini lebih rusak parah lagi, sepertinya sejak eranya –bupati Wajo– Naharuddin Tinulu (era 199o-an),” kata Budiman, warga kelahiran Keera, Wajo, yang kerap melintasi jalur Makassar-Palopo dan Keera-Sengkang.

Budiman yang kini ber-KTP Tamalanrea, Makassar, mengaku malas pulang ke kampung, kerena rusak parahnya jalan akses utama ke tanah kelahirannya. Ronny, supir angkutan kota antar provinsi (AKAP) PO Bus Alam Indah DD 7724 AZ, juga paling merasakan buruknya infrastruktur jalan di perbatasan Wajo-Luwu ini.

“Kami hancur di perongkosan mobil pak, untung penumpang mengerti, kalau setelah Maniangpajo atau di Keera, saya mampir dulu untuk istirahat,” kata Ronny, warga Masamba yang dalam sehari semalam melewati jalur ini dua kali. Muhtar (41), supir PO Bus Bintang Timur jurusan Mangkutana-Makassar, juga mengeluhkan hal yang sama.

“Yang bikin stres kami itu kalau supir bus executive itu ada dua, di Segeri ke Mandalle (Pangkep, km 72-83) dan mulai Salubulo hingga sebelum Keera (Wajo, km 263),” katanya.

Kedua supir perusahaan oto bis trans Sulawesi ini ditemui terpisah. Ronny di Perwakilan Bus Alam Indah di Jl Syuhada, Masamba. Sedangkan Muhtar, adalah supir yang membawa Tribun dari Bone-Bone (Lutra) ke Makassar, Minggu (8/5/2011).

Untunglah, kata Mukhtar, pihak manajemen busnya yang berkantor di Jl Perintis Kemerdekaan Km 9, depan M Tos, Tallo, menyiasati dengan menggunakan air shockbreaker, atau pegas udara di empat sumbu roda. Bintang Timur bergerak di bisnis angkutan umum kelas AC Excecutive dengan 19 unit bus.(*)

http://makassar.tribunnews.com/2011/05/08/jalan-rusak-terparah-di-poros-wajo-palopo-dan-pangkep
Ditulis pada Berita, Informasi | 1 Komentar

SK. Tunjangan Profesi Guru

Bagi guru yang telah dinyatakan lulus sertifikasi guru dan ingin mengetahui SK Tunjangan Profesi Guru. Silakan Klik Disini

Ditulis pada Informasi, Sertifikasi Guru | Tinggalkan Komentar

Bersama Norman di Cemara Scout

Beberapa minggu yang lalu, kita seakan-akan terbius dengan pemberitaan dari salah seorang anggota Brimob Polda Gorontalo kelahiran 27 November 1985, anak ke-9 dari 9 bersaudara. Dia adalah Briptu Norman Camaru

Tapi coba perhatikan pada foto disamping. Ternyata ada kemiripan antara orang yang menggunakan seragam brimob dengan seseorang yang menggunakan seragam pramuka.

PERHATIKAN BAIK-BAIK sampai anda menemukan sebuah jawaban. Ternyata orang yang menggunakan seragam pramuka adalah anggota pramuka yang tergabung dalam Cemara Scout “SMA Negeri 1 Maniangpajo”. Namanya Erwin “Norman Cemara”.

Jika Briptu Norman Camaru pandai dalam olah vokal khususnya menyanyi, Erwin “Norman Cemara” justru pandai dalam olah kaki, khususnya dalam penjelajahan. terbukti pada kegiatan Happy Adventure “Cemara Scout” dirinya dinobatkan sebagai penjelajah terbaik 1

Selamat Erwin!!! kami yakin suatu saat, dirimu akan menyamai kembaranmu, Norman Camaru

Ditulis pada Informasi, Pramuka | 1 Komentar

Rekor MURI: Mading Terpanjang

Rekoris:

  1. Drs. H. Andi Burhanuddin Unru MM [Bupati Wajo]
  2. Drs. Jasman Juanda, M.Si [Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Wajo]
  3. HM. Yunus Panaungi, SH [Ketua DPRD Kab. Wajo]
Dalam rangka pelaksanaan Hari Jadi Wajo yang ke-612 tahun 2011, Pemerintah Kabupaten Wajo berhasil menyelenggarakan kegiatan pembuatan mading terpanjang, ukuran 1.369 meter. Kegiatan berlangsung pada 26 April 2011 di Wajo
Ditulis pada Berita, Informasi | 2 Komentar

Juara Kelas, Tiga Tahun Tak Lulus UN

JAKARTA, KOMPAS.com — Seorang siswa di SMA Muhammadiyah 1 Kali Rejo, Kabupaten Lampung Tengah, tiga kali tidak lulus ujian nasional (UN). Padahal, siswa tersebut, Nur Hidayatusholihah, selalu menjadi juara kelas di setiap tahunnya

Nur Hidayatusholihah, yang akrab disapa Nunung, sampai dengan tahun 2011 telah mengikuti UN untuk keempat kalinya. Ia terpaksa berkali-kali mengikuti UN karena nilainya pada pelajaran Matematika kurang. Sebaliknya, Nunung enggan menggunakan kunci jawaban yang selalu diberikan guru satu hari menjelang UN.

“Tiga kali tidak lulus UN, padahal dia selalu menjadi juara kelas. Dia ingin membuktikan, dirinya bisa lulus dengan rasa kejujurannya. Dia menolak menggunakan jawaban yang diberikan guru beberapa hari sebelum UN,” kata ketua Ikatan Pelajar Muhammadiyah Slamet Nur Achmad Effendy kepada Kompas.com, Senin (25/4/2011) di Jakarta.

Slamet melanjutkan, orangtua Nunung sempat beberapa kali menyarankan agar anaknya mengikuti ujian paket C. Namun, Nunung menolak.

“Kadang Nunung mengaku kesal, yetapi memang sengaja, dia ingin lulus dengan jujur,” lanjut Slamet.

Menurut Slamet, para guru di SMA Muhammdadiyah 1 Kali Rejo, Lampung Tengah, sengaja membagikan kunci jawaban demi memudahkan kelulusan siswa. Mereka ingin menjaga nama baik sekolah. Ironisnya, Nunung selalu menjadi satu-satunya siswa yang tidak lulus UN, setidaknya dalam tiga tahun terakhir ini.

“Kunci jawaban diberikan oleh guru, oleh tim, dan terorganisasi. Setelah ditanya, para guru beranggapan jika ada siswa yang tidak lulus, akan mencoreng nama baik sekolah. Nunung menjadi satu-satunya siswa yang tak lulus,” ungkap Slamet.

Terkait hal itu, kata Slamet, pihaknya ingin melakukan investigasi ke beberapa dinas pendidikan. Kecurangan tersebut dinilainya sangat sistematis, yang membuat siswa merasa sangat santai karena belajar ataupun tidak, mereka tetap akan lulus.

“Jawaban sudah diberikan sebelum UN. Kami mendapat informasi, semua itu berdasarkan instruksi dari Dinas Pendidikan Lampung Tengah,” tuturnya.

Slamet mengungkapkan, data tersebut akan disampaikan ke sejumlah media, termasuk kepada Menteri Pendidikan Nasional.

“Ini hanya contoh kecil, dan saya kira ini terjadi di banyak sekolah. Saya juga kaget, SMA Muhammadiyah seperti itu,” ungkap Slamet.

http://edukasi.kompas.com
Ditulis pada Berita | Tinggalkan Komentar

Sambutan Mendiknas Pada Peringatan Hardiknas Tahun 2011

Assalamu’alaikum wr. wb.
Selamat pagi dan salam sejahtera bagi kita semua

Hadirin Peserta Upacara Yang Berbahagia

Alhamdulillah, marilah kita senantiasa bersyukur ke Hadirat Illahi Rabbi, Tuhan Yang Maha Esa, karena berkat rahmat dan hidayah-Nya, kita semua masih diberi kesempatan, kekuatan, kesehatan dan kecintaan, sehingga kita semua dapat melaksanakan peringatan hari Pendidikan Nasional 2 Mei 2011.

Melalui peringatan ini, perkenankan kami atas nama pemerintah ingin menyampaikan ucapan terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya kepada seluruh insan pendidikan, pemerintah daerah, organisasi yang bergerak di dunia pendidikan dan pemangku kepentingan lainnya atas segala ikhtiar, kepedulian dan perhatian yang telah diberikan dalam membangun dan mengembangkan dunia pendidikan.

Lanjut membaca

Ditulis pada Berita, Informasi, Nasionalisme | 1 Komentar

Hari Pendidikan Nasional

Setiap tanggal 2 Mei kita peringati Hari Pendidikan Nasional. Tanggal tersebut dijadikan sebagai Hari Pendidikan Nasional bertepatan dengan hari lahirnya Raden Mas Soewardi Soerjaningrat yang kemudian mengganti nama menjadi Ki Hadjar Dewantara. Beliau adalah pelopor dan pendiri Perguruan Taman Siswa (Nationaal Onderwijs Instituut Tamansiswa) pada 3 Juli 1922. Pola kepemimpinan yang beliau ajarkan adalah “Ing Ngarsa Sung Tulada, Ing Madya Mangun Karsa, dan Tut Wuri Handayani”. Karena jasanya di bidang pendidikan melalui surat keputusan Presiden RI No. 305 Tahun 1959, tanggal 28 November 1959 beliau dinobatkan sebagai salah satu Pahlawan Pergerakan Nasional dan diangkat menjadi Bapak Pendidikan Indonesia serta hari kelahirannya 2 Mei (1889) diabadikan menjadi Hari Pendidikan Nasional (HARDIKNAS).

Tanggal 2 Mei merupakan hari yang mempunyai makna penting bagi seluruh komponen bangsa. Terlebih para pendidik maupun tenaga kependidikan, serta peserta didik dari jenjang pendidikan dasar sampai dengan pendidikan tinggi baik jalur pendidikan formal, non formal maupun informal.

Peringatan HARDIKNAS memiliki makna antara lain untuk mengenang jasa Bapak Pendidikan Indonesia Ki Hadjar Dewantara dan seluruh pejuang pendidikan yang patut kita kenang dan hargai. Disamping itu peringatan HARDIKNAS merupakan momentum untuk merenungkan, merefleksikan diri, dan mengintropeksi apa yang telah dilakukan, dan memprespektifkan apa yang akan dilakukan untuk masa depan yang lebih baik bagi pendidikan nasional. Makna lain yang tak kalah penting adalah momentum untuk merefleksi diri, apakah kita telah melaksanakan ajaran Ki Hajar Dewantara yaitu “Ing Ngarsa Sung Tulada, Ing Madya Mangun Karsa, dan Tut Wuri Handayani”. Ajaran tersebut mengajak kepada segenap komponen bangsa mulai dari para penyelenggara negara, politisi, tokoh agama, tokoh masyarakat, para pendidik, tenaga kependidikan dan orang tua peserta didik untuk berperilaku “Di depan Memberi Tauladan, Di Tengah Memberi Semangat, Di Belakang Memberi Dorongan” kepada peserta didik. Oleh sebab itu peringatan HARDIKNAS tahun 2011 kita jadikan sebagai pendorong semangat, meningkatkan percaya diri dan rasa optimisme untuk melaksanakan ajaran Bapak Pendidikan Indonesia dan bukan hanya seremonial semata.

Pendidikan menurut Ki Hadjar Dewantara, merupakan daya upaya untuk memajukan budi pekerti (kekuatan batin, karakter), pikiran (intellect), dan tubuh anak secara utuh, agar kita dapat melahirkan anak yang jujur dan berprestasi. Dunia pendidikan diharapkan sebagai motor penggerak untuk memfasilitasi pembangunan karakter, sehingga anggota masyakat mempunyai kesadaran kehidupan berbangsa dan bernegara yang harmonis dan demokratis dengan tetap memperhatikan sendi-sendi Negara Kesatuan Indonesia Republik Indonesia (NKRI) dan norma-norma sosial di masyarakat yang telah menjadi kesepakatan bersama. Pembangunan karakter dan pendidikan karakter menjadi suatu keharusan, karena pendidikan tidak hanya menjadikan peserta didik menjadi cerdas juga mempunyai budi pekerti dan sopan santun, sehingga keberadaannya sebagai anggota masyarakat menjadi bermakna baik bagi dirinya maupun masyarakat pada umumnya.

Pembangunan watak (character building) amat penting untuk membangun manusia Indonesia yang berakhlak dan berwatak baik, berbudi pekerti dan berperilaku baik, bermoral dan beretika baik dalam ucapan maupun perbuatan. Pembangunan watak yang kita inginkan itu dapat dimulai dengan melaksanakan ajaran Ki Hajar Dewantara yaitu “Ing Ngarsa Sung Tulada, Ing Madya Mangun Karsa, dan Tut Wuri Handayani”. Berhasil atau tidaknya pembangunan karakter dan pendidikan karakter bukan hanya tergantung pada tenaga pendidik dan tenaga kependidikan semata, melainkan seluruh komponen bangsa.

Akhirnya SELAMAT HARI PENDIDIKAN NASIONAL kepada semua pendidik, tenaga kependidikan, dan peserta didik. Semoga apa yang kita kerjakan selama ini di bidang pendidikan menjadi amal kebajikan kita di dunia. Amin.

Sumber:

Ditulis pada Artikel | Tinggalkan Komentar

Perilaku Siswa Pasca Ujian Nasional

Aksi Siswa Pasca UN

Konvoi hura-hura sepeda motor disertai aksi corat-coret seragam sekolah pasca-Ujian Nasional (UN) SMA/SMK/MA 2011 yang terjadi di beberapa kota besar di Indonesia cukup memprihatinkan.

Bagaimana tidak,UN yang baru saja usai seolah-olah dimaknai sebagai pencapaian puncak karier akademik mereka. Pakaian seragam yang semestinya masih baik digunakan dan masih layak disedekahkan ke siswa yang kurang mampu, dicorat-coret hanya untuk meluapkan kegembiraan yang emosional.Para pelajar sepertinya telah yakin bahwa mereka akan lulus UN dan oleh karena itu, mereka pantas merayakan kegembiraannya di jalan raya dengan cara-cara yang kurang terpuji.

Nilai-nilai moralitas yang diajarkan selama mengenyam pendidikan sirna hanya karena kegembiraan dan luapan emosi sesaat. Apakah persoalan tersebut menyangkut krisis identitas? Pakar psikologi,Grotevant dan Cooper (1998), menyatakan bahwa masa remaja adalah masa pencarian identitas di mana mereka sering kali mengembangkan identitas personal yang unik dan berbeda dengan orang lain.

Pencarian identitas pada masa tersebut menjadi lebih kuat sehingga mereka berusaha untuk mencari identitas dan mendefinisikan kembali siapakah mereka saat ini dan akan menjadi siapakah mereka di masa akan datang. Dalam konteks konvoi motor disertai corat-coret pakaian seragam pasca-UN,para pelajar sesungguhnya ingin menunjukkan siapa mereka sesung-guhnya, tetapi dengan cara yang keliru. Mereka tak peduli lagi apakah yang mereka lakukan mengganggu orang lain atau tidak, atau bahkan mencoreng nama baik sekolah mereka.

Yang ada di benak mereka adalah mereka telah lepas dari “cobaan” dan sekaligus menegaskan adagium yang direkayasa: “saya konvoi dan coratcoret, maka saya ada”. Dalam teks dan imaji budaya pop,pementasan sikap tidak terpuji ini dijadikan cara untuk mengomunikasikan pesan peringatan, ancaman,horor, identitas, dari suatu individu/kelompok ke individu/kelompok lainnya.

Tak jarang hal ini sengaja dipertontonkan sehingga menjadi semacam “horrortainment”, yang sama sekali tidak menunjukkan rasa bersalah pelakunya. Sikap-sikap tak terpuji ini dianggap sebagai hiburan untuk saluran eskapisme, katarsis, dan bahkan ritualisme. Kita sebagai orang tua harus waspada terhadap fenomena yang sesat ini.

Memfasilitasi

Dalam upaya membantu dan memfasilitasi siswa menemukan identitas dirinya, agar tidak mengarah pada perbuatan yang tercela,Woolfolk (1995) menyarankan empat hal. Pertama, berilah para siswa informasi tentang pilihan-pilihan karier dan peran-peran orang dewasa. Kedua, membantu siswa untuk menemukan caracara untuk memecahkan masalah pribadinya. Ketiga, bersikap toleran terhadap tingkah laku remaja yang dipandang aneh, seperti dalam berpakaian sepanjang masih berada pada koridor kepantasan.

Keempat, memberi umpan balik yang realistis terhadap siswa tentang dirinya. Saat ini kita menghadapi arus globalisasi yang tak ada satu pun kekuatan mampu mencegahnya. Dalam kehidupan global, batas-batas negara, baik secara fisik-geografik maupun teritorial politik,menjadi tidak penting lagi. Justru faktor yang paling penting bagi eksistensi suatu bangsa adalah dikuasainya teknologi informasi.

Penguasaan teknologi informasi memerlukan kerja keras dan keunggulan kompetitif semua komponen bangsa, terutama para generasi penerus bangsa yang masih mengenyam pendidikan. Untuk menciptakan keunggulan kompetitif, kita memerlukan inovasi yang pesat dalam dunia pendidikan. Beragam kreativitas dan inovasi yang dimiliki para pelajar sudah selayaknya difasilitasi untuk menciptakan karya dan prestasi yang monumental.

Para siswa juga akan berhadapan dengan dampak negatif globalisasi, antara lain pola hidup konsumtif, individualistis, gaya hidup penikmat teknologi semata, dan gaya hidup hedonistis. Ketika para siswa terjebak dalam pusaran negatif globalisasi, maka mereka hanya menjadi objek dari kepentingan, bukan sebagai subjek bagi arsitektur masa depan mereka. Atas dasar inilah,diperlukan konsep diri dan kesadaran diri akan perlunya memiliki keunggulan kompetitif dan komparatif di masa yang akan datang.

Pendidikan Karakter

Di titik inilah, pendidikan karakter menjadi penting karena tidak sekadar mengajarkan mana yang benar dan mana yang salah. Lebih dari itu, pendidikan karakter menanamkan kebiasaan tentang hal-hal yang baik,unggul,positif,terpuji.Sehingga, peserta didik menjadi lebih paham (domain kognitif), dapat merasakan (domain afektif); dan mampu melaksanakannya (domain psikomotoris) hal-hal yang baik, positif, dan terpuji itu.

Meski demikian,hal lain yang tidak boleh dilupakan adalah bagaimana kita menyusun dan mensistematisasikan pendidikan karakter ini melalui pendidikan formal, informal, maupun nonformal di tengah-tengah globalisasi yang semakin merasuki relung kehidupan para siswa kita.

Jika hal tersebut dapat dilakukan dengan baik, terarah, dan terprogram, maka nilainilai ketakwaan, kejujuran, sportivitas, keberanian, kedisiplinan, saling menghormati dan menghargai orang lain, simpati,empati,dan sejenisnya menjadi sesuatu yang menyatu dalam diri peserta didik sejak mereka mengenyam pendidikan dasar.

Setiap guru sudah seharusnya memasukkan nilainilai pendidikan karakter ke dalam semua bidang studi pelajaran. Sementara itu, pimpinan sekolah sudah selayaknya mendukung program tersebut dengan menyiapkan fasilitas pendukung yang memadai. Mengapa demikian?

Karena, guru dan institusi sekolah adalah dua subjek yang tidak bisa dipisahkan dan harus berjalan seirama dan saling mendukung, jika tidak, maka tujuan yang hendak dicapai sukar untuk diraih. Jika pendidikan karakter dapat diimplementasikan ke semua mata pelajaran, maka aksi konvoi hura-hura dan aksi corat-coret seragam sekolah pasca-UN tidak lagi menjadi ritual pelajar.

PROF SUYANTO, PH.D.
Guru Besar Universitas Negeri Yogyakarta,
Plt Dirjen Pendidikan Dasar Kemdiknas

Ditulis pada Artikel | Tinggalkan Komentar

Untuk Pembaca

Assalamu Alaikum Wr. Wb.

 Pembaca yang budiman,

Terima kasih telah memberikan komentar yang sifatnya membangun dalam pengembangan blog www.campus-cemara.blogspot.com dan www.campuscemara.wordpress.com. Ada yang berkomentar jika blog ini kreatif, narsis, bahkan ada yang menyarankan untuk menutup blog ini. Hal ini wajar saya, bukankah kebebasan berpendapat dijamin oleh UU?

Sahabat yang budiman,

Berdasarkan statistik, dalam kurun waktu 1 Mei 2010 s.d. 30 April 2011, www.campus-cemara.blogspot.com telah dikunjungi 26.420 kali dari pengguna yang tersebar pada beberapa negara dibelahan dunia ini, diantaranya: Indonesia 21.115 kali, Amerika Serikat 970 kali, Rusia 380 kali, Slovenia 306 kali, Belanda 247 kali, Malaysia 224 kali, Jerman 173 kali, Kanada 106 kali, Britania Raya 89 kali, dan Ukraina 62 kali serta beberapa negara lainnya.

96% diantaranya menggunakan operasi sistem Windows dengan mengandalkan Firefox (68%) sebagai Web browsernya. Adapun posting yang paling sering dibaca adalah “URAIAN TUGAS WAKIL KEPALA SEKOLAH” yang diposting 4 Juli 2010 dengan jumlah penayangan sebanyak 1.227 kali

Sementara itu, pada statistik www.campuscemara.wordpress.com ditemukan data bahwa pada Tahun 2008 dikunjungi oleh 387 pengunjung, tahun 2009 dikunjungi 455 pengunjung, dan hingga pada bulan Juli 2010 dikunjungi 98 pengunjung. Pada tanggal 22 Agustus 2010, seluruh postingan dalam blog ini dihapus kemudian dikelolah dengan tampilan yang sederhana. Hasilnya dari Bulan Agustus s.d Desember 2010, blog ini dikunjungi oleh 2.745 pengunjung. Sehingga pada tahun 2010 secara keseluruhaan blog ini dikunjungi oleh 2.843 pengunjung. Memasuki tahun 2011, dalam kurun waktu 4 bulan (Januari s.d April 2011) telah dikunjungi oleh 2.928 pengunjung

Dengan peningkatan tersebut, penghargaan dan ucapan terima kasih, kami haturkan kepada pembaca.

Wassalam

Ditulis pada Accher Blog, Informasi | Tinggalkan Komentar

Berita Dalam Gambar: Happy Adventure “Cemara Scout

Adat Ambalan sekaligus Pelepasan Peserta “Happy Adventure” Oleh Kak Muh. Yunus

Shalat Jumat di Masjid Muhajirin Dulang Dusun Abbolongeng Desa MinangatelluEBerada di tengah padang disaat terik panas matahari

Menelusuri Sungai MinangatelluE di antara tebing-tebing terjal

Membuat sebuah tanda, persiapan jika tersesatMembidik arah menggunakan kompas

Saling membantu mendaki tebing dikegelapan malam dan guyuran hujan di Salo Padang

Tidur dgn posisi duduk dibalut dgn pakaian basah akibat guyuran hujan lebat selama perjalanan

Keceriaan akhirnya menyambut di pagi hari. Hari ke-3 dalam kegiatan, baru bisa merasakan mandi. Seeeegeeeeeerrrrrrrrr ......................................

CIKAL akhirnya berkibar di Salo Karaja (tempat persembunyian Qahar Muzakkar). Tempat ini pula mempertemukan kami dengan empat peserta yang sempat terpisah dari rombongan

Ditulis pada Pramuka | 1 Komentar

ANTARA PERATURAN PEMERINTAH DAN REALITA PEMBAYARAN TUNJANGAN PROFESI GURU

(Sebuah Tulisan, kiriman dari Bapak Syamsul Bahri, S.Pd. (Ketua PGSI Kabupaten Wajo) yang dikirim ke Redaksi campuscemara.wordpress.com pada tanggal 26 April 2011, Pukul 10.13)

Keberhasilan di bidang pendidikan adalah suatu fenomena yang tidak terbantahkan lagi. Yang merupakan harapan dan dambaan semua orang dalam suatu Negara. Dan pendidikan itu, salah satu sektor penentu di dalamnya adalah tenaga pendidik mulai Tk sampai Perguruan Tinggi. Peranan guru dan dosen tidak bisa dibiarkan tanpa perhatian secara maksimal oleh Negara. Dari merekalah lahir tokoh-tokoh pemikir dan pemimpin bangsa yang akan mengukir sejarah peradaban kehidupan.

Mari kita belajar dari sejarah kebangkitan bangsa Jepang. Setelah bangsanya dihancurkan dengan ledakan bom oleh serangan musuh, sehingga sang kaisar menaruh harapan kepada sang guru untuk berjuang di bidang pendidikan untuk mencerdaskan kembali anak-anak bangsanya. Termyata harapan sang kaisar itu direspon dengan baik oleh sang guru, sehingga bangsa Jepang sekarang ini termasuk Negara industri yang termaju.

Belajar dari aspek kehidupan bangsa-bangsa yang maju sekarang ini, semua disebabkan oleh tingginya perhatian dan alokasi anggaran Negara yang disediakan terhadap pengembangan pendidikan dan IPTEK.

Sebagai warga negara yang baik dalam menjalani kehidupan ini di berbagai aspek kehidupan, tentu harus mengacu dan berpedoman kepada suatu aturan yang resmi dari institusi negara. Lembaga apapun namanya di Negara Republik Indonesia yang tercinta ini, maka harus mengikuti aturan yang berlaku di dalam lembaganya masing-masing. Teristimewa lagi, kalau lembaga itu adalah lembaga resmi negara seperti dalam naungan Depertemen Pendidikan Nasional.

Berdasarkan Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen Pasal 2 mengamanatkan bahwa guru mempunyai kedudukan sebagai tenaga profesional pada jenjang pendidikan dasar, menengah dan pendidikan anak usia dini pada jalur pendidikan formal. Sebagai pendidikan profesional diwajibkan memiliki kualifikasi akedemik, kompetensi, sertifikat pendidikan, sehat jasmani dan rohani, serta memiliki kemampuan untuk mewujudkan tujuan pendidikan nasional. Dengan demikian, Undang-Undang tersebut menuntut agar para pendidik harus semaksimal mungkin memiliki kategori guru yang profesional sebagaimana mestinya untuk menjadi pemicu dan memacu pencapain terget pendidikan nasional yang bermutu dan berkualitas.

