PERJALANAN MISTIK ARDI SAPUTRA, DIDUGA DISEMBUNYIKAN TALIMPAU

Ardi Saputra

Ardi Saputra

Ardi Saputra, Bocah 12 tahun, Putera Suharto sempat membuat geger karena dikabarkan disembunyikan oleh Talimpau, Jum’at (5/6/2015) kemarin. Talimpau diimaginasikan sebagai hantu dengan tubuh berbentuk bayangan hitam yang sangat tinggi, bisa setinggi pohon kelapa. Hobbinya menyembunyikan anak kecil setelah malam tiba. Anak yang disembunyi bisa jadi ada di sekitar rumah tapi tidak bisa dilihat oleh orang yang mencarinya. Kabarnya anak- anak yang diculiknya diberi makan kaki seribu, cacing dan binatang menjijikkan lainnya dan anak- anak melihatnya sebagai permen.
Suharto menyadari kehilangan anaknya setelah pulang ke rumahnya di Kompleks SMA Negeri 1 Maniangpajo menjelang Maghrib. “Sebelumnya setiap pulang, Ardi pasti menjemput saya, tapi kali ini dia tidak menjemput saya” ungkapnya dalam bahasa bugis. Mendapati rumah sedang kosong tanpa anaknya, Suharto kemudian berinisiatif mencari anaknya dirumah kerabat dan teman sepermainan anaknya. Namun usahanya tak kunjung membuahkan hasil hingga menjelang Isya.
Kabar kehilangan Ardi dalam waktu singkat juga terdengar oleh beberapa dukun setempat. Dari dukun inilah, tersiar kabar bahwa Anak pertama Suharto dari Istri pertamanya tersebut disembunyikan oleh Talimpau. Sekitar 50 warga juga turut membantu Suharto dalam mencari anaknya dengan berbagai cara seperti yang diinstruksikan oleh beberapa dukun hingga pukul 02.30 dini hari. Ada yang menaburkan garam pada pohon pisang, ada yang memukul peralatan masak hingga mengeluarkan bunyi yang nyaring. Namun usaha tersebut sia-sia.
Penulis yang baru datang pukul 07.00 keesokan harinya di lokasi kejadian bahkan masih mendapatkan suasana ramai. Bahkan salah seorang dukun yang diundang Suharto tampak melakukan ritual di beberapa tempat, termasuk di bawah pohon jambu mete yang disinyalir tempat persembunyian talimpau. Namun, lagi-lagi usaha tersebut gagal. Setelah melakukan ritual, kepada penulis, dukun tersebut memberikan informasi bahwa Ardi masih berada dilokasi sekolah, hanya saja talimpau yang menyembunyikannya belum berkeinginan untuk membebaskannya. Dirinya pun pamit sembari berjanji akan datang kembali sore hari.
Berselang 1 jam kepergian dukun tersebut, salah seorang siswa SMA Negeri 1 Maniangpajo datang memberikan informasi bahwa dirinya melihat Ardi berjalan seorang diri setelah Maghrib. Namun, saat disapa Ardi saat itu hanya diam. Mendengar laporan tersebut, dengan dibantu oleh beberapa Siswa SMA Negeri 1 Maniangpajo, Suharto kemudian menyusuri jalan kearah barat dan akhirnya mendapatkan anaknya di rumah mantan mertuanya di Jalan Pude Tanru Tedong. “Saat itu, Ardi didapatkan dalam keadaan sehat” ungkap Ismail yang juga turut mencari Ardi.
Ardi kemudian dibopong oleh Hermansyah, tetangga Suharto kembali ke kompleks SMA Negeri 1 Maniangpajo. Namun, setelah sampai, Ardi tak sadarkan diri dan mengalami kesurupan. Dengan dibantu oleh Baharuddin, Ardi kemudian bisa sadar dan menceritakan kejadian yang dialaminya.
Dalam penuturannya, sekitar pukul 17.00 seperti biasanya Ardi masuk kerumah bermaksud menonton film kartun kesukaannya. Namun, disaat hendak akan menyalakan televisi tiba-tiba ada yang membisiknya mengajak bermain kelereng. Ardi kemudian mengambil 5 buah kelerengnya dan keluar rumah. Saat itu, Ardi masih dapat melihat beberapa orang yang dikenalnya namun dirinya tidak mampu lagi berkata apa-apa sembari terus berjalan tanpa tahu arah. Sementara orang yang dilihatnya, ternyata tidak dapat melihat keberadaan Ardi saat itu, termasuk Suharto, orang tuanya sendiri yang sempat ditemuinya.
Perjalanan mistik Ardi berakhir saat tiba pada sebuah pekuburan dan disuguhi makanan yang berupa gabah, usus, dan ginjal binatang. Ardi menolak makanan tersebut, bahkan sempat menendangnya. Saat itulah dirinya sempat menyadarkan diri dan berlalu meninggalkan tempat tersebut hingga mendapatkan salah seorang warga.
Pada warga tersebut, Ardi kemudian bertanya tentang daerah yang ditempatinya saat itu. Mendengar bahwa daerah tersebut berada di wilayah Kabupaten Sidrap, Ardi kemudian minta tolong untuk diantar kerumah neneknya di Jalan Pude Tanru Tedong. “Sekitar pukul 7 malam saya sampai di rumah nenek” Katanya.
Saat ditanya, kenapa tidak minta tolong diantar pulang ke rumah. Ardi menjawab bahwa dirinya tidak tahu menahu saat itu. “Mungkin karena masih pengaruh makhluk gaib” jawabnya.
Sementara itu, baik nenek maupun ibunya yang tidak mempercayai cerita tersebut berusaha untuk mencari tahu kejadian yang sebenarnya. Namun, Ardi meyakinkan kepada mereka bahwa memang perjalanan yang dilakukannya dibawah alam sadar. “Ipallalengma. Lamo iyya detto wisssengngi. Pappada narekko lima jongkama ulettu koro kampongnge” usahanya dalam meyakinkan keluarganya dalam bahasa bugis yang arti bebasnya “Saya sendiri tidak sadar, seakan-akan hanya 5 langkah, saya sudah sampai di daerah tersebut”

Pos ini dipublikasikan di Berita dan tag , , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s