Oleh karena itu, anggaran negara mengalokasikan dana yang secukupnya sebagai tindak lanjut dari Undang-Undang itu juga pada Pasal 16 ayat : 2 disebutkan bahwa guru yang telah memiliki sertifikat pendidikan dan memenuhi persyaratan lainnya berhak mendapatkan tunjangan profesi yang besarnya setara satu kali gaji pokok. Dan dalam ayat : 3 mengadakan tunjangan profesi dialokasikan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) dan/atau Anggaran Pemdapatan dan Belanja Daerah (APBD).

Terkait dengan tunjangan profesi guru itu ada dua peraturan sebagai dasar realisasi pembayaranya, yaitu : Petunjuk Teknis Pembayaran Tunjangan Profesi bagi Guru Pegawai Negeri Sipil Daerah melalu mekanisme transfer ke daerah oleh Direktur Jenderal Peningkatan Mutu Pendidikan dan Tenaga Kependididkan Kementrian Pendididkan Nasional Tahun 2010, dan Peraturan Menteri Keungan Nomor 164/PMK.05/2010 tentang Tata Cara Pembayaran Tunjangan Profesi Guru dan Dosen, Tunjangan Khusus Guru dan Dosen, serta Tunjangan Kehormatan Profesor.

Menurut petunjuk teknis tersebut bahwa besaran tunjangan profesi guru PNS Daerah adalah setara dengan satu kali gaji pokok perbulan dipotong pajak penghasilan Pasal 21 dengan tarif 15 % bersifat final sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan di bidang perpajakan. Kemudian dilanjutukan tentang mekanisme penyusunan daftar nominatif penerima tunjangan profesi guru didasarkan pada SK Kepegawaian yang menunjukkan gaji pokok terakhir. Dan mekanisme pembyarannya harus mengacu kepada surat keputusan kepegawain tentang gaji pokok terakhir.

Sedangkan menurut peraturan mentri keungan, bahwa besaran Tunjangan Profesi bagi Guru Pegawai Negeri Sipil yang menduduki jabatan fungsional diberikan setiap bulan sebesar satu kali gaji pokok Pegawai Negeri Sipil yang bersangkutan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

Adapun pelaksanaan pembyarannya dalam hal terdapat kekurangan bayar/rapel atas Tunjangan Profesi Guru, berdasarkan perubahan Surat Keputusan tentang penetapan penerimaan Tunjangan Profesi Guru sebagai akibat terbitnya Surat Keputusan Kenaikan Pangkat , surat pemberitahuan Kenaikan Gaji Berkala dan Surat Keputusan impassing, dapat diajukan tagihan dan dilakukan pembayaran sepanjang pagu DIPA tahun, berjalan tersedia. Ini sejalan pula dengan petunjuk teknis tersebut bahwa manakala terjadi kekurangan atau kelebihan dana yang dialokasikan dibandingkan dengan realisasinya, maka akan diperhitungkan pada tahun anggaran berikutnya sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

Jadi, berdasar dengan aturan-aturan di atas, maka besaran tunjangan pembayaran bulan yang berjalan berdasarakan peraturan pemerintah. Sungguh naif rasanya profesi guru dihargai dan dibayar bukan pada bulan yang berjalan melainkan pada bulan tahun yang berlalu. Seperti realitanya sekarang ini, pembayaran tunjangan profesi guru tahun 2010 dengan pokok gaji menurut PP 25 Tahun 2010, tetapi dibayarkan menurut pokok gaji PP 08 Tahun 2009. Logika dan peraturan apakah yang dapat membenarkan cara seperti itu?

Seandainya alasan dengan data pengusulan belum terbit peraturan pemerintah yang baru. Akan tetapi, pidato Presiden RI pada bulan Agustus tentang rencana kenaikan gaji pokok pada RAPBN telah ada, yang dapat menjadi kalkulasi data pengusulan tunjangan profesi guru. Dan rapel pembayarannya pun jauh kebelakang setelah penerimaan PP gaji pokok baru jadi alasan apakah lagi yang membenarkannya?

Masalah kekurangan atau kelebihan dana yang dialokasikannya, itu dapat saja terjadi dengan berbagai hal. Di antaranya, karena adanya perubahan pokok gaji yang disebabakan oleh adanya PP yang baru, atau kenaikan pangkat dan gaji berkala. Dan itu semua dibenarkan oleh peraturan yang ada. Secara idealnya, alokasi dana yang diusulkan sebaiknya lebih dari perhitungan cermat kuato yang ada. Peraturan memutuskan tentang mekanisme pengembalian sisa anggaran. Disebutkan bahwa apabila terdapat sisa pembayaran tunjangan profesi bagi guru PNS Daerah Pemerintah daerah wajib menyetorkan kembali dana tersebut ke rekening Kas Negara sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

Jadi, pembagian tunjangan profesi guru sebaiknya mengacu kepada pokok gaji Peraturan Pemerintah yang berlaku pada setiap bulan berjalan. Dengan demikian, penerimaan selama ini, harus ada pembenahan dari pihak yang berkompeten untuk mengusahakan pembayaran rapel kekurangan tunjanagan profesi guru sebagaimana mestinya. Jangan sampai kita menodai kemerdekaan RI yang tercinta ini dengan berbagai Peraturan Pemerintah yang ada. Hargailah jasa para guru profesional!

Ditulis pada Artikel | Tinggalkan Komentar

DATA STKIP PUANGRIMAGGALATUNG SENGKANG

 

PROFIL PERGURUAN TINGGI

Perguruan Tinggi

STKIP Puangrimaggalatung Sengkang

Tanggal Berdiri

22-05-1986

No SK PT

39201986

Tanggal SK PT

22-05-1986

Alamat

SULTAN HASANUDDIN NO 27

Kota

SENGKANG

   
Jumlah Program Studi per Jenjang

S-1

3

Jumlah Total

3

   

Komposisi Pendidikan Tertinggi Dosen

S-2

9

S-1

54

Jumlah Total

63

   
Daftar Program Studi

1    84205

Pendidikan Biologi (S.1)

2    86204

Administrasi Pendidikan (S.1)

3    88201

Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (S.1)

   
DATA PROGRAM PENDIDIKAN BIOLOGI

Nama Program Studi

Pendidikan Biologi

Tanggal Berdiri

22-05-1986

Status Program Studi

Aktif

Nomor SK Dikti

1289/D/T/K-IX/2010

Tanggal SK Dikti

08-02-2010

Masa Berlaku SK Dikti

01-07-2012

Dosen:

No. Dosen

Nama

0908018005

AHMAD RIADI

0913048103

ANDI MURNI

0918048503

BESSE ARIE JAYANTI NUR

0911127003

BESSE SAIDAH

0902118101

ENTENG SURAIDA

0901087901

FATMAWATI INTANG

0931128101

HAERUDDIN

0910067704

HAERUNNISA

0920047003

HARJUNI

0911108501

HASRIYANTI

0910108402

IRWANSYAH

0910036801

MARODDANI KARATENG

0931126201

MUHAMMAD NUR

0915018001

NAWARDI

0923038302

NURHAYATI

0905068602

NURSAYAN

0905075901

PANESSAI SIR

0927017902

RATNA NENGSI

0919107802

RIA RAHMAN

0905067404

ROSNAINI

0923076001

SENIWATI SAID

0922096901

SUDIRMAN NANTANG

0907108401

YASSER ARAFAT

0917067103

YUNIARTI

0908088003

YUSNIDAR

Total terdapat 25 Dosen

   

DATA PROGRAM ADMINISTRASI PENDIDIKAN

 

Nama Program Studi

Administrasi Pendidikan

Tanggal Berdiri

22-05-1986

Status Program Studi

Aktif

Nomor SK Dikti

1811/D/T/K-IX/2009

Tanggal SK Dikti

07-04-2009

Masa Berlaku SK Dikti

01-07-2012

Dosen:

No. Dosen

Nama

0031126003

AMBO UPE

0913086201

ANDI NURSAMSI

0927117402

ERVIANA ABDULLAH

0025115801

IMRAN

0931126127

MASDAR

0021035501

RUSLI ENGKA

0920078103

YUNI SETIAWATI Y

Total terdapat 7 Dosen

 

 

DATA PROGRAM PENDIDIKAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA

Nama Program Studi

Pendidikan Bahasa Dan Sastra Indonesia

Tanggal Berdiri

01-01-2006

Status Program Studi

Aktif

Nomor SK Dikti

1812/D/T/K-IX/2009

Tanggal SK Dikti

07-04-2009

Masa Berlaku SK Dikti

07-04-2013

Dosen:

No. Dosen

Nama

0931124801

ABDUL RAZAK

0930037603

ADRIANI RACHMAN

0929048301

ALAMSYAH

0901076001

ANDI BASO ARIF

0910106604

ANDI DARMAWANGSA

0922068401

ANDI MARYAM

0920128401

ANDI NURNAJMI

0931126002

ANDI PASERANGI

0919057902

ANDI RAHMA

0917094101

ANDI SALAHUDDIN NONCI

0915017403

ANDI SUMANGE

0909037102

ANDI WALINONO

0923086601

BESSE HERLINA

0912117905

FARIMA PAWERANGI

0903046601

FATMAWATI

0914028301

HAERANY HALIM

0918084901

HUSEN

0929086801

JAYA ALAM

0905075701

MUHAMMAD BASIR

0910127403

MUHAMMAD IRSYAD

0931123101

PALIIPUI

0907025802

PATOMBONGI

0923118401

RATNA NENGSI

0928056001

RATNAWATI UMAR

0916098401

ROSNIATI JUNAID

0917024201

SITI HASWIAH MAPPA

0928048601

SURYANI

0927125701

SYAMSURIATI

0926037402

WIRYAWAN

0903077203

YULIANI

0902114701

ZAINUDDIN SALENG

Total terdapat 31 Dosen

 

DATA SALAH SEORANG DOSEN STKIP PUANGRIMAGGALATUNG SENGKANG

0907108401

YASSER ARAFAT

Perguruan Tinggi

STKIP Puangrimaggalatung Sengkang

Pengampu/Penanggungjawab pada Program Studi

Pendidikan Biologi
Jenjang: S-1

Mata Kuliah yang Diajarkan

BIO211138

No. Dosen/NIDN

0907108401

Jenis Kelamin

Laki-Laki

Jabatan Fungsional Akademik

TENAGA PENGAJAR

Pendidikan Tertinggi

S-1

Status Ikatan Kerja

DOSEN TETAP

Status Aktivitas

AKTIF MENGAJAR

NIP PNS

-

Instansi Induk

STKIP Puangrimaggalatung Sengkang

No. Reg. Sertifikasi Dosen

 -

 Sumber: http://evaluasi.dikti.go.id

Ditulis pada Informasi | Tinggalkan Komentar

Tunjangan Sertifikasi Guru Belum Cair

SENGKANG – Tunjangan sertifikasi guru Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Wajo untuk tahap pertama belum cair. Itu terjadi karena Dinas Pengelola Keuangan Daerah (DPKD) Wajo masih menunggu turunnya anggaran dari pusat. Jatah tunjangan sertifikasi guru di Wajo TA 2011 sebesar Rp51 miliar. 

Hal itu diungkap Kabid Anggaran DPKD Wajo, HM Saleng, Selasa, 19 April. Menurut dia, kenaikan anggaran sertifikasi tahun ini disesuaikan dengan kenaikan gaji PNS.

Tahun lalu, tunjangan sertifikasi dibayarkan per semester karena uangnya juga ditransfer per semester, namun tahun ini akan dibayar per triwulan.

“Sesuai petunjuk teknisnya, Maret sudah harus ada dananya dari pusat, namun hingga April ini belum turun. Kami  berharap secepatnya bisa turun anggarannya,” ujarnya.

Sementara itu, nasib 87 tenaga pendidik yang belum menerima kekurangan pembayaran tunjangan sertifiksi 2010 lalu, mulai ada titik terang. Itu setelah Disidik Wajo bersama komisi III DPRD berkonsultasi ke bagian sertifikasi guru Kementerian Pendidikan Nasional. Sisa kekurangan pembayarannya tahun lalu sebesar Rp2,4 miliar.

Anggota Komisi III DPRD Wajo, Saidiman menuturkan, bukan hanya Wajo yang mengalami kekurangan pembayaran di 2010 lalu, tapi beberapa daerah seperti, Kota Parepare dan Toraja Utara mengalami hal serupa.

“Sudah kita konsultasikan ke Kementerian Pendidikan, jawabannya semua akan dibayar yang penting bagian keuangan daerah mengusulkan kekurangannya untuk anggaran 2011,” tandasnya.

Kabid Anggaran DPKD, HM Saleng mengatakan, pihaknya sudah mengusulkan sisa kekurangan pembayaran ke Kementerian Keuangan. Menurutnya, pihaknya sisa menunggu surat balasan dari Kementerian Pendidikan Nasional dan Kementerian Keuangan. Pada TA 2010 pagu anggaran dari pusat hanya Rp38,3 miliar, padahal seharusnya Rp40,7 miliar. Namun, yang dibayarkan hanya Rp37,5 miliar.

“Sisa tunjangan sertifikasi senilai Rp700 juta masih ada, tapi kami sudah laporkan ke pusat juga, tapi tetap kita usulkan Rp2,4 miliar, nanti pusat yang buat kompensasinya.  Mungkin menunggu realisasi kekurangannya secara keseluruhan, baru sama-sama dicairkan dananya dari pusat,” tandasnya.

Meskipun begitu, DPKD menyesalkan tidak dilibatkannya saat menghadap ke Kementerian Keuangan dan Kementerian Pendidikan Nasional menyangkut penyelesian kekurangan pembayaran sertifikasi tersebut.

“Semestinya surat dibawa langsung ke Kementerian Pendidikan, tapi kita tidak dilibatkan sehingga kita hanya kirim melalui pos saja kemarin, tapi kami sudah terima tanda terimanya cuma belum ada surat balasannya kapan realisasinya,” ucapnya.  (lin)

 http://www.fajar.co.id/read-20110419163454-tunjangan-sertifikasi-guru-belum-cair
Ditulis pada Berita, Informasi, Sertifikasi Guru | Tinggalkan Komentar

PGRI Relakan Guru Curang

JAKARTA – Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) tidak mempermasalahkan para guru yang bertindak tidak sportif dalam Ujian Nasional (UN) 2011. Induk organisasi pendidik tersebut paham bahwa guru mata pelajaran yang di-UN-kan berada di posisi terjepit.

Ketua Departemen Penelitian dan Pengembangan Pengurus Besar (PB) PGRI Abduhzen menjelaskan, beberapa pembaruan sistem pelaksanaan UN tingkat SMA tahun ini berpotensi meningkatkan kenakalan sekolah. Pembaruan yang dimaksud adalah sistem pengacakan naskah di tiap kelas dengan membuat lima variasi soal. Cara tersebut diharapkan bisa menekan kecurangan guru membantu siswa mengerjakan soal UN.

Selanjutnya, kata Abduhzen, perubahan komposisi nilai penentu UN juga bisa membuat guru atau pihak sekolah semakin nakal. ’’Kenakalannya ya mempermainkan nilai rapor,’’ ujarnya di kantor Komnas Perlindungan Anak, Kamis 14 April.

PB PGRI tahun lalu mengawasi pelaksanaan UN di beberapa tempat. Hasilnya, kecerdikan pihak sekolah menyiasati pelaksanaan UN berjalan beriringan dengan perbaikan sistem yang dilakukan Kementerian Pendidikan Nasional (Kemendiknas).

Dia menyebutkan, lima variasi naskah soal ujian masih menimbulkan celah. Sekilas upaya tersebut membuat guru kesulitan atau minimal memiliki waktu terbatas untuk mengerjakan soal unas yang hasilnya diberikan ke siswa.

Menurut analisis Abduhzen, pihak sekolah akan mengerjakan lima variasi soal tersebut. Selanjutnya, soal itu diberikan kepada lima siswa yang sudah disiapkan di setiap kelas. Selanjutnya, lima siswa itu menyebarkan kunci jawaban kepada siswa yang satu kode (soalnya sama).

Proses tersebut memang memunculkan kekhawatiran bahwa kode soal siswa tidak pas dengan kunci jawaban yang diberikan guru. Namun, menurut Abduhzen, guru atau pihak sekolah masih memiliki waktu untuk mengubah kode lembar jawaban siswa sesuai dengan kunci jawaban yang sudah diberikan.

Dia mencontohkan, Budi mengerjakan soal dengan kode A, tapi ternyata dia mendapatkan kunci jawaban untuk soal berkode B. Nah, kekeliruan itu bisa disiasati guru dengan cara mengubah kode Budi dari A menjadi B. “Cara tersebut tidak akan sulit dilakukan,’’ tandasnya.

Lalu, mengapa guru atau pihak sekolah senekat itu memperjuangkan kelulusan siswa? Abduhzen mengatakan, pendidik apalagi sekolah memiliki kewajiban meluluskan siswa. Untuk itu, dibentuklah tim sukses di setiap sekolah.

Para guru dalam kasus itu merupakan pihak yang bisa disebut terjepit. ’’Idealismenya untuk jujur mendapat tekanan kuat,’’ ujar dia. Tekanan kepada guru diberikan kepala sekolah. Sedangkan kepala sekolah juga ditekan oleh kepala daerah.

Abduhzen mengatakan, rata-rata setiap kepala daerah meminta angka kelulusan 90 persen hingga 97 persen. Padahal, dari hasil penelitian PGRI, jika UN dilakukan secara sportif dan objektif, angka kelulusan siswa 40 persen hingga 50 persen. Angka itu bisa semakin anjlok untuk sekolah-sekolah terpencil.

Guru tidak bisa mengelak dari perintah kepala sekolah. Sebab, mereka takut mendapatkan rekomendasi untuk dimutasi ke sekolah lain. Kepala  sekolah juga demikian. Mereka takut dimutasi kepala dinas pendidikan setempat karena gagal meluluskan seluruh siswa didiknya.

Dengan kondisi tersebut, Abduhzen mengatakan bahwa PB PGRI tidak bisa mengeluarkan perintah supaya seluruh guru bertindak sportif. ’’PGRI sadar guru saat ini dalam posisi dilematis,’’ imbuhnya. Namun, dia menegaskan bahwa PB PGRI tidak lantas menganjurkan para guru bertindak curang dan nakal.

Di bagian lain, Mendiknas Mohammad Nuh juga menyoroti kemungkinan pelanggaran-pelanggaran yang dilakukan para guru dalam pelaksaan UN. Secara tegas, mantan Rektor ITS itu mengungkapkan bahwa pihaknya memiliki tiga hukuman untuk para guru yang mokong.

Pertama, sanksi sosial. ’’Akan kami umumkan secara jelas kepada publik guru-guru yang terbukti bersalah. Tentu saja biar mereka malu,’’ kata Nuh di Jakarta kemarin. Kedua, Kemendiknas juga tidak segan-segan memberikan sanksi administratif. Jika ada guru yang terbukti bersalah, jenjang karir dan kepangkatannya akan terhambat.

Sanksi ketiga adalah pidana. Menurut dia, Kemendiknas berjanji bertindak tegas akan melaporkan para guru nakal tersebut. ’’Kami tidak akan ragu-ragu melapor ke polisi,’’ ucapnya.

Meski begitu, Nuh menyatakan bahwa pengawasan terhadap guru nakal tidak mudah. Karena itu, dia terus mengimbau guru-guru agar bertindak dewasa dan tidak mudah tergiur berbuat menyimpang. Menurut dia, bagaimana juga, memberikan bantuan kepada murid dengan alasan mendongkrak nilai kelulusan sebenarnya sangat merugikan semua pihak, terutama murid.

Tahun ini UN tingkat SMA akan digelar mulai Senin depan 18 April. Total, UN diikuti 2.442.599 siswa dari 25.656 sekolah. Guru yang bakal terlibat dalam pengawasan UN sekitar 244.260 orang.

Sementara belum semua sekolah menyetorkan nilai ujian sekolah kepada Panitian Pusat UN 2011. Tercatat sekitar 28 kabupaten dan kota yang belum setor. Pengiriman data ditunggu hingga pukul 24.00 hari ini (15/4). (jpnn)

 

http://enewsletterdisdik.wordpress.com/2011/04/16/pgri-relakan-guru-curang/#more-4406
Ditulis pada Artikel, Berita | Tinggalkan Komentar

Tentang Kelahiran Virus dan WORM

10 November 1983, Kelahiran Virus Komputer

Tahukah Anda bahwa 26 tahun lalu, tepatnya 10 November 1983, virus komputer pertama kali didemonstrasikan kepada publik oleh Fred Cohen?
Cohen adalah seorang lulusan Universitas Califoria Selatan, yang mendemonstrasikan virus komputer di sebuah seminar keamanan pada Lehigh University di Pennsylvania. Ia memasukkan virus tersebut dalam sebuah komputer mainframe dengan bahasa Unix, dan mengontrol sistemnya setelah itu.
Sebenarnya Cohen bukan orang pertama yang ‘melahirkan’ virus. Sebelumnya di tahun 1982, seorang bocah 15 tahun bernama Rich Skrenta melakukan hal serupa. Ia berhasil menginfeksi komputer game Apple II dengan perantara floppy disk
.

Ulang Tahun Worm Blaster   (Virus)

Worm Blaster tercatat sebagai salah satu program jahat tipe Worm yang paling banyak beredar di dunia. Hari ulang tahun penemuan pertama ‘cacing digital’ itu jatuh di tanggal 11 Agustus.

Worm ini dikenal juga dengan nama Lovsan atau Lovesan. Penyebarannya yang luas terjadi pada komputer dengan sistem operasi Microsoft Windows XP dan Windows 2000. Diperkirakan ada lebih dari 100.000 sistem yang terinfeksi program ini.

Pertama kalinya program jahat ini dikenali adalah pada 11 Agustus 2003. Puncak penyebarannya terjadi pada 13 Agustus 2003.

Pada 29 Agustus 2003, remaja 18 tahun Jeffrey Lee Parson ditangkap karena menciptakan varian B dari Blaster. Ia dipenjara selama 18 bulan setelah mengaku bersalah.

(sumber: detikinet)

Ditulis pada Artikel, Berita | Tinggalkan Komentar

LOGO, LAGU & MASKOT 50 TAHUN GERAKAN PRAMUKA

Kwartir Nasional Gerakan Pramuka telah mengeluarkan penetapan Logo, Lagu dan Maskot dalam rangka kegiatan peringatan ke-50 Pramuka Tahun 2011.

Sesuai dengan Surat Keputusan Kwartir Nasional Nomor : 019 Tahun 2011 maka Logo, Lagu dan Maskot yakni :

  LOGO 50 TAHUN GERAKAN PRAMUKA

Penjelasan Makna Logo :

50 Tahun Gerakan Pramuka dalam usia 100 tahun Kepanduan di Indonesia menjadi Momentum memperkuat Gerakan Pramuka sebagai satu-satunya organisasi Kepramukaan yang menjadi wadah pembinaan kaum muda menuju kejayaan Indonesia dalam semangat dan jiwa persatuan dan kesatuan.

Warna :

  1. Merah lambang keberanian..
  2. Putih lambang kesucian.
  3. Ungu/ wulung lambang kematangan dan kecintaan.
  4. Kuning lambang kejayaan.
  5. Hitam lambang kekuatan dan keabadian.

MASKOT 50 TAHUN GERAKAN PRAMUKA

Penjelasan Makna Maskot :

Nama Maskot si Jambul,. Si Jambul diambil dari karakter atau ciri khas satwa yang dijadikan Maskot yaitu elang Jawa yang memiliki jambul di atas kepalanya.

3 helai bulu pada kepala melambangkan Trisatya.

10 Helai bulu pada sayap melambangkan Dasa Darma

5 helai bulu pada ekor melambangkan Pancasila.

Warna :

Warna pada maskot mengambil warna-warna dominasi coklat yang sudah menjadi identitas warna Gerakan Pramuka.

LAGU 50 TAHUN GERAKAN PRAMUKA


Ditulis pada Artikel, Informasi, Pramuka | Tinggalkan Komentar

Wakil Presiden Minta Gugus Depan Pramuka Diaktifkan Kembali

Wakil Presiden Boediono meminta gugus depan sebagai ujung tombak gerakan Pramuka di Indonesia untuk diaktifkan kembali, terutama gugus depan yang berbasis sekolah.

 ”Mari kita revitalisasi gerakan Pramuka. Kantor saya akan membantu penuh,” kata Boediono dalam sambutan acara Sosialisasi Nasional Undang-undang Nomor 12 Tahun 2010 tentang Gerakan Pramuka di Universitas Negeri Semarang, Sabtu (26/3).
Boediono mencatat ada beberapa cara untuk bisa mengaktifkan kembali gugus depan gerakan Pramuka. Di antaranya harus digalakkan lagi atau ditempatkan para pembimbing atau guru di gugus depan, harus disiapkan peralatan-peralatan yang bisa dipenuhi secara bertahap, serta penyiapan kurikulum atau bahan-bahan materi untuk pendidikan kepramukaan.
“Kurikulumnya harus di-update dengan cara menampilkan materi yang menarik tanpa meninggalkan substansi yang ada,” kata Boediono.
Boediono mengaku juga sudah berkomunikasi dengan jajaran kepolisian dan Tentara Nasional Indonesia untuk ikut membantu menggairahkan gerakan Pramuka. “Polri dan TNI siap jadi pendukung. Sangat welcome,” kata Boediono.
Di tempat yang sama, Menteri Pemuda dan Olahraga Andi Mallarangeng mengakui bahwa tak semua gugus depan gerakan Pramuka bisa eksis. “Dari 275 ribu gugus depan, sebagian hanya namanya saja. Paling hanya pakai seragam Pramuka pada hari Sabtu saja,” kata Andi.
Gerakan Pramuka perlu direvitalisasi, kata Andi, karena ada sebagian anak muda yang menganggap bahwa Pramuka telah kuno. Padahal, zaman saat ini sudah berubah. Daripada melakukan kegiatan-kegiatan yang banyak negatifnya, seperti narkoba atau geng motor, maka lebih baik gerakan Pramuka direvitalisasi agar pemuda tertarik.
Tak hanya soal materi kepramukaan, Andi juga menyinggung agar pakaian Pramuka dibuat bisa lebih seksi. “Apalagi, target anggota Pramuka adalah para remaja,” kata Andi.
Andi yakin jika ada revitalisasi Gerakan Pramuka maka gerakan ini akan semakin tetap eksis dan membesar. Apalagi, kata dia, dalam Undang-Undang Gerakan Pramuka dinyatakan bahwa satuan-satuan komunitas diperbolehkan membuat gerakan Pramuka.***(TEMPO Interaktif/Humas Kwarda )

Ditulis pada Artikel, Berita, Pramuka | Tinggalkan Komentar

Pemerintah Upayakan Gaji untuk Pembina Pramuka

Kementerian Pemuda dan Olahraga akan berupaya memperjuangkan alokasi dana untuk memberikan gaji bagi para pembina Gerakan Pramuka. Sebab, karena ketiadaan anggaran termasuk tak adanya gaji untuk para pembina Pramuka selama ini, membuat Gerakan Pramuka menjadi semakin redup.

“Ke depan pembina (Pramuka) harus digaji. Kita coba untuk alokasikan anggaran itu,” kata Deputi II Bidang Pengembangan Pemuda Kementerian Pemuda dan Olahraga, Zubakhrum Tjenreng di sela-sela sosialisasi Undang-undang Nomor 12 Tahun 2010 tentang Gerakan Pramuka di Semarang, Jawa Tengah, Sabtu, 26 Maret 2011.
Kementerian Pemuda dan Olahraga berjanji akan mencarikan jalan keluar bagaimana pembiayaan gaji untuk para pembina Gerakan Pramuka. Apalagi, dalam UU Gerakan Pramuka yang baru, disebutkan bahwa anggaran untuk Gugus Depan Gerakan Pramuka, termasuk gaji untuk pembina Pramuka, bisa dialokasikan dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara maupun anggaran daerah.
Zubakhrum menambahkan, bisa saja untuk menggaji para pembina Gerakan Pramuka ada pembagian antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah. Zubakhrum belum bisa menyebut berapa kebutuhan dana yang diperlukan untuk menggaji para pembina pramuka itu. “Masih dalam kalkulasi kita. Belum tahu persis berapa kebutuhannya,” kata Zubakhrum.
Saat ini, Kementerian Pemuda dan Olahraga masih terus melakukan sosialisasi Undang-Undang Gerakan Pramuka. Setelah itu, kata Zubakhrum, kementerian akan mendorong penyelesaian penyusunan anggaran dasar dan anggaran rumah tangga gerakan kepemudaan tersebut.
Sebelumnya, dalam sambutannya membuka acara sosialisasi, Menteri Pemuda dan Olahraga Andi Malaranggeng menyatakan banyak Gugus Depan Gerakan Pramuka yang tak berjalan dengan baik. “Dari 275 ribu gugus depan, sebagian hanya namanya saja. Paling hanya pakai seragam Pramuka pada hari Sabtu saja,” kata menpora.***(TEMPO Interaktif/Humas Kwarda)

Ditulis pada Artikel, Berita, Pramuka | Tinggalkan Komentar

Universitas Hasanuddin Siap Awasi Ujian Nasional 2011

Universitas Hasanuddin siap mengawasi pelaksanaan Ujian Nasional (UN) SMA/MAN/SMK yang berlangsung antara 18 s.d.21 April 2011. Ujian SMA berlangsung 4 hari (18 s.d.21 April) sementara SMK berlangsung 3 hari (18 s.d. 20 April 2011).

Tahun ini jumlah peserta UN di Sulsel sebanyak 64.180 orang, terdiri atas SMA 53.579 orang, MA 10.472 orang, dan SMK sekitar`30.000 orang. Sementara sekolah yang siswanya mengikuti UN masing-masing SMA 461, MA 300, dan SMK 295. Sedangkan penyelenggara terdiri atas SMA 407, MA 75, dan SMK 223, total 705 sekolah penyelenggara.

Dalam pelaksanaan pengawasan ini, Unhas akan menyiapkan tenaga sebanyak sekolah penyelenggara, yakni 705 tenaga pengawas ditambah 25 orang yang ditetapkan sebagai koordinator di kabupaten/kota. Unhas dalam pelaksanaan pengawasan ini akan dibantu tenaga pengawas dari Politeknik Negeri Ujungpandang, Politani Pangkep, dan UIN masing-masing menyertakan 50 orang tenaga pengawas

http://unhas.ac.id/index.php/component/content/article/459-unhas-siap-awasi-un
Ditulis pada Artikel, Berita | Tinggalkan Komentar

UNM Terima Kunjungan Legislator Wajo Terkait Aspirasi PGSI

Rombongan legislator asal Wajo diterima langsung oleh Rektor UNM, Prof. Dr. Arismunandar, M. Pd., didampingi Pembantu Rektor I UNM, Prof. Sofyan Salam, Ph. D., Pembantu Rektor II UNM, Prof. Dr. Andi Ikhsan, Pembantu Rektor IV UNM, Dr. Nurdin Noni, Direktur P3G UNM, Prof. Dr. Eko Sujiono, Ketua LPM UNM, Prof. Dr. Muhammad Ardi, dan staf pengajar di lingkungan UNM.

Pertemuan antara akademisi dan politisi itu berlangsung hangat, bertempat di Ruang Rapat Guru Besar UNM, Gedung Rektorat UNM Lantai 3, pada Kamis (7/04). Rombongan legislator Wajo yang berjumlah sepuluh orang dipimpin oleh Sekretaris Komisi III DPRD Kabupaten Wajo, H. Agustang.

Melalui kunjungannya, H. Agustang bersama rombongan membahas program Sertifikasi Guru yang saat ini ditangani UNM, beberapa pertanyaan sekaitan program itu dilontarkan ke forum, dan mendapatkan tanggapan langsung dari penanggungjawab program Sertifikasi Guru Rayon 24 UNM, Prof. Dr. Eko Sujiono.

Sebelum bertolak ke UNM, legislator Wajo menerima aspirasi dari Persaudaraan Guru Sejahtera Indonesia (PGSI) Kabupaten Wajo yang menyakan berbagai hal sekaitan program Sertifikasi Guru (Sergu), aspirasi inilah yang coba diteruskan ke UNM sebagai penanggungjawab pelaksanaan Sergu di daerah Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat.

Ketua Panitia Sertifikasi Guru Rayon 24 UNM, Prof. Dr. Eko Sujiono, memanfaatkan pertemuan itu untuk memaparkan program Sergu khususnya informasi yang berkaitan dengan Kabupaten Wajo, ”Kuota Wajo di tahun 2011 sebanyak 524, yang berhak mengisi kuota itu adalah guru dalam jabatan baik yang berstatus PNS maupun Non PNS yang memenuhi persyaratan seperti usia, masa kerja, tugas pokok, tugas tambahan, dan prestasi,” terang Ketua Panitia Sertifikasi Guru Rayon 24 UNM, Prof. Dr. Eko Sujiono.

Mekanisme Sertifikasi Guru untuk tahun 2011 akan berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Tahun ini, guru yang melewati seleksi portofolio jumlahnya hanya 1% dan diperuntukkan khusus bagi guru berprestasi. Selainnya itu, akan melewati Pendidikan Profesi Guru sebelum dinyatakan lulus dan berhak menerima Sertifikat Pendidik

http://unm.ac.id/index.php/component/content/article/4-baru/186-unm-terima-kunjungan-legislator-wajo
Ditulis pada Berita, Informasi | Tinggalkan Komentar

Dewan Kehormatan DPR Bakal Tindak Arifianto

Arifianto ©Mohamad Irfan Media Indonesia

Anggota Dewan Perwakilan Rakyat dari fraksi PKS ini tentu tengah harap-harap cemas. Ya, Arifianto yang mana merupakan anggota komisi V DPR RI kedapatan tengah asyik membuka akun berisi konten porno ketika sedang rapat paripurna, kini menjadi topic panas yang mana mempertaruhkan nama baiknya dan kelembagaan DPR.

 Kali ini DPR yang kebakaran jenggot segera bertindak cepat. Seperti dilansir oleh Mediaindonesia.com, BK DPR bakal memeriksa pria tersebut meski tanpa laporan dari masyarakat.

 ”Semua akan kami lakukan. Permintaan konfirmasi dan pemeriksaan dapat dilakukan. Kan pemberitaan yang beredar ini juga merupakan laporan,” ucap Nudirman Munir, Wakil Badan Kehormatan DPR, Jumat (08/04).

Anggota DPR RI ini mengungkapkan bahwa ia hanya beberapa detik membuka situs tersebut. Namun entah ini benar atau hanya sekedar mencoba berkelit, yang pasti saat ini nama anggota DPR sudah semakin tercoreng dengan ulahnya tersebut.

Seperti di lansir di Kompas.com, pria ini melakukan klarifikasi. “Saya lagi ada email masuk di Galaxy (Samsung Galaxy Tab) saya. Saya lihat kan email masuk ketauan kan. Pas saya buka ternyata ada link. Link itu saya buka ternyata gambarnya gambar gak benar,” ucapnya

http://www.kapanlagi.com/showbiz/selebriti/dewan-kehormatan-dpr-bakal-tindak-arifianto.html
Ditulis pada Artikel, Berita, Tak Berkategori | 1 Komentar

Profesor Termuda di Amerika, Ternyata orang Indonesia

Nelson Tansu meraih gelar Profesor di bidang Electrical Engineering di Amerika sebelum berusia 30 tahun. Karena last name-nya mirip nama Jepang, banyak petinggi Jepang yang mengajaknya “pulang ke Jepang” untuk membangun Jepang. Tapi Prof. Tansu mengatakan kalau dia adalah pemegang paspor hijau berlogo Garuda Pancasila. Namun demikian, ia belum mau pulang ke Indonesia . Kenapa?
Nelson Tansu lahir di Medan , 20 October 1977. Lulusan terbaik dari SMA Sutomo 1 Medan. Pernah menjadi finalis team Indonesia di Olimpiade Fisika. Meraih gelar Sarjana dari Wisconsin University pada bidang Applied Mathematics, Electrical Engineering and Physics (AMEP) yang ditempuhnya hanya dalam 2 tahun 9 bulan, dan dengan predikat Summa Cum Laude. Kemudian meraih gelar Master pada bidang yang sama, dan meraih gelar Doktor (Ph.D) di bidang Electrical Engineering pada usia 26 tahun. Ia mengaku orang tuanya hanya membiayai-nya hingga sarjana saja. Selebihnya, ia dapat dari beasiswa hingga meraih gelar Doktorat. Dia juga merupakan orang Indonesia pertama yang menjadi Profesor di Lehigh University tempatnya bekerja sekarang.
Thesis Doktorat-nya mendapat award sebagai “The 2003 Harold A. Peterson Best ECE Research Paper Award” mengalahkan 300 thesis Doktorat lainnya. Secara total, ia sudah menerima 11 scientific award di tingkat internasional, sudah mempublikasikan lebih 80 karya di berbagai journal internasional dan saat ini adalah visiting professor di 18 perguruan tinggi dan institusi riset. Ia juga aktif diundang sebagai pembicara di berbagai even internasional di Amerika, Kanada, Eropa dan Asia .
Karena namanya mirip dengan bekas Perdana Menteri Turki, Tansu Ciller, dan juga mirip nama Jepang, Tansu, maka pihak Turki dan Jepang banyak yang mencoba membajaknya untuk “pulang”. Tapi dia selalu menjelaskan kalau dia adalah orang Indonesia . Hingga kini ia tetap memegang paspor hijau berlogo Garuda Pancasila dan tidak menjadi warga negara Amerika Serikat. Ia cinta Indonesia katanya. Tetapi, melihat atmosfir riset yang sangat mendukung di Amerika , ia menyatakan belum mau pulang dan bekerja di Indonesia . Bukan apa-apa, harus kita akui bahwa Indonesia terlalu kecil untuk ilmuwan sekaliber Prof. Nelson Tansu.
Ia juga menyatakan bahwa di Amerika, ilmuwan dan dosen adalah profesi yang sangat dihormati di masyarakat. Ia tidak melihat hal demikian di Indonesia . Ia menyatatakan bahwa penghargaan bagi ilmuwan dan dosen di Indonesia adalah rendah. Lihat saja penghasilan yang didapat dari kampus. Tidak cukup untuk membiayai keluarga si peneliti/dosen. Akibatnya, seorang dosen harus mengambil pekerjaan lain, sebagai konsultan di sektor swasta, mengajar di banyak perguruan tinggi, dan sebagianya. Dengan demikian, seorang dosen tidak punya waktu lagi untuk melakkukan riset dan membuat publikasi ilmiah. Bagaimana perguruan tinggi Indonesia bisa dikenal di luar negeri jika tidak pernah menghasilkan publikasi ilmiah secara internasional?
Prof. Tansu juga menjelaskan kalau di US atau Singapore , gaji seorang profesor adalah 18-30 kali lipat lebih dari gaji professor di Indonesia . Sementara, biaya hidup di Indonesia cuma lebih murah 3 kali saja. Maka itu, ia mengatakan adalah sangat wajar jika seorang profesor lebih memilih untuk tidak bekerja di Indonesia . Panggilan seorang profesor atau dosen adalah untuk meneliti dan membuat publikasi ilmiah, tapi bagaimana mungkin bisa ia lakukan jika ia sendiri sibuk “cari makan”.

http://forum.vivanews.com/showthread.php?t=95914
Ditulis pada Berita, Informasi | Tinggalkan Komentar

Ketika Udin Merokek di Dunia Maya



Video Udin Sedunia. Setelah kemunculan Keong Racun oleh Sinta dan Jojo yang fenomenal di Youtube, kini muncul lagi sosok yang fenomenal, Udin Sedunia. Udin menjadi artis dadakan, setelah dia mengupload video klipnya di Youtube.
Dalam video klip maupun lirik-liriknya sangatlah kocak. Video Udin Sedunia sangatlah menghibur bagi yang melihat maupun mendengar lirik-lirik lagu yang dibawakan olehnya. Dengan kekocakkannya itu Udin Sedunia sempat membuat heboh dunia maya.
Berikut lirik lagu udin sedunia :
“ini lagu tentang sebuah nama..”
“kata orang udin nama kampungan”
“jadi lagu enak juga didengar”
“kalau gak percaya, simak dengan seksama”

“udin yang pertama, namanya Awaludin”
“udin yang suka di kamar, namanya Kamarudin”
“udin yang hidup di jalanan, namanya Jalaludin”
“udin penggembala, namanya Sapiudin”

“moooooo…”

“Udin Udin, namamu norak tapi terkenal”
“Udin Udin, walaupun norak banyak yang sukahahahaha..”

“Udin yang sering ke masjid, namanya Alimudin”
“Udin yang rajin berdoa, namanya Aminudin”
“Udin yang agak stress, namanya Sarapudin”
“Udin yang tidak stress, namanya Sadarudin”

“Udin Udin, namamu norak tapi terkenal”
“Udin Udin, walaupun norak banyak yang sukahahahaha..”

“Udin yang penjual nasi, namanya Nashirudin”
“Udin yang suka ke WC, namanya Tahirudin”
“Udin yang suka telepon, namanya Hapipudin”
“Udin yang jadi teroris, namanya!!!”
“Noordin M Top!”

“Udin Udin, namamu norak tapi terkenal”
“Udin Udin, walaupun norak banyak yang sukahahahaha..”

“Udin yang terakhir… namanya Akhirudin…”

http://www.wartaberita.net/2011/03/video-udin-sedunia.html
Ditulis pada Berita, Informasi | Tinggalkan Komentar

Advertorial

INNA LILLAHI WA INNA ILAIHI RAJIUN

KELUARGA BESAR “CEMARA SCOUT” SMA NEGERI 1 MANIANGPAJO

MENYAMPAIKAN BELASUNGKAWA ATAS BERPULANGNYA KERAHMATULLAH

SRI RAHAYU

(Ketua Ambalan M.C. Tiahahu Periode 2007/2008)

PADA HARI KAMIS, 7 APRIL 2011 DI MAKASSAR

SEMOGA AMAL IBADAHNYA DITERIMA DISISI ALLAH SWT DAN KEPADA KELUARGA YANG DITINGGALKAN SENANTIASA DIBERIKAN KESABARAN DAN KETABAHAN

Ditulis pada Pramuka | Tinggalkan Komentar

PP No. 11 Tahun 2011

Sebuah kesyukuran bagi PNS dengan dikeluarkannya PP No. 11 Tahun 2011 tentang Perubahan Ketigabelas PP No. 7 Tahun 1977 Tentang Peraturan Gji PNS.

Untuk mengunduh PP tersebut silakan klik berikut ini:

  1. PP_NO._11_TAHUN_2011_GAJI_PNS
  2. LAMPIRAN PP No. 11
Ditulis pada Berita, Informasi | Tinggalkan Komentar

DPRD MERESPON TUNTUTAN PGSI WAJO

Komisi III DPRD Wajo menindaklanjuti  protes pengurus Persaudaraan Guru Sejahtera Indonesia (PGSI) Wajo, terkait pengelolaan sertifikasi guru yang tidak sesuai PP No 25 tahun 2010. Keluhan itu muncul saat rapat kerja DPRD dengan Dinas Pendidikan (Disdik) Wajo, pekan lalu.

Raker tersebut ditindaklanjuti kembali secara tertutup dengan menghadirkan pengurus PGSI, Senin, 21 Maret. Sebelumnya, PGSI memprotes pembayaran sertifiksi guru yang mengacu pada aturan lama atau gaji pokok lama, yakni PP No 8/2009. Padahal seharusnya mengacu pada gaji pokok baru sesua PP No 25/2010, sehingga ada kekuarangan dana yang diterima oleh masing-masing guru.

Sekretaris Komisi III, Agustan Ranreng mengatakan, pembayaran tunjangan sertifikasi yang  tidak sesuai aturan disebabkan masa transisi pembayaran dari pusat ke kabupaten.

Sebab, sebelumnya, kata dia, dananya ditransfer langsung ke rekening guru, tapi karena ada aturan baru sehingga harus masuk ke kas daerah dulu baru ditransfer ke rekening guru.

Menurut Agustan, total selisih anggaran tunjangan sertifikasi yang tidak terbayarkan Rp2 miliar sejak 2010. Seharusnya yang dibayarkan adalah Rp38 miliar, tapi dana yang ditransfer dari pusat hanya Rp36 miliar saja.

“Ini kekeliruan dari pusat karena dana yang ditransfer tidak mencukupi, sehingga ada selisih anggaran sebesar Rp2 miliar yang tidak terbayarkan. Tapi, tetap akan dibayarkan nanti, kami akan perjuangkan sampai ke pusat pembayaran selisihnya,” ujarnya.

Meski begitu, Komisi III menekankan kepada Disdik agar melakukan pemutakhiran data, agar data jumlah penerima tunjangan sertifikasi yang dikirim ke pusat betul-betul valid.

Data yang diperoleh dari Disdik, jumlah penerima sertirifikasi guru di Wajo ada 1.888 orang.

Ketua PGSI Wajo, Syamsul Bachri mengatakan, pihaknya akan mengawal persoalan ini hingga ke pusat, sampai betul-betul apa yang menjadi haknya bisa terbayarkan. 

“Kami berharap agar pembayaran ke depan sudah harus sesuai aturan main yang ada karena sebelum-sebelumnya sudah jelas tidak sesuai dengan peraturan,” harapnya.

http://www.fajar.co.id/read-20110321150357-dewan-merespons-tuntutan-guru
Ditulis pada Artikel | Tinggalkan Komentar

Launching Logo 19 Tahun Kampus Cemara

MAKNA LOGO:

  • Seorang siswa mengangkat dua jempol tangan,  sebagai pembuktian bahwa SMA Negeri 1 Maniangpajo mampu memberikan yang terbaik untuk peserta didiknya
  • Logo Kampus Cemara “SMA Negeri 1 Maniangpajo” diibaratkan sebagai kepala bermakna bahwa warga kampus cemara berotak cemerlang, berdedikasi tinggi, dan siap bersaing
  • Angka 19 pada dasi bermakna bahwa SMA Negeri 1 Maniangpajo pada tahun 2011 genap berumur 19 tahun
  • Tulisan SMA 1 Maniangpajo Lebih Bisa! Merupakan sebuah tekad warga Kampus Cemara dalam membangun dunia pendidikan menuju tercapainya poemanfaatan Sumber Daya Manusia yang berkualitas
  • Tulisan BERINOVASI – BERKREASI – BERPRESTASI adalah Tema Peringatan 19 Tahun Kampus Cemara SMA Negeri 1 Maniangpajo

(Logo Oleh: Yasser A. Amiruddin)

 

Ditulis pada Informasi, Kampus Cemara | Tinggalkan Komentar

Bupati Wajo di Facebook

Ini Deretan Status Bupati Wajo pada salah satu group yang terbentuk di situs jejaring sosial “Facebook” hari ini, Sabtu, 19 Maret 2011

Ditulis pada Artikel, Berita | Tinggalkan Komentar

PGSI Protes Pembayaran Tunjangan Sertifikasi

Pengurus Persaudaraan Guru Sejahtera Indonesia (PGSI) Wajo menyambangi gedung  Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD), Rabu 9 Maret. Mereka mempersoalkan pengelolaan tunjangan sertifikasi guru yang dianggapnya  tidak sesuai aturan.

Mereka mencontohkan pembayaran tunjangan sertifikasi tidak mengacu ke  gaji pokok sesuai Peraturan Pemerintah (PP) No. 25/2010. Pengelola, Dinas Pendidikan masih mengacu ke gaji pokok  lama berdasarkan PP No. 8/2009.

Ketua PGSI Wajo, Syamsul Bachri menyebutkan belum ada penjelasan resmi tentang hal itu sampai sekarang. Alasannya tidak ada anggaran. Jika sesuai aturan harusnya pembayaran mengacu pada pokok gaji terakhir. Namun yang terbayarkan hanya berdasarkan gaji pokok lama.

Mengenai besaran yang harus diterima lanjutnya,  tergantung golongan  guru bersangkutan. Misalnya guru bergolongan IV/a dengan mengacu ke aturan baru seharusnya tunjangan yang diterima sebesar Rp2.686.800. Namun dengan mengacu pada aturan lama, jadinya yang diterima hanya Rp2.551.800.

Dengan demikian ada selisih Rp135.000. Pembayarannya juga dirapel setiap enam bulan. Padahal seharusnya setiap bulan. Di beberapa daerah tidak seperti itu. Mereka membayar tunjangan sertifikasi dengan aturan baru. “Ini sangat merugikan kami, kenapa mesti harus demikian,” ujar Syamsul Bachri.

Bukan hanya itu, PGSI juga menyoroti transfer uang  melalui rekening tanpa tanda tangan yang bersangkutan sebagai penerima. Menurut Syamsul, cara kerja itu jelas  pelanggaran secara administrasi, apalagi uang negara.

Dalam tanggapannya, Kasi Manajemen Pra-Sekolah Disdik yang panitia pendaftaran sertifikasi guru Wajo, Mahdi menuturkan aturan yang digunakan Disdik dengan instansi lain sama.

Pencairan dananya ditangani Kasubag Keuangan. Memang Disdik pernah kekurangan anggaran. Saat itu ada  yang tidak terbayarkan tunjangannya dengan alasan dananya habis.

Untuk membayarkan kekurangan tunjangan 87 guru itu lanjutnya, terpaksa memakai  aturan lama. Selebihnya teknisnya ditangani bagian keuangan. “Kami hanya  menangani pendaftaran sampai sertifikasi beres,” kilah Mahdi.

Kasubag Keuangan Disdik, Kurniana  mengaku pernah membayarkan tunjangan sertifikasi dengan mengacu ke peraturan gaji pokok baru tahap pertama,  Agustus 2010 lalu,  Namun dana dari pusat tidak cukup. Ada 87 guru yang tidak terbayarkan tunjangannya.

Setelah dilaporkan ke pusat kekurangan itu menurut dia, ternyata uang yang dikirim pada tahap kedua jumlahnya tetap sama. Karena itu, pembayaran mengacu pada gaji pokok lama. “Saya rasa itu bukan pelanggaran. Lebih melanggar lagi kalau  hak orang tidak terbayarkan,” jelasnya.

Dalam tanggapannya, Ketua Komisi II DPRD Wajo, Baso Syamsurijal yang menerima para guru itu berjanji kasus itu menjadi bahan evaluasi anggota dewan ke depan. Apalagi sertifikasi sudah masuk APBD. Masalah itu juga diserahkan  ke Komisi III yang membidangi masalah kesejahteraan rakyat.

“Nanti ditindaklanjuti Komisi III. Biar komisi itu yang cermati, terutama tentang pemutakhiran data. Memang perlu ada pemutakhiran data,” tandasnya

Ditulis pada Berita | Tinggalkan Komentar

BANGSAWAN PARE PARE DIMUTILASI



Jenazah dibuang di Kabupaten Wajo dan Kabupaten Sidrap

Petta Ondong (63) Perawan tua, kerabat Saoraja Mattanro Pare Pare ditemukan jadi mayat dengan dimutasi beberapa bagian. Potongan tubuh korban ditemukan kali pertama disaluran irigasi sebuah areal persawahan di perbatasan Kabupaten Sidrap – Kabupaten Wajo di Dusun Bampengnge Desa Kalosi Kecamatan Duapitue Kabupaten Sidrap, , Sabtu (5/3/2011) sekitar pukul 15.00 Wita.

Saat ditemukan, badan korban yang hanya berupa leher hingga pinggang tanpa kepala dan kedua lengan serta kakinya sedang mengapung. Pada bagian tubuh tersebut itupula ditemukan tiga tusukan yang terletak pada dada kiri, ulu hati, dan punggung. Selain itu terdapat pula luka memar pada dada kanan dan punggung.

Lokasi penemuan mayat tersebut terletak di daerah perbatasan Kabupaten Sidrap dengan Kabupaten Sidrap, sehingga proses evakuasi melibatkan polsek Maniangpajo Kab. Wajo dan Polsek Duapitue Kab. Sidrap. Meski demikian, potongan tubuh korban dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah Lamaddukkelleng Sengkang untuk keperluan pemeriksaan lebih lanjut.

Jenazah korban ditemukan oleh seorang petani yang juga Kepala Desa Kalosi H. Ahmad. Menurutnya, saat itu dirinya beranjak pulang dari sawahnya, tiba-tiba melihat benda yang sedang terapung dan setelah dihampirinya ternyata sesosok mayat yang tidak berkepala serta kehilangan kedua kaki dan tangannya

Keeseokan harinya, Ahad (6/3/2011) sekitar pukul 15.30 Wita oleh Anggota Polsek Maniangpajo setelah menyisir saluran irigasi, kembali menemukan potongan tubuh berupa pinggang hingga lutut. Lokasi penemuannya sekitar 200 meter dari lokasi penemuan pertama. Saat itu terdapat tiga keluarga yang mengaku dari Pare Pare, Barru dan Soppeng yang dating melapor kehilangan anggota keluarganya. Namun, karena korban belum bisa diidentifikasi sehingga polisi belum mengungkap data diri korban. “ciri-ciri yang sama dari laporan mereka, hanyalah jenis kelaminnya. Sehingga masih perlu pemeriksaan lebih lanjut” ungkap salah seorang anggota polisi.

Sosok korban baru mulai terungkap setelah ditemukan potongan kepala di sebuah tong sampah dipusat ibukota pemerintahan Kabupaten Sidrap. Senin (7/3/2011) oleh Lambe, salah seorang petugas kebersihan Kabupaten Sidrap, sekitar pukul 10.00 Wita. Lokasinya tepat di depan Gedung Juang 45, Jalan jenderal Sudirman Kecamatan Maritengngae Pangkajene. Lokasinya tidak jauh dari rumah jabatan Kapolres Sidrap

Saat ditemukan, potongan kepala korban dibungkus karung goni dan kantong plastik hitam. Saat diinformasikan, dalam waktu sekejap lokasi dikerumuni oleh warga yang ingin melihat langsung kejadian tesebut. Namun, polisi lebih bertindak cepat untuk mengamankan tong sampah tersebut dan sekaligus membawa potongan kepala tersebut ke Rumah Sakit Nene Mallomo Pangkajene untuk diidentifikasi.

Salah seorang kerabat, setelah melihat potongan kepala korban, meyakini bahwa korban adalah Petta Ondong. Keyakinan tersebut kemudian diperkuat hasil autopsi dan uji mixing foto tim forensik Polda Sulselbar yang membenarkan bahwa 99% potongan tubuh yang ditemukan di Kabupaten Wajo dan Kabupaten Sidrap tersebut adalah tubuh Petta Ondong. Pihak Polresta Pare Pare juga telah melakukan pemeriksaan di rumah korban.

Petta Ondong selama 15 tahun terakhir hidup seoang diri disebuah “Rumah Arung” di Jalan Andi Mangkau Ujung Sabbang Kota Pare Pare. Rumah tersebut sekaligus pernah ditempati oleh Mantan Walikota Pare Pare H. Basrah Hafid saat remaja yang memang adalah kemanakannya.

Andi Ondong dikenal sebagai keluarga bangsawan dan merupakan pewaris di Saoraja Mattanro Pare Pare. Namun hingga ajal menjemputnya, beliau belum menikah. Beliau merupakan satu-satunya anak perempuan dari enam bersaudara. Salah seorang saudara kandungnya adalah Mantan Asisten I Pemkot Pare Pare yang juga pernah dicalonkan sebagai Wakil Walikota Pare Pare, H. A. Bustan AD.

Menurut informasi dari pihak keluarga, Petta Ondong diketahui menghilang pada pagi hari saat akan diajak ke Makassar untuk melayat salah seorang keluarganya yang meninggal dunia. Namun setelah pintu diketuk berkali-kali tidak ada jawaban, maka pihak keluarga berinisiatif untuk masuk kerumah lewat jendela. Namun, yang ditemukan hanya kipas angin dan televisi dalam keadaan menyala, sementara Petta Ondong sudah tidak ada dirumah. Selain itu, juga ditemukan darah berceceran dilantai ruang tamu, pintu lantai bawah dan pada anak tangga dekat kamar mandi bagian bawah rumah serta dibelakang rumah.

Pihak keluarga juga melaporkan bahwa telah mencurigai salah seorang pelaku memiliki ciri-ciri berambut panjang, berlogat Makassar, dan mengendarai motor vega warna silver. Hal tersebut terkuak setelah salah seorang tetangga yang juga tukang kunci mengaku sempat membantu mencarikan kunci motor orang tersebut yang hilang sekitar pukul 03.00 dini hari.

Hingga berita ini dikirim, pihak Polres Wajo, Polres Sidrap, dan Polres Pare Pare masih mencari potongan tubuh lain yang belum ditemukan sekaligus menyelidiki motif dari pembunuhan tersebut. Kuat dugaan, pembunuhan ini bermotif dendam atau harta warisan, karena dua minggu terakhir oleh para tetangga sering menemui korban bertengkar dengan kemanakannya sendiri. Sementara potongan tubuh yang sudah ditemukan, disatukan di Rumah Sakit Bhayangkara Makassar.

Ditulis pada Berita | Tinggalkan Komentar

CINTA Samadengan Cindolo Na Tape

Sutradara                : Rusmin Nuryadin
Penulis Naskah    : Wahyudi
Lokasi Film             : Makassar
Pemain                       : A. Thezar Resandy, Edna Triwahyuli, Brillian  Rexy Sondakh

 

Sabtu (19/2/2011) kemarin, saya mendapatkan sebuah copyan film indie dari salah seorang siswa SMA Negeri 1Maniangpajo. Awalnya yang bersangkutan meminjam flashdisc mungilku untuk mengopi film tersebut dari laptop temannya. Entah sengaja atau tidak, copy-an tersebut masih tersimpan dalam flashdiscku saat barang tersebut dikembalikan. Saat senggang saya mencoba untuk memutar film tersebut, malah ketagihan untuk memutar film tersebut hinggalima kali putaran.

Diakhir film, terlihat jelas film indie produksi rumah media ini diproduksi pada tahun 2009. Sebuah judul yang tidak biasa, unik dan sangat menarik. Cindolo Na Tape, kata yang sudah biasa bagi telinga warga Bugis – Makassar, tapi jadi tidak biasa karena kehadiran film satu ini.

Cinta Samadengan Cindolo Na Tape bercerita tentang kehidupan Timi (A. Thezar Resandy), yang seorang siswa kelas 1 salah satu SMP Negeri di kota Makassar. Kehidupannya benar-benar ordinary teenager, terutama tentang persahabatannya yang sangat solid dengan Ian (Brillian Rexy Sondakh) dan ketika dia jatuh cinta dengan seorang cewek bernama Tenri (Edna Triwahyuli). Kehidupan para remaja, seperti Timi, kadangkala dianggap berbeda oleh para orang dewasa di sekitarnya, hingga mereka berusaha untuk mencaritahu sendiri bagaimana cara mereka bersikap, berperilaku, dan berpikir agar dapat diterima oleh para orang dewasa dan tidak dipandang sebelah mata lagi oleh para orang dewasa di sekitarnya.

Kelebihan dari film indie ini adalah dari segi budaya lokal yang mereka angkat dan dari segi penyutingannya. Budaya lokal Makassar yang sangat terkenal dengan logatnya yang khas sangat kental mewarnai film ini. Sangat polos dan apa adanya dalam bertutur.

Hanya saja, yang disesalkan dalam film indie ini, memperlihatkan sebuah tingkah yang tidak berkarakter. Timi dan Ian beradegan merokok, minum  minuman keras, membayar pete-pete dengan uang yang tidak sesuai dengan tarif, mengakses situs porno yang seakan-akan membolehkan adegan-adegan tersebut dilakukan oleh pelajar khususnya siswa kelas 1 SMP. Tapi, apapun itu, inilah sebagian tingkah laku pelajar kita disaat sekarang. Film indie ini benar-benar telah membawa alam nyata kedalam dunia film. Rugi kalau tidak nonton, utamanya bagi penghuni dunia di AREAL BUGIS-MAKASSAR.

 

Ditulis pada Artikel | Tinggalkan Komentar

“Sunat/Khitan Perempuan” Ternyata Berbahaya

anatomi vagina wanitaSunat Perempuan berbeda dengan sunat atau khitan pada laki-laki yang jelas mendatangkan manfaat, antara lain mencegah terjadinya infeksi dan kanker, khitan perempuan sama sekali tidak memiliki manfaat kesehatan; yang ada justru membahayakan dan dapat berisiko kematian.

“Khitan bagi perempuan tidak ada manfaatnya sama sekali. Karena itu, fakultas kedokteran tidak ada yang mengajarkan khitan untuk wanita. Kecil atau tidaknya tindakan yang dilakukan, karena berada dalam area sensitif wanita, hal itu dinilai sangat berbahaya. Mulai dari pembedahan sampai anastesi, yang paling parah dari khitan bisa menimbulkan kematian,” kata dr Artha Budi Susila Duarsa, M Kes, dari Lembaga Studi Kependudukan dan Gender Universitas YARSI pada buku Khitan Perempuan: Dari Sudut Pandang Sosial, Budaya,Kesehatan, dan Agama.

Khitan perempuan menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) terbagi atas empat. Tipe 1, yaitu memotong seluruh bagian klitoris (bagian mirip penis pada tubuh pria). Tipe 2, memotong sebagian klitoris. Tipe 3, menjahit atau menyempitkan mulut vagina (infibulasi) dan, tipe 4, menindik, menggores jaringan sekitar lubang vagina, atau memasukkan sesuatu ke dalam vagina agar terjadi perdarahan dengan tujuan memperkencang atau mempersempit vagina.

Meskipun pemberlakuan khitan perempuan di Indonesia hanya pada batas tipe 4, menurut dr Artha, pemotongan klitoris sendiri tidak boleh terjadi. Karena klitoris memainkan peran penting dalam meningkatkan kenikmatan seksual seorang perempuan. Selain itu, melalui klitoris, ekskresi kelenjar dapat terjadi di sekitar vagina.

Tidak mengubah bentuk klitoris dinilai dr Artha sangat penting karena letak klitoris yang dikelilingi oleh saraf menyebabkannya menjadi sangat peka secara seksual. Menghilangkan klitoris akan menurunkan kepekaan perempuan terhadap rangsangan seksual. Klitoris juga berefek pada lubrikasi vagina. Semakin banyak lubrikasi pada vagina, perempuan akan semakin siap ketika penis dimasukkan. Jika tidak ada klitoris, maka vagina akan kering dan masuknya penis akan menyebabkan rasa sakit pada vagina sehingga timbul ketakutan pada perempuan untuk melakukan hubungan badan berikutnya.

Hal yang sama juga terjadi jika yang dilakukan adalah infibulasi. Labia minora (kulit luar) juga dipenuhi dengan saraf yang membuat bagian ini sensitif terhadap rangsangan seksual. Seperti klitoris, memotong labia minora juga akan membuat perempuan kurang peka terhadap stimulasi seksual.

Semuanya ini menyulitkan perempuan untuk mencapai orgasme. Menjahit mulut vagina akan menghambat masuknya penis. Rasa sakit yang dialami perempuan akan mengerikan dan jika penis berhasil melakukan penetrasi, akan menyebabkan pendarahan

Tingginya risiko kematian pada khitan perempuan membuat Pemerintah Indonesia secara tegas melarang khitan bagi perempuan karena melanggar UU Kekerasan terhadap Perempuan.

Peraturan serupa juga diberlakukan parlemen Mesir yang mengesahkan UU tentang pelarangan khitan perempuan. Bagi yang melanggar akan dikenai denda 185 dollar AS sampai 900 dollar AS dan kurungan penjara antara 3 bulan dan 2 tahun. Namun, di Asia, praktik khitan sendiri hingga saat ini masih dilakukan di Pakistan, India, Banglades, dan Malaysia.

Dampak jangka pendek khitan pada perempuan:

  1. Perdarahan yang mengakibatkan shock atau kematian
  2. Infeksi pada seluruh organ panggul yang mengarah pada sepsis
  3. Tetanus yang menyebabkan kematian
  4. Gangrene yang dapat menyebabkan kematian
  5. Sakit kepala yang luar biasa mengakibatkan shock
  6. Retensi urine karena pembengkakan dan sumbatan pada uretra.

Dampak jangka panjang adalah :

  1. Rasa sakit berkepanjangan pada saat berhubungan seks
  2. Penis tidak dapat masuk dalam vagina sehingga memerlukan tindakan operasi
  3. Disfungsi seksual (tidak dapat mencapai orgasme pada saat berhubungan seks)
  4. Disfungsi haid yang mengakibatkan hematocolpos (akumulasi darah haid dalam vagina), hematometra (akumulasi darh haid dalam rahim), dan hematosalpinx (akumulasi darah haid dalam saluran tuba)
  5. Infeksi saluran kemih kronis
  6. Inkontinensi urine (tidak dapat menahan kencing)
  7. Bisa terjadi abses, kista dermoid, dan keloid (jaringan parut mengeras)
http://surgaku.com/2010/07/sunatkhitan-perempuan-ternyata-berbahaya/
Ditulis pada Tak Berkategori | Tinggalkan Komentar

SUMBER ISU YANG MERESAHKAN MASYARAKAT SULAWESI

Menyambung tulisan dalam blog ini yang berjudul “ISU HANGAT YANG MERESAHKAN MASYARAKAT SULAWESI” yang diposting tanggal 30 Januari 2011 dimana tulisan tersebut bersumber dari IKMB, 25 Desember 2010. Pada postingan kali ini, akan kami sampaikan kepada pembaca asal muasal dari isu tersebut.

Lanjut membaca

Ditulis pada Berita | Tinggalkan Komentar

BETS KWARDA SULAWESI SELATAN

Badge ini diciptakan oleh Kakak Abdul Rahman Firdaus dan disahkan oleh suatu tim perumus lambang daerah pada Musyawarah ANDACAB I se-Sulawesi Selatan di Kabupaten Pangkep pada tahun 1967 yang disempurnakan kemudian oleh Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Sulawesi Selatan pada tahun 1968

Bentuk :

Perisai segi lima (jantung) berarti Dasar Negara Pancasila.

Warna dasar perisai MERAH, berarti berani dalam menegakkan Keadilan/Kebenaran.

Warna bagian atas KUNING, berarti Kesetiaan dalam berbakti kepada Tuhan, Negara, Bangsa dan Tanah Air. Dan di atas dasar kuning ini tertera tulisan SULAWESI SELATAN nama Daerah Propinsi/Kwartir.

Lanjut membaca

Ditulis pada Pramuka | Tinggalkan Komentar

Sejarah Berdirinya Suku Bugis di Indonesia

Awal Mula Suku Bugis
Bugis adalah suku yang tergolong ke dalam suku-suku Deutero Melayu. Masuk ke Nusantara setelah gelombang migrasi pertama dari daratan Asia tepatnya Yunan.
Kata “Bugis” berasal dari kata To Ugi, yang berarti orang Bugis. Penamaan “ugi” merujuk pada raja pertama kerajaan Cina yang terdapat di Pammana, Kabupaten Wajo saat ini, yaitu La Sattumpugi. Ketika rakyat La Sattumpugi menamakan dirinya, maka mereka merujuk pada raja mereka. Mereka menjuluki dirinya sebagai To Ugi atau orang-orang atau pengikut dari La Sattumpugi. La Sattumpugi adalah ayah dari We Cudai dan bersaudara dengan Batara Lattu, ayahanda dari Sawerigading. Sawerigading sendiri adalah suami dari We Cudai dan melahirkan beberapa anak termasuk La Galigo yang membuat karya sastra terbesar di dunia dengan jumlah kurang lebih 9000 halaman folio. Sawerigading Opunna Ware (Yang dipertuan di Ware) adalah kisah yang tertuang dalam karya sastra I La Galigo dalam tradisi masyarakat Bugis. Kisah Sawerigading juga dikenal dalam tradisi masyarakat Luwuk, Kaili, Gorontalo dan beberapa tradisi lain di Sulawesi seperti Buton.

Perkembangan
Dalam perkembangannya, komunitas ini berkembang dan membentuk beberapa kerajaan. Masyarakat ini kemudian mengembangkan kebudayaan, bahasa, aksara, dan pemerintahan mereka sendiri. Beberapa kerajaan Bugis klasik antara lain Luwu, Bone, Wajo, Soppeng, Suppa, Sawitto, Sidenreng dan Rappang. Meski tersebar dan membentuk suku Bugis, tapi proses pernikahan menyebabkan adanya pertalian darah dengan Makassar dan Mandar.
Saat ini orang Bugis tersebar dalam beberapa Kabupaten yaitu Luwu, Bone, Wajo, Soppeng, Sidrap, Pinrang, Sinjai, Barru. Daerah peralihan antara Bugis dengan Makassar adalah Bulukumba, Sinjai, Maros, Pangkajene Kepulauan. Daerah peralihan Bugis dengan Mandar adalah Kabupaten Polmas dan Pinrang. Kerajaan Luwu adalah kerajaan yang dianggap tertua bersama kerajaan Cina (yang kelak menjadi Pammana), Mario (kelak menjadi bagian Soppeng) dan Siang (daerah di Pangkajene Kepulauan)

Masa Kerajaan
Kerajaan Bone
Di daerah Bone terjadi kekacauan selama tujuh generasi, yang kemudian muncul seorang To Manurung yang dikenal Manurungnge ri Matajang. Tujuh raja-raja kecil melantik Manurungnge ri Matajang sebagai raja mereka dengan nama Arumpone dan mereka menjadi dewan legislatif yang dikenal dengan istilah ade pitue.

Kerajaan Makassar
Di abad ke-12, 13, dan 14 berdiri kerajaan Gowa, Soppeng, Bone, dan Wajo, yang diawali dengan krisis sosial, dimana orang saling memangsa laksana ikan. Kerajaan Makassar kemudian terpecah menjadi Gowa dan Tallo. Tapi dalam perkembangannya kerajaan kembar ini kembali menyatu menjadi kerajaan Makassar.

Kerajaan Soppeng
Di saat terjadi kekacauan, di Soppeng muncul dua orang To Manurung. Pertama, seorang wanita yang dikenal dengan nama Manurungnge ri Goarie yang kemudian memerintah Soppeng ri Aja. dan kedua, seorang laki-laki yang bernama La Temmamala Manurungnge ri Sekkanyili yang memerintah di Soppeng ri Lau. Akhirnya dua kerajaan kembar ini menjadi Kerajaaan Soppeng.

Kerajaan Wajo
Sementara kerajaan Wajo berasal dari komune-komune dari berbagai arah yang berkumpul di sekitar danau Lampulungeng yang dipimpin seorang yang memiliki kemampuan supranatural yang disebut puangnge ri lampulung. Sepeninggal beliau, komune tersebut berpindah ke Boli yang dipimpin oleh seseorang yang juga memiliki kemampuan supranatural. Datangnya Lapaukke seorang pangeran dari kerajaan Cina (Pammana) beberapa lama setelahnya, kemudian membangun kerajaan Cinnotabi. Selama lima generasi, kerajaan ini bubar dan terbentuk Kerajaan Wajo.

Konflik antar Kerajaan
Pada abad ke-15 ketika kerajaan Gowa dan Bone mulai menguat, dan Soppeng serta Wajo mulai muncul, maka terjadi konflik perbatasan dalam menguasai dominasi politik dan ekonomi antar kerajaan. Kerajaan Bone memperluas wilayahnya sehingga bertemu dengan wilayah Gowa di Bulukumba. Sementara, di utara, Bone bertemu Luwu di Sungai Walennae. Sedang Wajo, perlahan juga melakukan perluasan wilayah. Sementara Soppeng memperluas ke arah barat sampai di Barru.
Perang antara Luwu dan Bone dimenangkan oleh Bone dan merampas payung kerajaan Luwu kemudian mempersaudarakan kerajaan mereka. Sungai Walennae adalah jalur ekonomi dari Danau Tempe dan Danau Sidenreng menuju Teluk Bone. Untuk mempertahankan posisinya, Luwu membangun aliansi dengan Wajo, dengan menyerang beberapa daerah Bone dan Sidenreng. Berikutnya wilayah Luwu semakin tergeser ke utara dan dikuasai Wajo melalui penaklukan ataupun penggabungan. Wajo kemudian bergesek dengan Bone. Invasi Gowa kemudian merebut beberapa daerah Bone serta menaklukkan Wajo dan Soppeng. Untuk menghadapi hegemoni Gowa, Kerajaan Bone, Wajo dan Soppeng membuat aliansi yang disebut “tellumpoccoe”.

Penyebaran Islam
Pada awal abad ke-17, datang penyiar agama Islam dari Minangkabau atas perintah Sultan Iskandar Muda dari Aceh. Mereka adalah Abdul Makmur (Datuk ri Bandang) yang mengislamkan Gowa dan Tallo, Suleiman (Datuk Patimang) menyebarkan Islam di Luwu, dan Nurdin Ariyani (Datuk ri Tiro) yang menyiarkan Islam di Bulukumba.[2]

Kolonialisme Belanda
Pertengahan abad ke-17, terjadi persaingan yang tajam antara Gowa dengan VOC hingga terjadi beberapa kali pertempuran. Sementara Arumpone ditahan di Gowa dan mengakibatkan terjadinya perlawanan yang dipimpin La Tenri Tatta Daeng Serang Arung Palakka. Arung Palakka didukung oleh Turatea, kerajaaan kecil Makassar yang tidak sudi berada dibawah Gowa. Sementara Sultan Hasanuddin didukung oleh menantunya La Tenri Lai Tosengngeng Arung Matowa Wajo, Maradia Mandar, dan Datu Luwu. Perang yang dahsyat mengakibatkan benteng Somba Opu luluh lantak. Kekalahan ini mengakibatkan ditandatanganinya Perjanjian Bongaya yang merugikan kerajaan Gowa.
Pernikahan Lapatau dengan putri Datu Luwu, Datu Soppeng, dan Somba Gowa adalah sebuah proses rekonsiliasi atas konflik di jazirah Sulawesi Selatan. Setelah itu tidak adalagi perang yang besar sampai kemudian di tahun 1905-6 setelah perlawanan Sultan Husain Karaeng Lembang Parang dan La Pawawoi Karaeng Segeri Arumpone dipadamkan, maka masyarakat Bugis-Makassar baru bisa betul-betul ditaklukkan Belanda. Kosongnya kepemimpinan lokal mengakibatkan Belanda menerbitkan Korte Veklaring, yaitu perjanjian pendek tentang pengangkatan raja sebagai pemulihan kondisi kerajaan yang sempat lowong setelah penaklukan. Kerajaan tidak lagi berdaulat, tapi hanya sekedar perpanjangan tangan kekuasaaan pemerintah kolonial Hindia Belanda, sampai kemudian muncul Jepang menggeser Belanda hingga berdirinya NKRI.

Masa Kemerdekaan
Para raja-raja di Nusantara bersepakat membubarkan kerajaan mereka dan melebur dalam wadah NKRI. Pada tahun 1950-1960an, Indonesia khususnya Sulawesi Selatan disibukkan dengan pemberontakan. Pemberontakan ini mengakibatkan banyak orang Bugis meninggalkan kampung halamannya. Pada zaman Orde Baru, budaya periferi seperti budaya di Sulawesi benar-benar dipinggirkan sehingga semakin terkikis. Sekarang generasi muda Bugis-Makassar adalah generasi yang lebih banyak mengkonsumsi budaya material sebagai akibat modernisasi, kehilangan jati diri akibat pendidikan pola Orde Baru yang meminggirkan budaya mereka. Seiring dengan arus reformasi, munculah wacana pemekaran. Daerah Mandar membentuk propinsi baru yaitu Sulawesi Barat. Kabupaten Luwu terpecah tiga daerah tingkat dua. Sementara banyak kecamatan dan desa/kelurahan juga dimekarkan. Namun sayangnya tanah tidak bertambah luas, malah semakin sempit akibat bertambahnya populasi dan transmigrasi.

Mata Pencaharian
Karena masyarakat Bugis tersebar di dataran rendah yang subur dan pesisir, maka kebanyakan dari masyarakat Bugis hidup sebagai petani dan nelayan. Mata pencaharian lain yang diminati orang Bugis adalah pedagang. Selain itu masyarakat Bugis juga mengisi birokrasi pemerintahan dan menekuni bidang pendidikan.

Bugis Perantauan
Kepiawaian suku Bugis-Makasar dalam mengarungi samudra cukup dikenal luas, dan wilayah perantauan mereka pun hingga Malaysia, Filipina, Brunei, Thailand, Australia, Madagaskar dan Afrika Selatan. Bahkan, di pinggiran kota Cape Town, Afrika Selatan terdapat sebuah suburb yang bernama Maccassar, sebagai tanda penduduk setempat mengingat tanah asal nenek moyang mereka.

Penyebab Merantau
Konflik antara kerajaan Bugis dan Makassar serta konflik sesama kerajaan Bugis pada abad ke-16, 17, 18 dan 19, menyebabkan tidak tenangnya daerah Sulawesi Selatan. Hal ini menyebabkan banyaknya orang Bugis bermigrasi terutama di daerah pesisir. Selain itu budaya merantau juga didorong oleh keinginan akan kemerdekaan. Kebahagiaan dalam tradisi Bugis hanya dapat diraih melalui kemerdekaan.

Bugis di Kalimantan Selatan
Pada abad ke-17 datanglah seorang pemimpin suku Bugis menghadap raja Banjar yang berkedudukan di Kayu Tangi (Martapura) untuk diijinkan mendirikan pemukiman di Pagatan, Tanah Bumbu. Raja Banjar memberikan gelar Kapitan Laut Pulo kepadanya yang kemudian menjadi raja Pagatan. Kini sebagian besar suku Bugis tinggal di daerah pesisir timur Kalimantan Selatan yaitu Tanah Bumbu dan Kota Baru.

Bugis di Sumatera dan Semenanjung Malaysia
Setelah dikuasainya kerajaan Gowa oleh VOC pada pertengahan abad ke-17, banyak perantau Melayu dan Minangkabau yang menduduki jabatan di kerajaan Gowa bersama orang Bugis lainnya, ikut serta meninggalkan Sulawesi menuju kerajaan-kerajaan di tanah Melayu. Disini mereka turut terlibat dalam perebutan politik kerajaan-kerajaan Melayu. Hingga saat ini banyak raja-raja di Johor yang merupakan keturunan Bugis.

id.wikipedia.com
Ditulis pada Artikel | Tinggalkan Komentar

ISU HANGAT YANG MERESAHKAN MASYARAKAT SULAWESI

Belakangan ini muncul isu yang sangat meresahkan masyarakat, utamanya di kawasan Sulawesi bahwa ada sekelompok orang yang mengendarai Mobil dan Motor Mencari Organ Tubuh Manusia terutama mata dan jantung untuk dijual diluar negeri dan belakangan ini berkembang kepala akan dijadikan tumbal pembangunan sebuah jembatan di salah satu daerah. Isu ini cepat beredar karena pemberitahuannya melalui pesan singkat (SMS) ataupun dari mulut ke mulut, bahkan mengatasnamakan pihak kepolisian. Inilah jatidiri masyarakat kita saat ini yang terlalu percaya dengan isu tanpa ada fakta dan jauh dari logika, kesempatan ini selalu dimanfaatkan oleh seseorang atau mungkin sekelompok orang yang mungkin awalnya hanya iseng atau mungkin ada maksud tertentu membuat resah masyarakat. Sudah seringkali beredar SMS yang meresahkan mulai dari ancaman dengan mengatasnamakan agama sampai informasi seperti ini, tentu cepat beredar karena pembuat SMS menyuruh si penerima mengirim kembali SMS yang diterimanya kebeberapa teman atau sanak keluarga.

Sekali lagi ini hanyalah isu yang meresahkan kalau menerima SMS pemberitahuan seperti itu langsung dihapus jangan disebarkan, kalaupun ada informasi “katanya itu benar saya liat sendiri” berpikirlah yang logis dan bijaksana jangan diterima mentah-mentah. Saat ini setiap kantor polisi tentu terkoneksi dengan wartawan sekecil apapun kejadian pasti akan diliput, logikanya hanya orang tenggelam didanau pasti akan ditayangkan hampir di semua siaran televisi apalagi kalau ada yang kepalanya dipenggal atau organ tubuhnya diambil, lagi pula pihak kepolisian tidak mungkin melakukan pemberitahuan melalui SMS berantai.

Indonesia tak akan maju kalau masyarakatnya selalu mau dibodohi, mari kita berdoa semoga pelaku teror mendapat hukuman yang setimpal dan kami percaya pihak kepolisian akan mengusut siapapun pelaku teror tersebut

(IKMB 25/01/2011)
Ditulis pada Berita, Informasi | 1 Komentar

Pemerintah Pusat Siapkan Kapal Keruk Danau Tempe

Kementerian Pekerjaan Umum Direktur Jenderal Dinas Pengelolaan Sumber Daya Air akan menyiapkan satu kapal pengeruk lumpur yang siaga di Danau Tempe, Kabupaten Wajo, Sulawesi Selatan.”Waktu Komisi D dan Dinas PSDA ke berkunjung ke Kementerian PU, kami katakan danau tempe kritis dan membutuhkan satu kapal pengeruk lumpur untuk siaga di sana. Mereka mengatakan akan menyiapkan itu kapal keruk melalui Dirjen PSDA,” kata anggota Komisi D DPRD Sulsel, Affandy Agusman Aris di Makassar, Sabtu.

Khusus untuk anggaran pengerukan, lanjutnya, sudah pasti di programkan Dirjen PSDA melalui dana APBN 2011.

Legislator Partai Hanura ini mengemukakan, pendangkalan danau tempe sudah sangat memprihatinkan dan sangat rawan menimbulkan bencana banjir di sekitarnya, sehingga pemerintah pusat secepatnya harus turun tangan.

Pengerukan Danau Tempe disebut sebagai salah satu alternatif mengurangi intensitas banjir di Kabupaten Wajo.

Sebenarnya, rencana pengerukan danau tempe sudah disuarakan sejak 2008 lalu, namun batal karena anggaran yang dibutuhkan sangat besar yakni diatas Rp1 triliun.

Affandy yang juga politisi asal daerah pemilihan, Bone, Soppeng, Wajo mengemukakan, pengerukan danau tempe harus dilakukan terus-menerus, sehingga harus ada kapal pengeruk yang siap-siaga.

Pada Juli 2010 lalu, Kabupaten Wajo dilanda banjir besar akibat meluapnya danau tempe yang menyebabkan genangan banjir selama berbulan-bulan yang juga merendam Kabupaten Soppeng dan Bone.

Berdasarkan informasi Dinas Sosial dan Dinas Transmigrasi setempat, kerugian materil akibat banjir yang terjadi di Wajo, mencapai Rp24 miliar, Bone sekitar Rp6 miliar, serta menyebabkan ribuan warga mengungsi karena tempat tinggal terendam dan tersapu banjir.

Selain sedimentasi, masalah lain danau tempe yakni, gulma eceng gondok yang terbawa dari Sungai Walanae. Ini juga dikhawatirkan rawan menimbulkan bencana banjir jika penanganannya tidak dipercepat.

“Keberadaan eceng gondok di Sungai Walanai sampai danau tempe sudah sangat mengkhawatirkan. Kalau hujan terus turun bisa jembatan ambruk dan terjadi banjir,” kata anggota Komisi E DPRD Sulsel, HM Sanusi Karateng.

Menurut dia, saat ini terdapat tumpukan eceng gondok sekitar 300 meter tertahan di jembatan yang menghubungkan Kelurahan Sitampae-Kelurahan Wising Palannae, Kecamatan Tempe.

Jika jembatan tersebut ambruk, maka salah satu jalan provinsi yang menghubungkan antara Kabupaten Wajo dengan Kabupaten Soppeng dan Bone akan terputus.

http://www.antara-sulawesiselatan.com
Ditulis pada Berita | Tinggalkan Komentar

Wajo Disulap Jadi Lumbung Sutra

Kabupaten Wajo akan menjadi lumbung sutra di negara ini. Rencana tersebut sementara dalam tahap penyusunan teknis oleh pemerintah pusat.

Saat ini pemerintah mempersiapkan bibit unggul (telur ulat/kokon) untuk dikembangkan di Wajo. Bukan hanya itu, pemerintah sekarang terus mengedepankan program-program pro rakyat pada bidang pertanian, perlindungan sosial melalui program subsidi, dan perlindungan bahan pangan bagi warga miskin. Hal itu menjadi inti sambutan Menteri Koordinator Perekonomian RI, Hatta Rajasa saat bertandang di Bumi Lamaddukkelleng, kemarin.

Hatta Rajasa datang bersama Menteri Kehutanan RI Zulkifli Hasan, dan Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo. Dia tiba di Lapangan Trikora Sompe Sabbangparu, Jumat, kemarin. “Kedatangan kami ke Wajo untuk mendengarkan keluhan masyarakat, utamanya dalam mengembangkan usaha dan perekonomian mereka.

Pemerintah kini terus mengembangkan program-program pro rakyat, perlindungan sosial masyarakat, dan perlindungan pangan dalam rangka peningkatan kesejahteraan masyarakat. Ke depan, Wajo akan kami jadikan sebagai daerah lumbung pangan di negara ini,” kata Hatta. Hatta mengatakan, pengembangan sutra di Wajo harus mendapat dukungan mulai hilir hingga hulu. Pemerintah pusat akan membantu pemerintah dan masyarakat Wajo dalam pengembangannya. Karena sutra merupakan komoditas utama untuk menjadi bahan pengembangan bagi masyarakat Wajo.

Sementara Bupati Wajo H Andi Burhanuddin Unru mengatakan, pemerintah terus menggenjot beberapa program kerja yang berpihak kepada rakyat, utamanya bagi para petani. Ditambah warga miskin dan para pengusaha pengembangan budidaya sutra. Dijabarkannya, sebanyak 48 persen penduduk di Wajo menggantungkan hidup pada empat lapangan kerja sektor pertanian, perikanan, peternakan, dan kehutanan. Khusus bidang pertanian, Pemkab Wajo 2010 lalu, telah mengucurkan beberapa bantuan kepada para petani berupa bantuan traktor, bibit tanam, pupuk, dan sapi ternak sebanyak 500 ekor. Meski saat ini Pemkab Wajo masih terus mengupayakan bantuan-bantuan bagi para petani dan masyarakat miskin. Tahun 2011 ini, kata dia, Pemkab Wajo masih akan menggulirkan bantuan sapi ternak kepada petani dan warga miskin sebanyak 750 ekor, traktor 700 unit, dan bantuan bibit tanam, pupuk bersubsidi, serta beberapa bantuan lainnya.

Bupati juga menuturkan bahwa pemerintah terkendala dengan minimnya sarana pengairan. Akibatnya, sebanyak 74 ribu hektare sawah di Wajo hingga kini hanya mengandalkan tadah hujan sebagai sumber utama pengairan mereka. “Padahal, jika seluruhlahan tersebut terairi, program surplus beras dua juta ton Sulawesi Selatan akan semakin meningkat,” katanya. Secara grafik, tuturnya, produksi beras 2010 lalu meningkat 18 persen atau sebesar 338 ribu ton dari tahun sebelumnya yang hanya sebesar 294 ribu ton. Jika dibandingkan dengan kebutuhan konsumsi beras di dalam daerah Wajo, maka kontribusi hasil produksi padi di Wajo terhadap ketersediaan surplus beras dua juta ton program Pemprov Sulsel mencapai 285 ton atau sebesar 14 persen.

Orang nomor satu Wajo ini juga mengungkap bahwa, Wajo adalah tempat pembudidaya sutra, keindahan dan produktivitas sutra Wajo mampu merambah ke tingkat nasional hingga pada skala internasional. Namun dalam pengembangan sutra, masyarakat utamanya kalangan wanita pengusaha sutra terkendala dengan minimnya bibit unggul ulat sutra. “Kemampuan produksi sutera sangat terbatas diakibatkan oleh keterbatasan bibit. Padahal sekitar 20 ribu tenaga kerja di Wajo yang mengandalkan sumber pendapatannya pada budidaya dan olah tenun sutra. Jika jumlah itu produktif maka pendapatan untuk meningkatkan taraf hidup masyarakat akan meningkat hingga mencapai dua triliun per tahun,” papar bupati.

Sementara Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo mengatakan, Sulsel, termasuk Wajo keturunan Bugis-Makassar adalah penyanggah pangan program pemerintah pusat. “Tidak ada salahnya jika Sulawesi Selatan diberi bantuan karena orang Bugis-Makassar memiliki rasa nasionalisme tinggi. Sulsel siap menjadi penyanggah program nasional dan penyanggah orang miskin,” kata Syahrul. Sementera Menteri Kehutanan mengatakan, pihaknya menyediakan lahan hutan seluas 1070 hektare untuk dikelola oleh masyarakat. Lahan tersebut harus diberdayakan semaksimal mungkin untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Itu karena saat ini masih banyak pohon yang bagus untuk menjadi serapan air di Wajo. “Pemerintah menyediakan lahan penanaman pohon murbei seluas lima ribu hektare,” terang Zulkifli.

Kegiatan juga dirangkai dengan penyerahan sertifikat izin impor telur sutra, sertifikat hutan taman rakyat, kredit usaha takyat kepada masyarakat. Masing-masing dari BRI Cabang Sengkang, BNI Cabang Sengkang, dan Bank Mandiri Cabang Sengkang. Seluruh bantuan diserahkan secara simbolis oleh Menko Perekonomian RI kepada Bupati Wajo Andi Burhanuddin Unru dan beberapa warga lainnya. Pemkab Wajo juga menerima bantuan satu unit mesin pemintal benang sutra dari Menteri Kehutanan. (win)

http://www.parepos.co.id/read/34799/35/wajo-disulap-jadi-lumbung-sutra
Ditulis pada Artikel | Tinggalkan Komentar

SMAN 1 Maniangpajo Sosialisasi Permendiknas 45 dan 46

Sebagai upaya mempertahankan predikat kelulusan siswa 100 persen setiap tahunnya, SMA Negeri 1 Maniangpajo Kecamatan Maniangpajo Kab. Wajo langsung tancap gas. Hal itu dibuktikan dengan cepatnya mengakses Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia (Permen) Nomor 45 dan 46 tahun 2010 dan langsung disosialisasikan kepada sedikitnya seratusan orang tua siswa kelas XII SMA Negeri Maniangpajo.

Kepala SMA Negeri 1 Maniangpajo Drs. Jamade, M.Si saat mensosialisasikan Permen tersebut, Kamis 27 Januari 2011 di Ruangan Laboratorium, mengatakan aturan main Ujian Nasional (Unas) untuk tahun 2011 mendatang sangat berbeda dengan tahun lalu.

Menurut Jamade, kriteria kelulusan untuk tahun ini sebagaimana yang diatur pada Permen Nomor 45, kelulusan siswa ditentukan setelah menyelesaikan seluruh program pembelajaran dan diharuskan memperoleh nilai minimal BAIK pada penilaian akhir untuk seluruh mata pelajaran, yang terdiri dari empat kelompok.

Dari empat kelompok tersebut diantaranya ; pelajaran agama dan akhlak mulia, pelajaran kewarganegaraan dan kepribadian, pelajaran estetika serta pelajaran olah raga dan kesehatan. “Setelah siswa menyelesaikan empat kelompok mata pelajaran tersebut, siswa diharuskan mengikuti Ujian Sekolah dan terahir Ujian Nasional,” jelas Jamade. Sembari menambahkan bahwa pada intinya nilai rata rata rapor pada semester tiga, empat dan lima digabung dengan nilai Ujian Sekolah akan menjadi Nilai Sekolah. Dan nilai Sekolah inilah yang digabung dengan nilai Unas yang menentukan kelulusan seorang siswa.

Olehnya itu, ditambahkan Jamade, aturan main kelulusan siswa untuk tahun 2011 selain UNAS, kelulusan siswa ditentukan juga oleh sekolah masing masing siswa. Jadi apa yang dilakukan pada hari ini, menurutnya momen yang sangat penting karena peran serta orang tua siswa memberi motivasi pada anaknya sangat berpengaruh pada semangat belajarnya.

Ditempat yang sama, Ketua Komite SMAN 1 Maniangpajo, Drs. Syamsul Bakhri Said, M.Si, mengatakan sosialisasi Permen Nomor 45 dan 46 ini sangat penting, agar orang tua siswa turut berperan aktif memberi semangat belajar pada anaknya. Karena begaimanapun upaya guru memberi materi pada siswa, tanpa dukungan dan peran serta dari orang tua siswa maka jangan harap hasilnya akan maksimal.

Salah satu yang paling mendesak menurut mantan Kacabdin Maniangpajo ini, yaitu bagaimana upaya kita agar penggandaan soal pada ujian sekolah ini dapat teratasi. Dapat dibayangkan satu mata pelajaran saja, biaya penggandaannya sekitar 1,5 juta rupiah. Sedangkan pada ujian sekolah nanti ada 12 mata pelajaran. Olehnya itu dirinya meminta kesediaan dan pengertian para orang tua siswa agar iuran komite yang masih menunggak dilunasi sesegera mungkin.

Terkait dengan iuran tersebut, mendapat respon positif peserta sosialisasi, para orang tua kelas XII SMAN 1 Maniangpajo sepakat melunasi iuran komitenya yang masih menunggak paling lambat satu minggu ke depan.

(http://wajoterkini.com/sman-1-maniangpajo-sosialisasi-permen-45-dan-46/)
Ditulis pada Berita | Tinggalkan Komentar

Informasi Sertifikasi Guru Kab. Wajo

Kepada Bapak/Ibu yang telah lulus Sertifikasi Guru Kuota Tahun 2006 s.d. 2009 untuk wilayah Kabupaten Wajo, diharapkan memasukkan berkas untuk penerbitan surat keputusan penerima tunjangan profesi pendidik tahun 2011 ke Pengelola Sertifikasi di Dinas Pendidikan Kabupaten Wajo sebanyak 2 (dua) rangkap berupa:

  1. Foto Copy SK Pangkat Terakhir
  2. Foto Copy Kenaikan Gaji Berkala
  3. Foto Copy Rekening yang masih aktif
  4. Foto Copy Mutasi
  5. Foto Copy SK Pensiun (khusus bagi yang akan pensiun tahun 2011)
  6. SK Pembagian Tugas Semester Genap 2010/2011 diketahui oleh Pengawas Kelembagaan
  7. Roster Mata Pelajaran Semester Genap 2010/2011 diketahui oleh Pengawas Kelembagaan
  8. Surat Pernyataan Kepala Sekolah diketahui oleh Pengawas Mata Pelajaran dan Disetujui Oleh Kepala Dinas Pendidikan Kab. Wajo (silakan klik disini untuk melihat contoh)

Berkas tersebut dijilid menggunakan sampul:

  • Putih bagi lulusan kuota tahun 2006
  • Merah bagi lulusan kuota tahun 2007
  • Hijau bagi lulusan kuota tahun 2008
  • Kuning bagi lulusan kuota tahun 2009
Ditulis pada Informasi, Sertifikasi Guru | 2 Komentar

Final TSC3 Diikuti 5 Tim dari Wajo

Manajemen PT Semen Tonasa bekerja sama dengan Multi Prima College mengadakan The 3 rd Tonasa Science Champsionship Tingkat SMA/MA Se-Sulawesi Selatan (Sulsel), Selasa (18/1). Lomba ini digelar di Ball Room C Hotel Clarion, Jl Andi Petta Rani Makassar, diikuti oleh 50 Tim terbaik yang lolos seleksi melalui babak kualifikasi.
Sebelumnya, 88 Tim berlomba di babak kualifikasi pada Senin (10/1). Dibabak ini, peserta dikirimkan soal science yang terdiri dari 5 mata pelajaran yaitu: Matematika, Fisika, Kimia, Biologi dan Ekonomi melalui e-mail tim. Setiap mata pelajaran terdiri dari 20 soal. Kemudian mereka diberi kesempatan menjawab dan mengirimkan jawabannya melalui e-mail atau faximile.
Dari 88 tim yang berlomba, 7 tim diantaranya adalah tim dari sekolah di Kabupaten Wajo. Sayangnya, yang lolos seleksi masuk dalam babak final 50 besar hanya 5 tim yaitu SMA Negeri 3 Sengkang, SMA Negeri 2 Sengkang, SMA Negeri 1 Sabbangparu, SMA Negeri 1 Maniangpajo, dan SMA Negeri 1 Pitumpanua.
Drs. Muhammad Tang, M.Pd. selaku guru pendamping SMA Negeri 1 Pitumpanua mengungkapkan bahwa salah satu kesyukuran kita dari Kabupaten Wajo adalah termasuk peserta terbanyak ke-dua setelah Makassar dalam babak final Tonasa Science Championship 3 ini. Hal tersebut juga diamini oleh Andi Adijah, S.Pd. (Guru Pendamping SMA Negeri 2 Sengkang) dan Yasser Arafat, S.Pd. (Guru Pendamping SMA Negeri 1 Maniangpajo). Sayangnya, setelah pengumuman 10 besar, tidak ada satu-pun tim dari Kabupaten Wajo yang lolos
Ditempat yang sama, Sekretaris Perusahaan PT Semen Tonasa Syahruddin F MBA, mengungkapkan bahwa kegiatan yang digelar tersebut merupakan program rutin tahunan. Penyelenggaraan kali merupakan kali ketiga. Tahun lalu digelar di Kabupaten Pangkep.
“Kali ini kami sengaja memilih Makassar sebagai tempat pelaksanaan dengan alasan antara lain lingkup lomba yang mencakup seluruh Sulsel. Hal ini guna lebih memudahkan para peserta menjangkau,” jelas Syahruddin yang ditemui di lokasi lomba.
“Tujuan kami antara lain kami hendak mencerdaskan bangsa dan secara kesinambungan meningkatkan kualitas pendidikan yang menjadi tolak ukur kemampuan anak didik,” tambah Syahruddin

Ditulis pada Berita

Ujian Nasional 2011 dengan 5 Paket Soal Per Mata Pelajaran

Pelaksanaan Ujian Nasional SMA/MA sudah pasti akan dilaksanakan pada tanggal 18 – 21 April 201. Berangkat dari evaluasi pelaksanaan ujian nasional 2010 pemerintah melalui Kemdiknas mengadakan perbaikan-perbaikan baik dalam aturan dan pelaksanaan. Hal ini tertuang dalam Permendiknas No 45 Tahun 2010 tentang Kriteria Kelulusan Peserta Didik Pada SMP/MTs, SMP LB, SMA/MA, SMA LB dan SMK Tahun 2011 dan Permendiknas no 46 tahun 2010 tentang Pelaksanaan Ujian Nasional 2011 banyak membawa perubahan yang signifikan.
Ujian Nasional tidak sebagai faktor penentu kelulusan yang utama, melainkan prestasi belajar selama di semester 3, 4 dan 5 untuk jenjang Sekolah Menengah Atas juga dimasukkan sebagai salah satu bagian dari Nilai Akhir (NA). Aspek kejujuran, objektivitas, dan akuntabilitas merupakan komponen yang utama dalam pelaksanaan Ujian Nasional 2011 ini. Hal ini tertuang dalam Peraturan BSNP Nomor 0148/SK-POS/BSNP/I/2011 tentang Prosedur Operasi Standar Ujian Nasional SMP/MTs, SMP LB, SMA/MA, SMA LB DAN SMK Tahun Pelajaran 2010/2011 dan Peraturan BSNP Nomor 0149/SK-POS/BSNP/I/2011 tentang Prosedur Operasi Standar Pencetakan Bahan Ujian Nasional SD/MI, SD LB, SMP/MTs, SMP LB, SMA/MA, SMA LB DAN SMK Tahun Pelajaran 2010/2011.
Dari lampiran Peraturan BSNP Nomor 0149/SK-POS/BSNP/I/2011, Bab V tentang PENGAMPLOPAN: , ada indikasi bahwa soal Ujian Nasional 2011 akan dibuat dalam 5 (lima) Paket dalam tiap amplopnya.
(……naskah soal UN terdiri atas 5 Paket yang dimasukkan ke dalam amplop naskah soal per mata pelajaran per ruang ujian,……).

Ditulis pada Berita | 2 Komentar

Prosedur Operasi Standar Ujian Nasional (POS-UN) Tahun Pelajaran 2010/2011

Menindaklanjuti diterbitkannya PERMENDIKNAS No. 45 Tahun 2010 dan PERMENDIKNAS No. 46 Tahun 2010, Badan Standar Nasional Pendidikan (BNSP) telah menerbitkan peraturan tentang Prosedur Operasi Standar Ujian Nasional Sekolah Menengah Pertama, Madrasah Tsanawiyah, Sekolah Menengah Pertama Luar Biasa, Sekolah Menengah Atas, Madrasah Aliyah, Sekolah Menengah Atas Luar Biasa, dan Sekolah Menengah Kejuruan Tahun Pelajaran 2010/2011, yang dituangkan dalam  Peraturan BNSP No. 0148/SK-POS/BSNP/I/2011.

BNSP

Peraturan BNSP ini merupakan acuan dalam penyelenggaraan Ujian Nasional Tahun Pelajaran 2010/2011, di dalamnya mengatur tentang berbagai ketentuan yang berkaitan dengan :  (1) Penyelenggara Ujian Nasional; (2) Peserta Ujian Nasional; (3) Bahan Ujian Nasional; (4) Pelaksanaan Ujian Nasional; (5) Pemeriksaan Hasil Ujian Nasional; (6) Kelulusan dari Satuan Pendidikan; (7) Kelulusan Ujian Nasional; (8) Pemantauan, Evaluasi, dan Pelaporan; (9), Biaya Penyelenggaraan Ujian Nasional, dan (10) Sanksi. (lihat lampiran peraturan)

Jika Anda ingin mengunduh Peraturan Badan Standar Nasional Pendidikan Nomor 0148/SK-POS/BSNP/I/2011 tentang Prosedur Operasi Standar Ujian Nasional (POS-UN) Ujian Nasional Tahun Pelajaran 2010/2011 ini, silahkan Klik pos un 2011

Ditulis pada Berita, Informasi | Tinggalkan Komentar

Permendiknas tentang UN 2011

Bagi Bapak/Ibu Pembina begitu pula kepada Siswa-Siswi SMP/MTs, SMP Luar Bisa, SMA/MA, SMA Luar Biasa dan SMK, tidak usah takut dengan Ujian Nasional. Jangan lakukan kecurangan pada kegiatan tersebut. Ingat!!! KEJUJURAN LEBIH BERHARGA daripada LULUS 100% YANG DIRAIH DENGAN KECURANGAN

Berikut payung hukum Ujian Nasional 2011

  1. PERMENDIKNAS Nomor 45/2010, Tgl. 31 Desember 2010. tentang: Kriteria Kelulusan Peserta Didik Pada SMP/MTs, SMP Luar Bisa, SMA/MA, SMA Luar Biasa dan SMK Tahun Pelajaran 2010/2011. Download, klik Permendiknas 45
  2. PERMENDIKNAS Nomor 46 Th. 2010 Tentang PELAKSANAAN UJIAN SMP/MTs, SMP Luar Bisa, SMA/MA, SMA Luar Biasa dan SMK Tahun Pelajaran 2010/2011. Download, klik Permendiknas 46
  3. LAMPIRAN PERMENDIKNAS Nomor 46 Th. 2010 Tentang PELAKSANAAN UJIAN SMP/MTs, SMP Luar Bisa, SMA/MA, SMA Luar Biasa dan SMK Tahun Pelajaran 2010/2011. Download, klik Permendiknas 46
Ditulis pada Informasi, Kampus Cemara | Tinggalkan Komentar

Pelantikan Pramuka di Maniangpajo

Kepala SDN 277 MinangatelluE dan SMP Negeri 4 Satap Maniangpajo, Muhammad Hanafi, S.Pd. selaku Ketua Majelis Pembimbing Gugus Depan melantik tiga puluh tujuh pramuka golongan penggalang ramu di Desa MinangatelluE, Ahad (9/1/2011). Pramuka ini dilantik setelah berhasil menyelesaikan SKU-nya yang diawali dengan beberapa prosesi lain seperti pelatihan pramuka dan haiking 2 kali. Lanjut membaca

Ditulis pada Berita | Tinggalkan Komentar

UN dilaksanakan April 2011

Menteri Pendidikan Nasional (Mendiknas) Mohammad Nuh telah meneken Permendiknas Nomor 45/2011 tentang Kriteria Kelulusan dan Permendiknas Nomor 46/2011 tentang Pelaksanaan Ujian Nasional (UN) SMP dan SMA.

Pelaksanaan Ujian Nasional (UN) Tahun Pelajaran 2010/2011 jenjang sekolah menengah atas/ madrasah aliyah/sekolah menengah kejuruan (SMA/MA/SMK) akan digelar pada 18-21 April 2011. Adapun pelaksanaan UN sekolah menengah pertama/madrasah tsanawiyah (SMP/MTs) akan digelar pada 25-28 April 2011. Lanjut membaca

Ditulis pada Tak Berkategori | Tinggalkan Komentar

Surat E.S. ITO untuk FIRMAN UTINA

Sebuah blog yang ditulis seorang novelis, E.S. Ito, menyebar cepat di dunia maya. Judulnya ‘Surat Untuk Firman’ yang dinilai publik sangat inspiratif. Ito berpesan pada Firman Utina cs, bahwa esensi sepak bola adalah berbagi kegembiraan dengan seluruh rakyat. Tidak ada urusan menang kalah.

Berikut adalah ‘Surat untuk Firman:

Surat Untuk Firman

Kawan, kita sebaya. Hanya bulan yang membedakan usia. Kita tumbuh di tengah sebuah generasi dimana tawa bersama itu sangat langka. Kaki kita menapaki jalan panjang dengan langkah payah menyeret sejuta beban yang seringkali bukan urusan kita. Kita disibukkan dengan beragam masalah yang sialnya juga bukan urusan kita. Kita adalah anak-anak muda yang dipaksa tua oleh televisi yang tiada henti mengabarkan kebencian. Sementara adik-adik kita tidak tumbuh sebagaimana mestinya, narkoba politik uang membunuh nurani mereka. Orang tua, pendahulu kita dan mereka yang memegang tampuk kekuasaan adalah generasi gagal. Suatu generasi yang hidup dalam bayang-bayang rencana yang mereka khianati sendiri. Kawan, akankah kita berhenti lantas mengorbankan diri kita untuk menjadi seperti mereka?

Di negeri permai ini, cinta hanyalah kata-kata sementara benci menjadi kenyataan. Kita tidak pernah mencintai apapun yang kita lakukan, kita hanya ingin mendapatkan hasilnya dengan cepat. Kita tidak mensyukuri berkah yang kita dapatkan, kita hanya ingin menghabiskannya. Kita enggan berbagi kebahagiaan, sebab kemalangan orang lain adalah sumber utama kebahagiaan kita. Kawan, inilah kenyataan memilukan yang kita hadapi, karena kita hidup tanpa cinta maka bahagia bersama menjadi langka. Bayangkan adik-adik kita, lupakan mereka yang tua, bagaimana mereka bisa tumbuh dalam keadaan demikian. Kawan, cinta adalah persoalan kegemaran. Cinta juga masalah prinsip. Bila kau mencintai sesuatu maka kau tidak akan peduli dengan yang lainnya. Tidak kepada poster dan umbul-umbul, tidak kepada para kriminal yang suka mencuci muka apalagi kepada kuli kamera yang menimbulkan kolera. Cinta adalah kesungguhan yang tidak dibatasi oleh menang dan kalah.

Hari-hari belakangan ini keadaan tampak semakin tidak menentu. Keramaian puluhan ribu orang antre tidak mendapatkan tiket. Jutaan orang lantang bersuara demi sepakbola. Segelintir elit menyiapkan rencana jahat untuk menghancurkan kegembiraan rakyat. Kakimu, kawan, telah memberi makna solidaritas. Gocekanmu kawan, telah mengundang tarian massal tanpa saweran. Terobosanmu, kawan, menghidupkan harapan kepada adik-adik kita bahwa masa depan itu masih ada. Tendanganmu kawan, membuat orang-orang percaya bahwa kata “bisa” belum punah dari kehidupan kita. Tetapi inilah buruknya hidup di tengah bangsa yang frustasi, semua beban diletakkan ke pundakmu. Seragammu hendak digunakan untuk mencuci dosa politik. Kegembiraanmu hendak dipunahkan oleh iming-iming bonus dan hadiah. Di Bukit Jalil kemarin, ada yang mengatakan kau terkapar, tetapi aku percaya kau tengah belajar. Di Senayan esok, mereka bilang kau akan membalas, tetapi aku berharap kau cukup bermain dengan gembira.

Firman Utina, kapten tim nasional sepak bola Indonesia, bermain bola lah dan tidak usah memikirkan apa-apa lagi. Sepak bola tidak ada urusannya dengan garuda di dadamu, sebab simbol hanya akan menggerus kegembiraan. Sepak bola tidak urusannya dengan harga diri bangsa, sebab harga diri tumbuh dari sikap dan bukan harapan. Di lapangan kau tidak mewakili siapa-siapa, kau memperjuangkan kegembiraanmu sendiri. Di pinggir lapangan, kau tidak perlu menoleh siapa-siapa, kecuali Tuan Riedl yang percaya sepak bola bukan dagangan para pecundang. Berlarilah Firman, Okto, Ridwan dan Arif, seolah-olah kalian adalah kanak-kanak yang tidak mengerti urusan orang dewasa. Berjibakulah Maman, Hamzah, Zulkifli dan Nasuha seolah-olah kalian mempertahankan kegembiraan yang hendak direnggut lawan. Tenanglah Markus, gawang bukan semata-mata persoalan kebobolan tetapi masalah kegembiraan membuyarkan impian lawan. Gonzales dan Irvan, bersikaplah layaknya orang asing yang memberikan contoh kepada bangsa yang miskin teladan.

Kawan, aku berbicara tidak mewakili siapa-siapa. Ini hanyalah surat dari seorang pengolah kata kepada seorang penggocek bola. Sejujurnya, kami tidak mengharapkan Piala darimu. Kami hanya menginginkan kegembiraan bersama dimana tawa seorang tukang becak sama bahagianya dengan tawa seorang pemimpin Negara. Tidak, kami tidak butuh piala, bermainlah dengan gembira sebagaimana biasanya. Biarkan bola mengalir, menarilah kawan, urusan gol seringkali masalah keberuntungan. Esok di Senayan, kabarkan kepada seluruh bangsa bahwa kebahagiaan bukan urusan menang dan kalah. Tetapi kebahagiaan bersumber pada cinta dan solidaritas. Berjuanglah layaknya seorang laki-laki, kawan. Adik-adik kita akan menjadikan kalian teladan!

Ditulis pada Artikel, Berita | Tinggalkan Komentar

Catatan Bambang Pamungkas

INDONESIA MASIH BISA!!!

“Football is an unpredictable thing.. Some results will make you shock, but that’s the thing that makes it passionate, the mystery in it”

Kekalahan Indonesia dari Malaysia di stadion Bukit Jalil dua hari yg lalu, bagai sebuah tamparan keras bagi bangsa Indonesia. Tidak hanya seluruh punggawa tim nasional yg terkejut, akan tetapi seluruh pendukung merah-putih pun saya yakin juga masih merasa tidak percaya dengan hasil minor tersebut..

Lanjut membaca

Ditulis pada Artikel | 1 Komentar

Hasil Porak SMAN 1 Maniangpajo

Berikut hasil PORAK SMAN 1 MANIANGPAJO

Lanjut membaca

Ditulis pada Berita | 1 Komentar

PERKEMBANGAN BAYI DALAM KANDUNGAN

Selamat atas kehamilan anda!

Perkembangan bayi dalam kandungan anda akan menjadi salah satu hal yang sangat menyenangkan dalam proses kehamilan ini karena hampir semua apa yang anda lakukan berefek tehadap bayi dalam kandungan anda ini. —Mari kita melihat apa saja perkembangan dan perubahan yang terjadi pada bayi pada periode awal kehidupannya. Lanjut membaca

Ditulis pada Informasi | Tinggalkan Komentar

Guru Dilatih Menyuluh Anti Narkoba

 

Ketua BNK Kab. Wajo, H. Amran Mahmud, S.Sos., M.Si.

Kabupaten Wajo berada dalam rangking ke-2 Penyalahgunaan Narkoba di Sulawesi Selatan setelah Kota Makassar. Demikian disampaikan oleh Ketua Badan Narkotika Kabupaten (BNK) Wajo, H. Amran Mahmud, S.Sos, M.Si. saat membuka Training Of Trainer (TOT) untuk guru-guru SMP, SMA serta ORMAS Se-Kabupaten Wajo di Gedung Aisiyah Sengkang, Senin (13/12) kemarin. Menurutnya, Pemerintah Kabupaten Wajo berusaha menekan angka tersebut, sehingga menggelar acara TOT yang diharapkan alumni dari TOT ini bisa menjadi penyuluh di sekolah masing-masing

Kegiatan yang bertemakan pencegahan, penyalahgunaan berbasis sekolah melalui program anti drugs campaign goes to scholl ini diikuti 54 orang perwakilan guru sekolah yang ada di Kabupaten Wajo dan beberapa Ormas diantaranya Lembaga Penguatan Partisipasi Masyarakat (LPPM) Perwakilan Kecamatan Maniangpajo, LBH Bhakti Nusantara, dan beberapa insan pers.

 

Yasser Arafat, Peserta TOT utusan LPPM Kec. Maniangpajo

Peserta dibekali materi tentang narkoba dan bahaya serta pengaruh narkoba dari Dinas Kesehatan Kabupaten Wajo, Kabag Kesra Kab. Wajo, Polres Wajo dan Alumni TOT Badan Narkotika Nasional. Sehingga, setelah dilatih mereka akan kembali menjadi penyuluh di sekolah masing-masing.

Sementara materi yang disajikan diantaranya: Kiat-kiat pencegahan dan penyalahgunaan narkoba, Pengaruh narkoba terhadap kesehatan, narkoba dan hukum, kepedulian Pemkab terhadap penanggulangan bahaya narkoba, serta narkoba dan remaja.

Dalam kegiatan ini pula, panitia pelaksana dari BNK Kabupaten Wajo bekerja sama dengan Lembaga Penguatan Partisipasi Masyarakat (LP2M) Kab. Wajo menghadirkan Duta HIV/AIDS Kabupaten Wajo dan Duta Narkoba Kabupaten Wajo untuk menuturkan pengalamannya semenjak terpilih sebagai duta di Kabupaten Wajo

Ditulis pada Berita, Tak Berkategori | Tinggalkan Komentar

UU PRAMUKA: SEBUAH KEANEHAN

Oleh: Yasser Arafat, S.Pd.
(Pembina Pramuka SMA Negeri 1 Maniangpajo)

Suara tapuk tangan terdengar ketika Ketua DPRD Sulawesi Selatan Muh. Roem menyampaikan sebuah ucapan “Selamat Datang Undang-Undang Pramuka” pada sebuah acara yang dilaksanakan oleh Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Sulawesi Selatan yang juga tercatat pada Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) di Halaman Gubernuran Sulawesi Selatan di Makassar.

Tak berselang lama dari itu, Sebuah tulisan penulis di media cetak (Medsi, Edisi 91 tahun ke-IV 2010) dan tulisan yang sama di blog (http://campuscemara.wordpress.com dan http:campus-cemara.blogspot.com) serta catatan melalui situs jejaring sosial Facebook dan Twitter yang berjudul “RUU Pramuka: Persatuan atau Perpecahan” mendapat tanggapan positif dari kalangan pembaca yang masih peduli akan pendidikan kepanduan di bumi pertiwi Indonesia.

Banyak orang yang menyambut baik lahirnya undang-undang ini, mungkin dalam pemikiran mereka ini adalah sebuah langkah maju dari “PRAMUKA” tanpa memikirkan bagaimana nasib Keputusan Presiden RI Nomor 238 Tahun 1961 tentang Gerakan Pramuka yang menjadi dasar lahirnya pramuka di Indonesia. Mereka juga sudah tidak memikirkan acuan hukum yang selama ini dipedomani yaitu Keputusan Presiden RI Nomor 24 Tahun 2009 tentang Pengesahan Anggaran Dasar Gerakan Pramuka, dan Keputusan Kwartir Nasional Gerakan Pramuka Nomor 203 Tahun 2009 tentang Anggaran Rumah Tangga Gerakan Pramuka.

Akankah ketiga payung hukum tersebut dicampakkan? Yang jelas, dalam tatanan hukum Indonesia, Undang-undang adalah payung hukum tertinggi setelah UUD 1945. Artinya, ketiga payung hukum tersebut tidak ada lagi artinya bagi pramuka, kecuali jika ketiga payung hukum tersebut memiliki korelasi yang sama dengan Undang-Undang Gerakan Pramuka. Sayangnya beberapa pasal dalam Undang-Undang Gerakan Pramuka berbeda dan berbanding terbalik dengan ketiga payung hukum tersebut.

Beberapa pasal yang “dalam analisis berpikir dan kacamata penulis” berbeda dengan ketiga payung hukum tersebut dan mesti ditinjau ulang karena dapat membuat kebingungan bagi anggota pramuka adalah:

No UU Gerakan Pramuka Berbeda dengan isi Keterangan
AD ART Kepres 238/1961
1 Pasal 3 Pasal 6 Pasal 6 - Tentang fungsi Gerakan Pramuka
2 Pasal 4 Pasal 4 Pasal 4 - Tentang tujuan Gerakan Pramuka
3 Pasal 6 Pasal 13 Pasal 20 - Tentang kode kehormatan
4 Pasal 27 - - P Undang-undang mengakui keberadaan organisasi lain yang menyelenggaran pendidikan kepramukaan sedangkan Kepres 238/1961 melarang keberadaan organisasi tersebut

Selain keempat pasal tersebut, sebenarnya masih terdapat beberapa pasal yang berbeda dengan AD/ART Gerakan Pramuka, namun hanya sebuah perbedaan istilah, seperti yang termuat dalam pasal 14 tentang Tenaga Pendidik yang pada AD/ART dikenal dengan nama Anggota Dewasa. Begitupula dengan ditambahkannya Gugus Darma Pramuka (pasal 32) sebagai organisasi pendukung

Dari keempat pasal pula diatas, yang paling vital dan paling aneh adalah Pasal 6 dan Pasal 27 seperti yang telah diuraikan penulis pada “RUU Pramuka: Persatuan atau Perpecahan”. Adanya pasal 47 poin (a) UU Gerakan Pramuka, berarti Hizbul Watan milik Persyarikatan Muhammadiyah dan Pandu Keadilan yang secara Notabene dibawah Partai telah dilegalkan keberadaannya. Efeknya, akan ada politisasi Kepanduan, Menghianati cita-cita Bung Karno. “Satu Pramuka untuk Satu Indonesia” bisa jadi hanya slogan belaka. Lihat saja pada Pemilu 2009, lalu bagaimana pada pemilu 2014?

Inilah sebuah keanehan atas lahirnya UU Pramuka di Bumi Pertiwi Indonesia. Sumber keanehan lain yang akan menjadi penutup tulisan ini adalah ketika ditengok perjalanan RUU tersebut digodok di Komisi X DPR RI. Dalam sebuah Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) antara Kwarnas Gerakan Pramuka dan Panitia Kerja (Panja) RUU Gerakan Pramuka Komisi X DPR RI pada tanggal 21 Januari 2010, disepakati bahwa konsep RUU Gerakan Pramuka yang telah masuk dalam Prolegnas masih harus diperbaiki untuk lebih menekankan pada proses pendidikan kepramukaan. Tak lama dari waktu tersebut, Kwarnas Gerakan Pramuka menyusun konsep baru yang bernama RUU tentang Pendidikan Kepramukaan. (Berdasarkan pengantar Ketua Kwarnas, tanggal 18 Februari 2010). Beberapa bulan setelah itu, Panja RUU Gerakan Pramuka Komisi X DPR RI melaksanakan studi banding ke Negara yang perkembangan pendidikan kepanduannya jauh di bawah Indonesia. Hasilnya, Tanggal 26 Oktober 2010 diketuklah palu pertanda RUU Pramuka menjadi sebuah Undang-undang Pramuka “Aneh”.

Akankah dengan pengesahan tersebut, “Garuda” dan “Tunas Kelapa” akan tetap bersanding di dadaku? Di dadamu? dan di dada kita semua? Jawab dihati masing-masing.

 

Ditulis pada Accher Blog | Tinggalkan Komentar

Bupati Wajo Berdesakan di Kursi Ekonomi Demi Timnas

Euforia tim nasional Indonesia yang berlaga di AFF Suzuki Cup menyedot perhatian semua lapisan masyarakat tak terkecuali Bupati Kabupaten Wajo, Sulawesi Selatan, Andi Burhanuddin Unru,, MM. yang jauh-jauh datang ke Jakarta untuk menyaksikan pertandingan Indonesia kontra Thailand.

Kepala Daerah kota Sutera itu bahkan rela bejibaku bersama suporter Persija Jakarta atau The Jack Mania untuk bisa menyaksikan aksi Bambang Pamungkas dan kawan-kawan. Karena kehabisan tiket kelas VIP atau pun VVIP, A. Bur terpaksa menonton dari kursi kelas ekonomi tempat para The Jack Mania menonton.

“Saya sudah datang cepat ke senayan tapi tiket VIP habis, terpaksa saya beli karcis kelas ekonomi yang harganya Rp 50 ribu. Setelah masuk stadion ternyata tidak ada tempat duduk, berdiri bersama suporter yang lain,” kata A. Bur saat ditemui Tribun di Hotel Sultan, Rabu (8/12/2010).

A. Bur mengaku tidak menyesal meski harus nonton dari kelas ekonomi, tempat yang tentunya tidak layak bagi penonton sekelas kepala daerah. “Malahan asyik disana, saya bisa ikut jungkrak-jingkrak saat Indonesia bikin gol,” katanya berkelakar.

A. Bur menjelaskan sangat gila dengan olahraga sepakbola. Ia penasaran ingin menyaksikan langsung penampilan timnas Indonesia di Stadion Senayan karena terpesona dengan penampilan apik Indonesia saat menang besar atas Malaysia dan Laos.

“Timnas sekarang mengalami banyak perubahan, peningkatannnya sangat pesat tidak seperti tahun-tahun sebelumnya. Yang saya suka dari timnas sekarang, mereka selalu bisa bangkit meski kebobolan duluan,” katanya memberikan analisis.

Sebagai fans fanatis tim Merah Putih, A. Bur juga memiliki harapan yang sama dengan mayoritas rakyat kecil yang berharap Indonesia bisa menjadi juara even dua tahunan se-Asia Tenggara tersebut.

“Kalau Indonesia lolos ke final saya pasti akan nonton lagi. Harapan saya tentunya sama dengan orang yang lain, Indonesia harus juara, Bravo Indonesia!!!,” Pungkas A. Bur sambil menggangkat tangannya.

(http://www.tribunnews.com/2010/12/09/bupati-rela-berdasakan-bareng-the-jack-di-kursi-ekonomi-demi-timnas)
Ditulis pada Berita | Tinggalkan Komentar

Catatan 1 Thn Milad Walimatul ‘Ursy YasIn (YASser-A. TitIN)

Sampai sehari menjelang pernikahan, segala yang indah selalu kubayangkan tentang hubungan laki-laki dan perempuan. Suami dan istri. Ijab Kabul pun menjadi ritual yang sangat kunanti. Akhirnya Selasa, 1 Desember 2009, hari yang sakral dan indah pernikahanku kulalui dengan penuh suka cita. Malam pertama yang sudah lama kurindukan kulalui. Bahagia sekali rasanya hati ini melalui malam penuh cahaya kegembiraan di wajah kami berdua. Rasa lelah, setelah menerima doa restu dari keluarga, sahabat, dan handai taulan, sirna ditelan kebahagiaan kami berdua.

Masih terngiang dalam ingatan, iring-iringan empat puluh tujuh mobil pengantar. Saya berada di mobil plat merah nomor polisi DD 7 Q milik Wakil Ketua DPRD Kabupaten Wajo Ir. Junaedi Muhammad meluncur kerumah Sang Pujaan Hati. Selain Wakil Ketua DPRD Kab. Wajo, juga turut beberapa pejabat, guru, sahabat, tokoh masyarakat, dan keluarga dalam iring-iringan tersebut, tentunya untuk memberikan doa restunya atas prosesi pernikahan ini. Sebuah kebanggaan tersendiri, melepas masa lajang dengan mengendarai mobil wakil rakyat. SMA Negeri 1 Maniangpajo yang menjadi tempat kerja saya, juga diliburkan, atas keputusan dari rapat dewan guru. tentunya untuk saling berbagi pada hari bahagia ini.

Tidak hanya sampai disitu, hari Rabu, 2 Desember 2009 disaat pelaksanaan resepsi, tentunya kebanggaan dan rasa senang semakin menyelimuti hati. Tokoh pendidik, tokoh politik, tokoh agama, tokoh masyarakat, pemerintah berbaur menjadi satu hanya untuk menyaksikan kebahagiaan kami sekaligus memberikan doa restu kepada kami. Terima kasih kami ucapkan kepada Bapak/Ibu/Gurunda/Saudara (i) yang berkenan memberikan doa restu kepada kami, baik dating sendiri pada acara resepsi kami begitupun melalui pesan SMS, pesan email, dan pesan facebook. Mohon maaf, nama Bapak/Ibu/Gurunda/Saudara (i) tidak bisa saya tuliskan satu persatu dalam tulisan ini.

Satu minggu, dua minggu; satu bulan, dua bulan, kesenangan dan kebahagiaan sangat kurasakan. Aku benar-benar merasa menyesal kenapa tidak sejak dulu saja aku putuskan untuk menikah. Hingga akhirnya, Alhamdulillah, Rabu, 1 Desember 2010, genap satu tahun usia perkawinan kami. (Mudah-mudahan terus langgeng. Amin Yaa Rabbal Alamin)

Dalam kurung waktu satu tahun ini, suka dan duka kami lalui bersama. Apalagi harus terpisah oleh jarak. Saya tetap berada di Wajo melaksanakan tugas sebagai abdi Negara, sementara istri di Makassar mengikuti Sunnah Rasulullah SAW dalam menuntut ilmu. Karena terpisah oleh jarak ini pulalah, kadang duri-duri kecil tumbuh diantara dua tempat itu. Untung, rasa ego yang meninggi masih mampu dikalahkan oleh kekuatan cinta yang kami miliki.

Saya sadar bahwa kebahagiaan, termasuk dalam berumah tangga, tidak terletak pada kesempurnaan apa yang kita dapatkan. Bukan pada rumah dengan perabot yang mewah, istri yang cantik-sempurna bak bidadari, makanan yang lezat-lezat setiap hari atau yang semisalnya. Kebahagiaan justru bermula dari sikap qona’ah, menerima apa adanya segala yang sudah Allah berikan pada kami.

Saya jadi ingat kembali kata-kata Allah, “Jika kamu syukuri (nikmat-Ku), pasti akan Aku tambah nikmat-Ku itu.” Bukankah kunci pertama untuk mensyukuri nikmat itu adalah menerima apa adanya yang kita terima dari Allah SWT? Bukankah istriku yang cantik itu adalah pemberian Allah SWT, untukku?

Semoga Allah tetap melimpahkan kenikmatan dan kebahagiaan berumah tangga kepadaku. Senang, rindu dan bahagia tetap aku rengkuh. Aku ingin segera menjadi orang yang mendapatkan limpahan nikmat dan bahagia dari-Nya.

Dari tempat kerja, aku ingin sekali segera ke Makassar. Bersama dengan istriku disaat MILAD WALIMATUL ‘URSY kami. Tapi, apa daya, sebagai abdi Negara aku juga harus tetap disini, demi sebuah pengabdian. Mudah-mudahan gaji dari pengabdian tersebut, adalah sebuah rezeki yang halal buat keluarga kami.

Ummi, maaf, saya tidak berada disamping ummi pada milad walimatul ‘ursy kita. Ya…Allah, maafkan segala khilaf dan salahku selama ini. Amin Ya Rabbal Alamin.

Ditulis pada Keluarga | Tinggalkan Komentar

Daratan Baru Di Bawah Jembatan Tampangeng

Enceng Gondok, Alang-Alang di Jembatan Tampangeng

Muh. Sabri Abdul Fattah, Direktur YPK Tesol Sengkang dalam update status Akun Facebooknya, Sabtu (27/11/2010) menuliskan bahwa: “Seperti anak ayam kehilangan induk. Potret rakyat Wajo bersama enceng gondok di Jembatan Tampangeng”

Aliran sungai di bawah Jembatan Tampangeng Sengkang Kab. Wajo memang sudah dipenuhi alang-alang, rumput, enceng gondok yang siap meruntuhkan jembatan bila aliran sungai semakin deras.

Tak dipungkiri lagi, sebuah daratan baru terbentuk dialiran sungai yang berhubungan langsung dengan Danau Tempe

Ditulis pada Tak Berkategori | 2 Komentar

Separuh Gadis Jabodetabek Tidak Perawan

Laporan: Kompas

Separuh remaja perempuan lajang di Jakarta, Bogor, Tangerang, dan Bekasi disebut tidak perawan karena melakukan hubungan seks pranikah. Tidak sedikit yang hamil di luar nikah.

“Dari data yang kami himpun, dari 100 remaja, 51 remaja perempuannya sudah tidak lagi perawan,” ungkap Kepala Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Sugiri Syarief kepada sejumlah media dalam Grand Final Kontes Rap dalam memperingati Hari AIDS sedunia di lapangan parkir IRTI Monas, Minggu (28/11/2010).

Selain di Jabodetabek, ujar Sugiri, data yang sama juga diperoleh di wilayah lain di Indonesia. Ia menyebutkan bahwa di Surabaya, remaja perempuan lajang yang kegadisannya sudah hilang mencapai 54 persen, di Medan 52 persen, Bandung 47 persen, dan Yogyakarta 37 persen. Menurutnya, data ini dikumpulkan BKKBN selama kurun waktu 2010 saja.

Ia menyampaikan, perilaku seks bebas merupakan salah satu pemicu meluasnya kasus HIV/AIDS. Mengutip data dari Kemenkes pada pertengahan 2010, kasus HIV/AIDS di Indonesia mencapai 21.770 kasus AIDS positif dan 47.157 kasus HIV positif dengan persentase pengidap usia 20-29 tahun (48,1 persen) dan usia 30-39 tahun (30,9 persen). Kasus penularan HIV/AIDS terbanyak ada di kalangan heteroseksual (49,3 persen) dan IDU atau jarum suntik (40,4 persen).

Mengutip catatan Kementerian Kesehatan pula, jumlah pengguna narkoba di Indonesia saat ini mencapai 3,2 juta jiwa. Sebanyak 75 persen di antaranya atau 2,5 juta jiwa adalah remaja. (*)

Ditulis pada Berita | 1 Komentar

Penyempurnaan Visi dan Misi SMAN 1 Maniangpajo

Kepala SMAN 1 Maniangpajo bersama dengan Ketua Komite dan Pengawas SMA Dinas Pendidikan Kab. Wajo

SMA Negeri 1 Maniangpajo menyelenggarakan pertemuan antara Pihak Sekolah, Komite Sekolah, Orang Tua/Wali Siswa dan Pengawas SMA Dinas Pendidikan Kabupaten Wajo, Jumat (19/11/2010)

Agenda utama adalah penyempurnaan Visi dan Misi SMA Negeri 1 Maniangpajo dan Pengisian Instrumen Evaluasi Diri Sekolah.

Dalam pertemuan tersebut, disepakati Visi yang lama “terwujudnya manusia unggul, berbudi luhur yang berbasis Imtaq” disempurnakan menjadi “terwujudnya sumber daya manusia yang kreatif, inovatif, unggul, berbudi luhur, dalam iptek dan imtaq” untuk lebih jelasnya, silakan klik disini

Ditulis pada Berita | Tinggalkan Komentar

Makassar Juara Umum PORDA XIV & PORCADA II 2010

Ahmad Halis, Siswa SMA Negeri 1 Maniangpajo berhasil menyumbangkan Medali Emas pada cabang olahraga atletik Pekan Olahraga Cacat Daerah (PORCADA) II 2010 Sulawesi Selatan. Sementara itu dalam Pekan Olahraga Daerah (PORDA) XIV 2010 Sulawesi Selatan yang digelar bersamaan dengan PORCADA, Tim Biliar Kabupaten Wajo tampil sebagai juara Umum.

Dalam even tersebut, Makassar merebut juara umum Pekan Olahraga Daerah (PORDA) XIV dan Pekan Olahraga Cacat Daerah (Porcada) II 2010 Sulawesi Selatan yang berakhir di Kabupaten Pangkep, Sabtu (13/11) petang.

Yasser Arafat, Guru SMAN 1 Maniangpajo

Kota Makassar mengoleksi 78 emas, 43 perak, 60 perunggu di PORDA sementara di PORCADA meraih 39 medali emas, 14 perak, dan 9 perunggu.

Peringkat II dan III di PORDA diraih tuan rumah Pangkep dengan 35 emas, 42 perak, dan 59 perunggu, dan Sinjai dengan 27 medali emas, 13 perak, dan 17 perunggu. Sementara peringkat II dan III di PORCADA diraih Wajo dengan 14 medali emas, 3 perak, dan 6 perunggu dan Maros dengan 11 emas, 5 perak, dan 8 perunggu.

Dalam pertandingan terakhir menjelang Wakil Gubernur Sulsel Agus Arifin Nu’mang menutup kegiatan olahraga empat tahunan yang berlangsung sejak 6 November itu, kesebelasan Kota Palopo meraih medali emas di cabang sepakbola, setelah menang 3-2 atas tuan rumah Pangkep dalam pertandingan yang berakhir dengan adu penalti tanpa perpanjangan waktu. Dalam pertandingan 2 x 45 menit, kedua kesebelasan bermain imbang tanpa gol. Juara III diraih Kabupaten Gowa.

 

Yasser Arafat, Menggunakan Seragam Tim PORDA XIV 2010

Penyerahan medali kepada para pemenang pertandingan sepakbola dilakukan Wagub Sulsel (emas), Ketua Umum KONI Sulsel diwakili Ketua Harian Andi Ilhamsyah Mattalatta (perak) dan Bupati Pangkep Syamsuddin Hamid untuk peraih medali perunggu.

Pada kesempatan terakhir acara pembukaan, Wagub juga menyerahkan bendera PORDA dan bendera KONI Sulsel kepada Bupati Bantaeng Prof Dr Ir M Nurdin Abdullah MAgr, yang daerahnya ditetapkan sebagai tuan rumah PORDA XV dan PORCADA III tahun 2014.

Pada PORDA kali ini diikuti 24 kabupaten dan kota mempertandingkan 25 cabang olahraga. Sementara PORCADA yang diikuti 442 atlet, mempertandingan cabor atletik,  renang, tenis meja, bulutangkis, dan catur.

Ditulis pada Berita | Tinggalkan Komentar

Pengumuman CPNS Kab. Wajo Formasi tahun 2010

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Wajo telah mengumumkan formasi penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) 2010, Minggu (14/11) hari ini. Pemkab Wajo menerima 248 CPNS yang terbagi atas 110 tenaga guru, 75 tenaga kesehatan dan 63 tenaga teknis untuk menduduki 54 jenis jabatan.

Dalam pengumuman Nomor 800/1323/BKDD yang ditandatangani oleh Bupati Wajo, Drs. H. Andi Burhanuddin unru, MM. prosesi pendaftaran di Kabupaten Wajo dilaksanakan melalui PT. Pos Indonesia Persero.

Untuk selengkapnya, unduh pengumuman Disini (Klik Disini)

Ditulis pada Informasi, Tak Berkategori | Tinggalkan Komentar

Disorot Jorok, Camat Maniangpajo Pimpin Baksos

(liputan http://wajoterkini.com/disorot-jorok-camat-maniangpajo-pimpin-pembersihan/)

Serka Kusnadi bekerja di Got

Mendapat sorotan masyarakat bahwa Kelurahan Anabanua yang juga merupakan ibukota Kecamatan Maniangpajo Kab. Wajo, sangat jorok dan tidak terurus membuat Camat Maniangpajo Drs. H. Andi Pammusureng, langsung bertindak cepat dengan mengadakan Bahkti Sosial.

Dari pantauan wajoterkini (media online Kab. Wajo), Jumat (12/11/2010) sudut kota Anabanua yang menjadi sorotan (baca judul lain tentang Sudut Kota Anabanua Jorok) tiba-tiba menjadi ramai. Camat Maniangpajo turun langsung memimpin bakti sosial (pembersihan, red) dengan melibatkan Danramil 1406-03 Anabanua bersama anggotanya, Kapolsek Maniangpajo bersama anggotanya, staf Kelurahan Anabanua, Kepala Lingkungan, bahkan siswa SMAN 1 Maniangpajo dan masyarakat di sekitar pertokoan.

Siswa SMAN 1 Maniangpajo turut kerja bakti membersihkan Wilayah Anabanua

Penilaian Masyarakat bahwa ibukota Kecamatan Maniangpajo, sangat jorok memang terbukti, hal itu terlihat, selokan yang berada di sebelah timur jalan poros Sengkang Parepare tersumbat, sehingga air tergenang setinggi satu meter dan berbau. Untuk melubangi sumbatan tepat dibawah duekker masuk terminal pembantu ini, Serka Kusnadi salah seorang personil Koramil 1406-03 Anabanua, tidak segan segan turun kegot lengkap dengan sepatu larasnya meskipun harus tergenang di dalam lumpur setinggi pantat.

Menurut Camat Maniangpajo Drs. H. Andi Pammusurang pembersihan ibukota kecamatan Maniangpajo ini dilakukan untuk menjawab sorotan masarakat bahwa kota Anabanua sangat jorok, disamping itu pula kita memang sekarang ini melaksanakan sala satu program Bupati Wajo, yaitu program jumat bersih sehingga dilaksanakan tepat hari jumat dan pembersihan mesjid besar Anabanua untuk menyosong hari lebaran Idul Adha yang akan datang.

Seorang warga setempat kepada wajoterkini meyebutkan kepedulian dan kepekaan Camat Maniangpajo terhadap sorotan warga patut mendapat dukungan dan applaus, biasanya jika pejabat mendapat sorotan, apalagi di media cetak maka yg dilakukan mencari sumbernya. “Salut dan bangga pada pak camat, langsung bereaksi memberi solusi. Bahkan melibatkan berbagai elemen, termasuk konsumsi bubur kacang hijau dan air gelas disediakannya,” jelas warga ini dan dibenarkan yang lainnya. Sayangnya, dengan sedikit kecewa kata warga tersebut, pada Bakti Sosial ini Lurah Anabanua tidak terlihat oleh warga.

Ditulis pada Berita | Tinggalkan Komentar

Data Pramuka Garuda Kwarcab Wajo

Berikut data Pramuka Garuda Kwarcab Wajo:

SIAGA
1. SDN 1 Padduppa – Tempe (5 Orang)
2. SDN 105 Tobatang – Pammana (3 Orang)
3. SDN 254 Lempa – Pammana (2 Orang)

PENGGALANG
1. SMPN 1 Sengkang – Tempe (5 Orang)
2. SMPN 3 Sengkang – Tempe (5 Orang)
3. SMPN 6 Sengkang – Tempe (1 Orang)
4. SMPN 2 Pammana – Pammana (5 Orang)
5. SMPN 3 Pammana – Pammana (5 Orang)
6. SMPN 1 Tanasitolo – Tanasitolo (4 Orang)
7. SMPN 3 Tanasitolo – Tanasitolo (1 Orang)
8. MTs As’adiyah Bontouse – Tanasitolo (1 Orang)
9. SMPN 1 Belawa – Belawa (5 Orang)
10. SMPN 1 Gilireng – Gilireng (18 Orang)
11. SMPN 1 Majauleng – Majauleng (4 Orang)
12. SMPN 4 Majauleng – Majauleng (11 Orang)
13. MTs Negeri Pitumpanua – Pitumpanua (6 Orang)

PENEGAK
1. SMAN 1 Sengkang – Tempe (1 Orang)
2. SMAN 2 Sengkang – Tempe (1 Orang)
3. SMAN 3 Sengkang – Tempe (4 Orang)
4. SMAN 1 Maniangpajo – Maniangpajo (6 Orang)
5. MAN Wajo – Belawa (5 Orang)
6. MA DDI Paria – Majauleng (1 Orang)
7. SMAN 1 Pitumpanua – Pitumpanua (4 Orang)

Pramuka Garuda Kwarcab Wajo foto bersama Tim Seleksi Kwarda Sulawesi Selatan

Ditulis pada Berita, Tak Berkategori | 1 Komentar

Film “Kala Sandi Berkata” Berlatar Kepramukaan

Film ini bertema petualangan dengan misi membangkitkan nasionalisme, Kejujuran mengungkap rahasia, dan perdamaian yang kian pudar terutama di generasi muda.

Minggu  ( 1/8) di GOR Ewangga, film kelima produksi GP Production itu dilaunching. Film yang digarap selama enam bulan tersebut berjudul “ Kala Sandi Berkata “ Temanya lain dari biasanya yang melulu percintaan. Film kali ini bertema pendidikan terutama menceritakan aktivis Pramuka. “ Kita beralih ke eksklusif tema pendidikan yakni Pramuka. Melalui film ini kami menyampaikan pesan kepada generasi muda untuk meningkatkan nasionalisme dan kecintaan terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia.” Jelas Pimpinan Produksi, Herman DX didampingi Koordinator Marketing, Hanggara BPdi sela-sela acara.

Herman yang ketika itu bersama penasehatnya Agus wardono, SE, MBA mengatakan, film yang dibintangi Riyke Rahmawati dan Rezza Aditya tersebut layak ditonton oleh generasi muda, sebab pesan yang disampaikannya positif guna membangkitkan semangat nasionalisme generasi penerus bangsa.

Terlebih kata dia, Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Drs. H. Dadang Supardan M.Si yang menghadiri acara tersebut memberikan support yang begitu besar. Ia mendorong agar diselenggarakan bedah film di sekolah-sekolah.

Hadir dalam acara launching, selain Dadang juga Kepala Bakesbang Polinmas H. Yeddi Chandra SH MH. Hadir pula Kepala Disparbud Drs. Nana Sugiana Msi, para pemerhati film dan juga Sutradara senior H. Maman Firmansyah. Tak lupa produser Nining Hardinigsih pun hadir.

Herman menyebutkan, Sutradara film KSB ini adalah Wawan R dengan penulis Skenario AR Affandi. Film tersebut melibatkan lebih dari 100 orang pemain dengan pemeran utama Riyke Rahmawati dan Rezza Aditya. Semuanya merupakan orang Kuningan dengan lokasi syuting di Kuningan.

Alur Cerita.

Kejujuran itu penting, meski kadang kejujuran itu pahit dan menyakitkan. Pesan moral itulah yang ingin disampaikan dalam film ini. Kehidupan Risma begitu samar, ia tinggal bersama adiknya Tria dan seorang tukang Kebun bernama Mang Sarma.

Ia hanya tahu bahwa ibunya dulu sewaktu Risma kecil selalu menengoknya setiapkali ia berulang tahun. Namun sejak ia beranjak dewasa. Ia tak pernah lagi melihat sosok ibunya. Kegelisahannya itu selalu ia tuangkan dalam buku harian yang ia tuliskan dengan menggunakan sandi kotak. Kerinduannya terhadap sosok tersebut ia lampiaskan dalam kegiatan kepramukaan. Ia menemukan keceriaan, kebahagiaan bersama teman-temannya di kegiatan Pramuka. Namun setiap kali ia kembali ke rumah, ia selalu menemukan kemuraman tentang siapa Tria dan siapa Mang Sarma sebenarnya. Risma mempunyai seorang teman spesial bernama Arya.

Ia menemukan sosok ayah dan kakak dalam diri Arya. Suatu saat, Risma mengalami kebimbangan. Ia harus memilih antara kegiatan pelantikan Pramuka, dengan menunggu adiknya yang bisu di rumah. Semula ia hendak menitipkan Tria pada Arya, namun kepercayaannya hilang ketika mengetahui Arya dekat dengan seorang perempuan bernama Susie. Risma akhirnya memutuskan untuk menitipkan Tria pada Mang Sarma. Dalam perjalanan Pelantikan, Sangga Risma terjebak Badai kabut dan salah satu anggotanya jatuh ke dalam jurang.

Di saat-saat panik seperti itu tiba-tiba Risma melihat sosok Tria disela-sela kabut tanpa mempedulikan teman-temannya ia mengikuti Tria dan tersesat di dalam hutan. Sementara Itu Rully, Jaka, Chipay dan Nuri panik mengetahui Risma menghilang hingga mereka melupakan bendera Merah Putih yang telah mereka dapatkan susah payah sebagai tanda bisa mengikuti pelantikan. Diakhir cerita mereka bisa kembali mendapatkan bendera merah putih dengan segala perjuangannya dan juga berhasil menemukan RISMA dan berkat kepiawaian RISMA dalam menerjemahkan sandi ia juga berhasil mengetahui rahasia keluarganya selama ini.

(Sumber : http://raff29.wordpress.com )

Untuk thriler Filmnya Silahkan Klik Disini

Ditulis pada Tak Berkategori | Tinggalkan Komentar

Siaran Pers Kwarnas: Dibutuhkan Kerja Sama Implementasikan UU Gerakan Pramuka

JAKARTA – Semua pemangku kepentingan harus bahu membahu mendidik generasi muda agar memiliki karakter yang sesuai nilai Pancasila menghadapi era globalisasi. “Kini saatnya menyingkirkan kepentingan individu dan kelompok,” kata Ketua Kwartir Nasional Gerakan Pramuka Azrul Azwar di Jakarta, Selasa (26/10). Azrul menjelaskan hal itu terkait dengan disetujuinya Undang-Undang Gerakan Pramuka dalam rapat paripurna Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), Selasa (26/10). Seluruh fraksi sepakat dengan undang-undang yang berisi 9 bab dan 49 pasal. Bersama pimpinan Kwartir Nasional, Azrul ikut menyaksikan rapat paripurna di

gedung DPR, Senayan, Jakarta. “Saya mengucapkan banyak terima kasih kepada pemerintah dan DPR yang berhasil menuntaskan undang-undang ini,” ujar Azrul yang menjadi Guru Besar Universitas Indonesia ini. Azrul mengajak organisasi kepanduan seperti Hizbul Wathan, Pandu Keadilan danlainnya bergabung dalam Gerakan Pramuka sesuai amanah undang-undang (UU) yang baru disahkan. Memang dalam UU, organisasi-organisasi tersebut dapat membentuk gugus depan (Gudep) berbasis komunitas. Pasal 22 UU itu menjelaskan Gudep berbasis komunitas meliputi gugus depan komunitas kewilayahan, agama, profesi, organisasi kemasyarakatan, dan komunitas lain. Aktivis Hizbul Wathan berhak membentuk Gudep di sekolah-sekolah Muhammadyah. Begitu pula Pandu Keadilan dapat membuat Gudep di kompleks perumahan atau rukun warga. Di tingkat kwartir, mereka bisa membentuk satuan komunitas dan menyelenggarakan kegiatan tersendiri. Jadi, kata Azrul, UU Gerakan Pramuka tidak melanggar pasal 28C UUD 1945 tentang kemerdekaan berserikat dan berkumpul. Pasal 47 UU ini mengamanatkan dalam jangka waktu dua tahun, anggaran dasar dan anggaran rumah tangga Gerakan Pramuka harus disesuaikan dengan ketentuan UU yang baru. “Saya mengajak pimpinan Hizbul Wathan, Pandu Keadilan dan lainnya sama-sama merumuskannya,” kata Azrul. Bulan depan akan diadakan Rapat Kerja Nasional Kwartir Daerah seluruh Indonesia di Cibubur, Jakarta. Sejatinya, sejak Gudep berbasis sekolah marak pada awal dasawarsa 1980-an,sekolah Muhammadyah ikut mendirikan gugus depan. Banyak aktivisnya yang kini menjadi andalan (pengurus kwartir) dan pelatih di tingkat kwartir cabang. Pondok-pondok pesantren bahkan menjadikan Gudep pramuka sebagai wadah utama ekstra kurikuler. Termasuk Pondok Modern Gontor yang setiap bulan Syawal mengadakan jambore dan raimuna nasional yang diikuti perwakilan pramuka pesantren yang berafiliasi dengan Gontor. Hal yang sama dilakukan Pondok Pesantren Darunnajah, Jakarta. “Salah seorang pimpinannya kini menjadi andalan Kwartir Nasional Gerakan Pramuka periode 2009-2014,” kata Azrul. Lembaga pendidikan di bawah naungan Yayasan Sekolah Islam Terpadu juga memiliki Gudep. Pada Maret 2008 mereka mengadakan jambore tingkat nasional di Bumi Perkemahan Cibubur, yang diikuti ribuan anggotanya. Pembukaan acara ini dilakukan Hidayat Nur Wahid, mantan Ketua Majelis Perwakilan Rakyat Republik Indonesia dan mantan Presiden Partai Keadilan Sejahtera. Ketua Kwarnas Gerakan Pramuka Azrul Azwar hadir untuk menyematkan kacu merah putih ke perwakilan peserta.

Di lingkungan lembaga pendidikan Kristen dan Katolik, Gudep pramuka menjadi salah satu wadah aktivitas siswanya. Begitu pula Gudep pramuka di bawah naungan organisasi keagamaan Hindu dan Budha. Anggota penggalang dan penegak dari Gudep kekhususan ini selalu mengikuti kegiatan pramuka di tingkat daerah, nasional dan internasional.

Beberapa saat lagi, Kwartir Nasional akan meresmikan Gudep komunitas berbasis Sekolah Islam Terpadu dan Katolik serta Perguruan Taman Siswa. Ketua Yayasan Majelis Luhur Taman Siswa Tyasno Sudarto sudah bertemu dengan Azrul Azwar membicarakan hal ini. “Mari kita bekerjasama membangun karakter generasi muda dan menyiapkan mereka menghadapi isu-isu global seperti konsumerisme, kesehatan masyarakat, perubahan iklim dan lainnya,” kata Azrul. [***] (siaran Pers Kwarnas)

Ditulis pada Tak Berkategori | Tinggalkan Komentar

Pancasila Sebagai Landasan Hukum Negara.

Falafah Pancasila sebagi Dasar Negara merupakan nilai dasar spiritual keagamaan, kemanusiaan, dan kesatuan bangsa yang menjadi landasan dasar dalam pembangunan bangsa baik pembangunan sumber daya manusia maupun pembangunan fisik.

Kepramukaan sebagai gerakan pendidikan pada jalur pendidikan non formal merupakan bagian tak terpisahkan dari system pendidikan dalam menyiapkan anak bangsa menjadi kader bangsa yang berkualitas baik moral, mental, spiritual, intlelektuan, emosional, maupun fisik dan ketrampilan.

Gerakan Pramuka yang diresmikan berdirinya pada tanggal 14 Agustus 1961 merupakan kesinambungan gerakan kepanduan nasional Indonesia yang bertujuan menumbuhkan tunas bangsa menjadi generasi yang dapat menjaga keutuhan, persatuan dan kesatuan bangsa, bertanggungjawab serta mampu mengisi kemerdekaan Indonesia.

Kepramukaan pada hakekatnya adalah suatu proses pendidikan yang menyenangkan bagi anak muda, dibawah tanggungjawab anggota dewasa, yang dilaksanakan di luar lingkungan pendidikan sekolah dan keluarga, dengan tujuan, prinsip dasar dan metode pendidikan tertentu.

Gerakan Pramuka adalah suatu gerakan pendidikan untuk kaum muda, yang bersifat sukarela, nonpolitik, terbuka untuk semua, tanpa membedakan asal-usul, ras, suku dan agama, yang menyelenggarakan kepramukaan melalui suatu sistem nilai yang didasarkan pada Satya dan Darma Pramuka.

Dasar Penyelenggaraan Gerakan Pramuka sebagai Landasan Hukum diatur berdasarkan :

  1. Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 238 tahun 1961 Tentang Gerakan Pramuka
  2. Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 118 tahun 1961 Tentang Penganugerahan Pandji kepada Gerakan Pendidikan Kepanduan Pradja Muda karana
  3. Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 24 tahun 2009 Tentang Pengesahan Anggaran Dasar Gerakan Pramuka
  4. Keputusan Kwartir Nasional Gerakan Pramuka Nomor 203 tahun 2009 tentang Anggaran Rumah Tangga Gerakan Pramuka

Landasan Hukum Gerakan Pramuka merupakan landasan Gerak setiap aktifitas dalam menjalankan tatalaksana Organisasi dan manajemen di Gerakan Pramuka.

http://www.pramukanet.org/index.php?option=com_content&task=section&id=26&Itemid=120
Ditulis pada Tak Berkategori | Tinggalkan Komentar

JADWAL LATIHAN KEPENEGAKAN

Setelah Pelaksanaan Penerimaan Tamu Ambalan pada bulan Juli 2010, maka berikut ini diumumkan jadwal Latihan Kepenegakan Ambalan Pattimura – M.C. Tiahahu Pangkalan SMA Negeri 1 Maniangpajo.

Silakan download jadwal, klik disini

Ditulis pada Tak Berkategori | Tinggalkan Komentar

Pelantikan Pramuka Garuda tercatat di MURI

Ka. Kwarnas Kak Azrul Azwar bersama dengan Ka. Kwarda Sul-Sel, Kak Syahrul Yasin Limpo

Gubernur Sulawesi Selatan Syahrul Yasin Limpo memelopori pembentukan Pramuka Garuda. Ciri-ciri kegiatannya, anggota akan mendapat pembekalan khusus selain keterampilan yang lazim diberikan dalam kegiatan Pramuka biasa. “Kalau di TNI Angkatan Darat ada Kopassus, Pramuka memiliki Pramuka Garuda,” ujar Ketua Kwartir Daerah Sulawesi Selatan itu kemarin. Dia mengatakan 7 November 2010 dicanangkan sebagai hari lahirnya Pramuka Garuda.

Ka. Kwarda, Ka. Kwarnas, & Deputi Kemenkokesra menerima Piagam MURI

Menurut Syahrul, jumlah anggota Pramuka Garuda Sulawesi Selatan sebanyak 1.591 orang. Mereka yang akan mengikuti pelatihan intensif ini terbagi dalam kelompok siaga 190 orang, penggalang 800 orang, penegak 585 orang, dan pandega 16 orang. Jumlah tersebut kemudian dicatat oleh Museum Rekor-Dunia Indonesia (Muri) sebagai upacara pelantikan anggota Pramuka terbanyak. Penyerahan sertifikat Mueum Rekor Dunia Indonesia (Muri) tersebut diserahkan langsung oleh Senior Manajer Muri Paulus Pangka kepada Ketua Kwarda Sulawesi Selatan Syahrul Yasin Limpo, Ketua Kwarnas Asrul Aswar dan Deputi Kementrian Kesejahteraan Rakyat.

Gubernur menjelaskan, keterampilan khusus yang diberikan, selain tali temali, adalah membangun jembatan hingga pembentukan karakter nasionalis. Menjadi anggota Pramuka Garuda harus ikut diseleksi. Materi seleksinya meliputi loyalitas, kepatuhan, dan berdisiplin. Calon anggota juga punya jiwa menolong dan siap diterjunkan di medan yang terkena bencana. “Dengan demikian, anggota Pramuka Garuda adalah sosok yang tangguh, berkarakter kuat, serta memiliki jiwa nasionalisme,” kata Syahrul.

Ka. Kwarda Wajo Drs. H. Mohammad Ridwan, M.Pd. bersama dengan Ka. Mabicab Wajo Drs. H. Burhanuddin Unru, MM.

Asrul Aswar, Ketua Kwartir Nasional Pramuka, menyambut positif lahirnya Pramuka Garuda. “Diharapkan bisa berperan dalam membangun bangsa, khususnya pemuda. Banyak pemuda yang tidak memiliki pekerjaan karena miskin keterampilan. Semoga Pramuka Garuda bisa ikut mengatasi masalah tersebut,” katanya berharap.

Upacara pelantikan Pramuka Garuda ditandai oleh pengiriman tim reaksi cepat untuk membantu korban bencana Gunung Merapi di Yogyakarta, yang berjumlah 52 orang. Mereka juga membawa bantuan obat-obatan serta makanan.

Ka. Mabicab Wajo Drs. H. Burhanuddin Unru, MM. menerima bantuan dari Ka. Kwarnas

Pada kesempatan tersebut kwarnas juga menyerahkan sejumlah aset pengelolaan gugus depan kepada kwarcab Makassar, Luwu Utara, Takalar, Wajo dan Selayar .

Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Sulawesi Selatan Muhammad Roem mengatakan Pramuka Garuda merupakan respons dari program Pramuka kwartir nasional. Menurut dia, bukan hal yang mudah menyiapkan kegiatan ini. “Kesulitan muncul ketika kegiatannya bersamaan dengan pemilihan kepala daerah,” ujarnya.

Pramuka Garuda SMAN 1 Maniangpajo

Khusus SMA Negeri 1 Maniangpajo, mengirimkan 6 orang anggotanya yang lulus seleksi dan berhak menyandang pramuka penegak garuda. Mereka adalah Andi Muhammad Arif Bijaksana, Nasrullah, St. Aisyah, Sri Hardianti Rosadi, Sunarti, dan Jurana. Mereka diantar langsung oleh Yasser Arafat, selaku Pembina Gudep di SMA Negeri 1 Maniangpajo.

Ditulis pada Tak Berkategori | Tinggalkan Komentar

RUU PRAMUKA: PERSATUAN atau PERPECAHAN

Perkembangan gerakan pramuka mengalami pasang surut dan pada kurun waktu tertentu kurang dirasakan penting oleh kaum muda. Akibatnya, pewarisan nilai-nilai yang terkandung dalam falsafah Pancasila dalam pembentukan kepribadian kaum muda yang merupakan inti dari pendidikan kepramukaan tidak optimal. Pada waktu yang bersamaan dalam tatanan dunia global bangsa dan Negara membutuhkan kaum muda yang memiliki rasa cinta tanah air, kepribadian yang kuat dan tangguh, rasa kesetiakawanan sosial, kejujuran, sikap toleransi, kemampuan bekerja sama, rasa tanggung jawab, serta kedisiplinan untuk membela dan membangun bangsa.

Dengan menyadari permasalahan yang digambarkan di atas, pada peringatan ulang tahun gerakan pramuka 14 Agustus 2006 dicanangkan revitalisasi gerakan pramuka. Momentum revitalisasi gerakan pramuka tersebut dirasakan sangat penting dalam upaya pembangunan kepribadian bangsa yang sangat diperlukan dalam menghadapi tantangan sesuai dengan tuntutan perubahan zaman.

Undang-undang tentang Gerakan Pramuka disusun dengan maksud untuk menghidupkan dan menggerakkan kembali semangat perjuangan yang dijiwai nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan masyarakat yang beraneka ragam dan demokratis. Undang-undang ini menjadi dasar hokum bagi semua komponen bangsa dalam penyelenggaraan pendidikan kepramukaan yang bersifat mandiri, sukarela, dan nonpolitis dengan semangat bhineka tunggal ika untuk mempertahankan kesatuan dan persatuan bangsa dalam wadah Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Sayangnya, UU Gerakan Pramuka yang dalam waktu dekat ini akan sah berlaku di Indonesia memiliki beberapa ketentuan-ketentuan yang berbeda dari Anggaran Dasar Gerakan Pramuka (sesuai dengan Keputusan Presiden Republik Indonesia No. 24 tahun 2009, tanggal 15 September 2009) dan Anggaran Rumah Tangga Gerakan Pramuka (sesuai dengan Keputusan Kwartir Nasional Gerakan Pramuka No. 203 Tahun 2009, tanggal 21 Desember 2009)

Coba kita tengok UU Gerakan Pramuka pasal 6 tentang Kode Kehormatan. Kemudian kita bandingkan dengan AD Gerakan Pramuka pasal 13 begitupun dengan ART pasal 20 yang juga mengatur tentang Kode Kehormatan.

Pasal 6 UU Gerakan Pramuka, pada ayat (4) berbunyi: Satya Pramuka sebagaimana dimaksud pada ayat (2) berbunyi: “Demi kehormatanku, aku berjanji akan bersungguh-sungguh menjalankan kewajibanku terhadap Tuhan Yang Maha Esa dan Negara kesatuan Republik Indonesia, mengamalkan Pancasila, menolong sesama hidup, ikut serta membangun masyarakat, serta menepati Darma Pramuka”

Merujuk pada UU Gerakan Pramuka, sepertinya tidak ada perbedaan lagi, kode kehormatan yang dimiliki oleh pramuka golongan siaga, pramuka golongan penggalang, dan pramuka golongan penegak, pandega, pramuka dewasa. Seperti yang tertuang dalam AD/ART Gerakan Pramuka yang menjelaskan bahwa Kode kehormatan Pramuka ditetapkan dan diterapkan sesuai dengan golongan usia dan perkembangan rohani dan jasmani anggota Gerakan Pramuka. Dilain sisi, pada penjelasan UU gerakan Pramuka pasal 12 menjelaskan tentang penekanan terbentuknya kepribadian dan keterampilan pada masing-masing jenjang pendidikan, yakni siaga, penggalang, penegak dan pandega.

Sebuah hal yang membingungkan. Masing-masing jenjang pendidikan memiliki penekanan yang berbeda, sementara kode kehormatan disamakan. Ironisnya lagi setiap jenjang berjanji untuk ikut serta membangun masyarakat. Hal demikian tentunya dibedakan pada AD/ART Gerakan Pramuka yang sudah diberlakukan sebelum UU Gerakan Pramuka diberlakukan.

Hal lain, yang dapat membingungkan kita adalah isi pasal 47 point (a) “organisasi gerakan pramuka dan organisasi lain yang menyelenggarakan pendidikan kepramukaan yang ada sebelum Undang-undang ini diundangkan tetap diakui keberadaannya”. Sesuatu yang bertolak belakang dengan Keputusan Presiden No. 238 Tahun 1961 tentang Gerakan Pramuka yang intinya membentuk dan menetapkan gerakan pramuka sebagai satu-satunya perkumpulan yang memiliki kewenangan menyelenggarakan pendidikan kepanduan di Indonesia. Bukankah organisasi yang menyerupai dilarang adanya? Lantas, kenapa tiba-tiba diakui? Apakah ini pertanda, Pramuka akan kembali pecah dengan keberadaan Undang-Undang Gerakan Pramuka? Yang jelas dengan disahkannya UU Gerakan Pramuka ini, Pramuka bukan lagi satu-satunya organisasi kepanduan di Indonesia. Ada Hisbul Wathan milik Persyarikatan Muhammadiyah yang dulu pernah bergabung dengan Pramuka, begitupun dengan Pandu Keadilan yang didirikan oleh Partai Keadilan Sejahtera.

Lantas, apakah organisasi-organisasi kepanduan lain akan bermunculan di esok hari? Bisa saja terjadi. Bukankah mereka pernah ada sebelum melebur dalam wadah Pramuka. Pertanyaan akhir dalam tulisan ini, apakah UU Gerakan Pramuka akan menjadi dasar terpecahnya pramuka?

 

Ditulis pada Accher Blog, Berita | 4 Komentar

CEMARA SCOUT JUARA UMUM III KLKP GT’10 SULSELBAR

Crew KLKP GT'10 SMAN 1 Maniangpajo

Usai sudah perhelatan Kemah dan Lomba Kreativitas Pramuka Tk. Penggalang dan Penegak se-Sulawesi Selatan dan Barat tahun 2010. SMA Negeri 1 Maniangpajo, sebagai satu-satunya sekolah yang mewakili Kabupaten Wajo dalam ajang tersebut dinobatkan sebagai juara umum III, setelah berjuang dalam 13 macam lomba yang digelar dari tanggal 29 Oktober hingga 2 Nopember 2010 di Benteng Somba Opu Kabupaten Gowa.

“Tahun ini merupakan keikutsertaan kita untuk yang kedua kalinya. Jika tahun lalu kami hanya bisa Juara Umum Harapan III, Alhamdulillah tahun ini mampu ditingkatkan menjadi Juara Umum III”, ungkap Pembina SMA Negeri 1 Maniangpajo, Yasser Arafat, S.Pd. “Sebenarnya target kami melenceng, namun, karena cuaca Kabupaten Gowa yang ekstrim menyebabkan sebagian besar anggota tim sakit selama perlombaan, jadinya hanya ini yang kami dapat”, tambahnya lagi.

Sementara itu, anggota tim sesampainya di Anabanua (02/11/2010), masih menampilkan raut muka kecewa karena target yang diberikan Pembina tidak tercapai. “Mestinya kita juara pada beberapa ajang lagi, tapi kondisi kesehatan kami drop ditambah lagi down dari faktor x sehingga seperti ini” Ungkap Uwo Hastuti.

Disaat yang sama, Ketua Ambalan Pattimura, Anwar Sandi menyampaikan permohonan maafnya. “Mohon maaf, kami tidak mencapai target” ungkapnya singkat sambil mengaku jika selama di arena lomba, dirinya mengalami kesehatan yang terganggu.

Disaat yang berbeda, Kepala SMA Negeri 1 Maniangpajo, lewat pesan singkat menyampaikan selamat kepada Tim KLKP 2010 SMA Negeri 1 Maniangpajo. “Selamat atas prestasi ini, Sebuah Piala lebih berharga kalau diraih dengan kejujuran dari pada banyak piala yang diraih dengan penuh kecurangan”.  Pihaknyapun akan menerima piala yang diperoleh anak didiknya melalui sebuah upacara tambahan pada Hari Senin, 8 November 2010 yang akan dating.

Dari 13 Macam lomba, SMA Negeri 1 Maniangpajo meraih prestasi pada Lomba Standar Camp Putri (Juara I), Lomba Administrasi Sangga Putra (Juara I), Lomba Cipta dan Baca Puisi Kreatif Putra (Juara I), Lomba Administrasi Sangga Putri (Juara II), Lomb Jelajah Benteng Putra (Juara III), dan Lomba Three Brother Putri (Juara II). Selain piala dari lomba-lomba tersebut, SMA Negeri 1 Maniangpajo juga berhak atas piala Rektor Universitas Hasanuddin, sebagai Juara Umum III KLKP Sulselbar Tahun 2010

Menaikkan Peringkat adalah Sebuah Kesuksesan di KLKP GT 2010 oleh Crew SMAN 1 Maniangpajo

 

Ditulis pada Berita, Informasi | 5 Komentar

Catatan ke-3 CEMARA SCOUT pada KLKP GT’10

Setelah Pak Tua saya ceritakan, sebagai pelengkap catatan ini, saya juga akan menceritakan informasi teraktual dan terpercaya yang menjadi bagian langkah demi langkah cerita Cemara Scout yang mungkin tidak akan terlupakan, sbb:

  1. Alumni setiap saat pada berdatangan, tidak hanya sekali atau dua kali akan tetapi sudah berkali-kali dengan jumlah alumni yang dusah datang hingga sekarang, berkisar 50 orang dari berbagai angkatan. mereka pada umumnya memberikan support, untuk kesuksesan CEMARA SCOUT dalam ajang KLKP GT’10 ini
  2. Hingga sekarang, kunjungan keluarga pun dari peserta silih berganti. mereka kami terima di Gubuk Mungil milik perempuan
  3. Sebuah catatan sejarah, KLKP GT’10 mengajarkan kepada peserta untuk menghormati bendera cikal ketika digerek dan/atau diturunkan. Serta merta diprotes oleh Cemara Scout. uppzzzzzzz, karena itu, Cemara Scout dapat jatah untuk menjadi pelaksana upacara selanjutnya. YACH UDAH, HANTAM AJA CHESSSSSSS, TOCH SUDAH TERBIASA. (SMApun BISA, bukan saja SMK, hehehehehehe)
  4. Kayaknya udah gerah. izin mandi dulu.
Ditulis pada Tak Berkategori | Tinggalkan Komentar

Catatan Ke-2 CEMARA SCOUT di KLKP GT’2010

Catatan ini mestinya menjadi catatan ke-3. namun, karena kondisi kesehatan dari sebagian anggota “TIM CEMARA SCOUT” terganggu karena faktor cuaca, sehingga tidak ada waktu untuk menyebarkannya ke Dunia Maya. Alhamdulillah, kondisi kesehatan Tim, hingga sekarang ini sudah mulai membaik. Mudah-mudahan kembali dapat merebut point demi point. Amin.

Hari ini, saya ingin bercerita tentang seseorang. Sebut saja namanya Pak Tua. Tubuhnya tegak, tinggi, rambut sudah mulai beruban, begitupun dengan kumisnya. Pak Tua adalah penjaga rumah adat salah satu Kabupaten di Sulawesi Selatan.

Hampir setiap saat, beliau datang bertamu di tenda kami. “Bagaimana kondisi anggota?” ataukah “Bagaimana, sudah mandi?” pertanyaan pertama yang selalu saja dimunculkannya. Yach, Pak Tua sangat peduli dengan keberadaan kami. sampai-sampai rela meminjamkan semua harta benda yang kami butuhkan, tanpa imbalan sepersenpun.

Begitupun dengan urusan mandi. Jika setiap pemilik rumah memasang tarif Rp. 2.000,- untuk buang air besar dan Rp. 1.000,- untuk mandi, Pak Tua tidak memasang tarif apa-apa. Pernah suatu ketika, dikasih uang, Pak Tua malah menolak. “Pak, jangan-ki kasi uang, karena sama-sama-ja-ki’ disini” kata penolakannya.

Jika demikian adanya. Kami, tidak tahu dengan jalan apa, kami membalas kebaikan Pak Tua yang peduli dengan keberadaan kami, bahkan merelakan diri begadang Menjaga Keamanan Rumah Mungil, kami. “Saya duduk sendiri tadi malam disana (sambil menunjuk sebuah tempat, yang tidak jauh dari tenda kami) sampai subuh” katanya kepada penulis, sebelum beranjak dari Gubuk Mungil kami, pagi ini.

Ditulis pada Berita | Tinggalkan Komentar

Cerita Pertama dari KLKP GT’10

Berikut ini adalah beberapa catatan yang terekam untuk  “CEMARA SCOUT” dan layak untuk diingat diH+1 KLKP GT’2010 yang dilaksanakan di Lokasi Perkemahan Taman Wisata Benteng Somba Opu Kabupaten Gowa

  1. Sopir mobil yang ditumpangi dari Anabanua, keras kepala. sudah ditunjukkan jalan tapi tidak mau dengar, akhirnya bolak-balik di Jl. Somba Opu (sikamma-ji, ada Somba Opunya, hehehehehehe)
  2. Dari Jl. Somba Opu, oleh sopir dibawa ke Benteng Roterdam, lalu ke Pantai Losari, dan dibawa ke Standion Mattalatta Makassar. sempat terjebak macet, karena disaat yang bersamaan PSM akan melakoni pertandingan melawan PERSISAM
  3. Sampai di lokasi perkemahan, pada malam hari. meski dengan penerangan seadanya, “CEMARA SCOUT” tetap mendirikan tenda. wow dapat lemparan WC Terbang dari sumber yang tidak jelas. sialnya, melekat di terpal tenda. beberapa diantara anggota Tim, malah tidak sengaja memegangnya (nasib)
  4. Beberapa orang diantara anggota “CEMARA SCOUT” mengeluh sakit. Saya (Yasser) memang sudah mengeluh sakit beberapa hari sebelum berangkat hingga sekarang. Ullah dan Andi Arif, juga mengeluh sakit sehari sebelum berangkat hingga sekarang. Andi Qade juga sakit setelah Shalat Subuh, begitupula dengan Nawa. malah Nawa, sempat berurusan dengan Pos Kesehatan.
  5. Jika Nawa berurusan dengan Pos Kesehatan, Baim malah berurusan dengan ahli ghaib. Baim kerasukan, yang menyebabkan kami bingung
  6. Beberapa saat yang lalu telah diumumkan, hasil lomba pada hari I. hasilnya: Juara I Lomba Administrasi Sangga Putra, Juara II Lomba Administrasi Sangga Putri, dan Juara ….. Lomba …………………………….
Ditulis pada Berita, Informasi | Tinggalkan Komentar

KLASIFIKASI PENGGUNAAN TIK

RPP berbasis TIK pendekatan pembelajarannya student centre (pembelajaran berpusat pada siswa). RPP sama dengan RPP yang ada sekarang yang sesuai dengan standar proses (permen) hanya saja baik dalam kegiatan inti maupun pada penugasan harus kita masukan misal siswa harus akses ke web sekolah, LMS, Blog, atau sumber lainnya misal TV edukasi,Edu.net. Termasuk soalpun harus kita sediakan di LMS, Blog atau web, tidak perlu ditulis di kertas disatukan dalam RPP. Bahkan RPPnya sendiri harus disimpan di LMS sekolah. Lanjut membaca

Ditulis pada Informasi | Tinggalkan Komentar

Prediksi Menteri yang akan di-Reshuffle

Gaung reshuffle Kabinet Indonesia Bersatu (KIB) Jilid II dalam satu tahun pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono dan Boediono kian berhembus kencang. Sejumlah menteri kabarnya akan di-reshuffle. Siapa saja menteri yang akan di-reshuffle juga masih tanda tanya.

Namun akhir-akhir ini sejumlah menteri kerap jadi sorotan publik. Berikut ini menteri yang belakangan menjadi sorotan publik dan apakah mereka yang akan di-reshuffle SBY-Boediono: Lanjut membaca

Ditulis pada Berita | Tinggalkan Komentar

Kesuksesan Berawal Dari Sebuah Mimpi

Kesuksesan berawal dari sebuah mimpi (dream), mimpi untuk menjadi sukses. Bagaimana mungkin seorang bisa sukses, bila bermimpi sukses saja tidak pernah ia cita-citakan. Mimpi yang tinggi akan melahirkan semangat kerja yang tinggi. Sebagian besar  orang besar senang bermimpi, lalu bersungguh-sungguh untuk mewujudkan mimpinya tersebut.

Mimpi yang saya maksud disini bukanlah bunga tidur atau mimpi di siang bolong. Mimpi yang saya maksudkan adalah sebuah himmah atau cita-cita yang tinggi menggantung di atas  Arsy. Mimpi yang bisa menembus benteng kokoh, menerjang karang, menyibak badai. Bukan mimpi yang sekedar angan dan khayalan. Lanjut membaca

Ditulis pada Informasi, Tak Berkategori | 1 Komentar

Seandainya jarum jam TIDAK MAMPU BERDETAK 86.400 kali sehari?

TERJADI dialog antara pembuat jam dengan jam yang sedang dibuatnya. Pembuat jam berkata, “Hai jam, apakah kamu sanggup untuk berdetak sebanyak 31.536.000 (Tiga puluh satu juta lima ratus tiga puluh enam ribu) kali dalam setahun?”, jam itu tersentak, “Enggak mungkinlah saya berdetak sebanyak itu!?”

“Baiklah, bagaimana kalau 86.400 (delapan puluh enam ribu empat ratus) kali dalam sehari?” tawar pembuat jam.

“Delapan puluh enam ribu empat ratus kali? Dengan jarum yang kecil-kecil begini?” jawab jam penuh keraguan. Lanjut membaca

Ditulis pada Informasi | Tinggalkan Komentar

YANG HEBAT: MANUSIA ATAU KOMPUTER?

Selama ini kita selalu mengatakan kalau sudah komputer yang bekerja, komputer yang sudah menghitung maka bisa kita pastikan semuanya aman dan diyakini kebenarannya, termasuk kalau menghitung maka hasilnya pastinya benar.

Tetapi pernahkah terbesit dalam pikiran kita??? hasilnya akan salah…..

kita buktikan saja mengitung suatu nilai di bawah ini dengan menggunakan Microsoft Office Excel 2007:

154,2 x 1700

maka diperoleh hasil perkalian = 262140, lalu hasil ini kita bagi angka 4 diperoleh hasil 100000.

Benarkah hasilnya = 100000???

sekarang kita hitung nilai yang sama di atas dengan menggunakan kalkulator atau gunakan otak kita sendiri, apakah hasilnya sama dengan 100000?

Mana yang benar ???

ada dua pilihan : (1) Anda benarkan komputer, secara otomatis Anda kurang bagus mengitung, (2) Anda benarkan diri anda, secara otomatis pula Anda mulai meragukan komputer, paling tidak MO Excel 2007.

selamat memutuskan……..

Ditulis pada Berita, Informasi | Tinggalkan Komentar

UPAYA PEMENUHAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN DI SULSEL

Permasalahan utama pendidikan adalah disparatis mutu pendidikan khususnya yang berkaitan dengan (1) ketersediaan pendidik dan tenaga kependidikan, (2) prasarana sarana belajar yang belum optimal, (3) pendanaan pendidikan yang belum memadai, (4) proses pembelajaran yang belum efektif dan efesien. Salah satu langkah kongkrit peningkatan mutu pendidikan adalah pemberdayaan sekolah agar mampu berperan sebagai subyek penyelenggara sekolah agar mampu berperan sebagai subyek penyelenggara pendidikan dengan menyajikan pendidikan yang bermutu. Sekolah diberi kewenangan dan peran yang luas untuk merancang dan melaksanakan pendidikan sesuai dengan potensi dan kondisinya masing-masng dengan tetap mengacu pada standar minimal yang ditetapkan pemerintah melalui Standar Nasional Pendidikan (SNP). Standar Nasional Pendidikan adalah criteria minimal tentang sistem pendidikan di seluruh wilayah hokum Negara Kesatuan Republik Indonesia. Standar Nasional Pendidikan mencakup Standar Isi, Standar Kompetensi Lulusan, Standar Proses, Standar Penilaian, Standar Pengelolaan, Standar Pendidik dan Tenaga Kependidikan, Standar Sarana Prasarana dan Standar Pembiayaan Lanjut membaca

Ditulis pada Tak Berkategori | Tinggalkan Komentar

Ucapan Selamat Ulang Tahun

7 Oktober 2010, merupakan momen terindah buat saya pribadi, karena merupakan tanda bahwa seorang Yasser telah dipinjamkan umur oleh Penguasa Jagad Raya ini untuk menikmati seluruh kenikmatan yang tiada tara di muka bumi ini selama 26 tahun, sekaligus untuk menyongsong hari-hari berikutnya.

Sehari sebelum hari bahagia ini, waktu digunakan untuk bersama 15 Kepala Sekolah SMA se-Kabupaten Wajo di Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Selatan. Dan hari ini menghabiskan waktu untuk jalan bersama Kakak Ipar yang baru saja pulang kampung dari daerah perantauannya Palu. Objek tujuan utama perjalanan kami adalah Makassarlink Karebosi, Makassar Trade Center Karebosi Makassar, dan Graha Pena.

Bersamaan dengan momen jalan-jalan tersebut, berbagai ucapan selamat ulang tahun mengalir lewat e-mail, facebook dan SMS. Beberapa ucapan selamat tersebut, dapat dibaca dalam postingan ini. Olehnya itu, Terima kasih saya sampaikan kepada seluruh saudara, kerabat, dan handai taulan atas segala sesuatunya yang saya rasakan saat ini. Tanpa kalian, saya tidak mungkin seperti ini. Lanjut membaca

Ditulis pada Tak Berkategori | Tinggalkan Komentar

Upacara Hari Kesaktian Pancasila di Maniangpajo

Pembina SMAN 1 Maniangpajo

Kepala SMA Negeri 1 Maniangpajo, Drs. Jamade, M.Si., hari Senin (1/10/2010) memimpin upacara Hari Kesaktian Pancasila 1 Oktober 2010, di Halaman SMA Negeri 1 Maniangpajo, Jalan Pare Pare No. 3 Anabanua. Upacara ini digelar untuk mengenang persitiwa 30 September 1965, saat dilakukan aksi kekerasan dan penculikan oleh Gerakan 30 September terhadap sejumlah jenderal dan perwira TNI.

Upacara diawali dengan laporan oleh pemimpin upacara, Andi Nuzulul Qadri, disusul dengan pembacaan naskah Pancasila oleh Drs. Jamade, M.Si., dilanjutkan dengan pembacaan naskah pembukaan UUD 1945 oleh Uwo Hastuti

Kemudian dibacakan ikrar untuk menyatakan kesetiaan rakyat Indonesia kepada Pancasila, oleh Ketua OSIS SMA Negeri 1 Maniangpajo, Sulfiani Thalib. “Kami membulatkan tekad untuk tetap mempertahankan dan mengamalkan nilai-nilai Pancasila sebagai sumber kekuasaan menggalang kebersamaan untuk memperjuangkan menegakkan kebenaran dan keadilan demi keutuhan negara kesatuan Republik Indonesia,” kata Sulfiani membacakan ikrar yang ditanda tangani oleh Ketua DPR RI, Marsuki Alie.

Ditulis pada Berita, Kampus Cemara, Nasionalisme | Tinggalkan Komentar

BINATANG PUN BERBICARA TENTANG SMAN 1 MANIANGPAJO

Ditulis pada Kampus Cemara | Tinggalkan Komentar