PC Muhammadiyah Maniangpajo Laksanakan Shalat Idul Fitri di Lapangan Sepak Bola Anabanua

Suasana Salat Idul Fitri di Lapangan Sepak Bola Anabanua (Foto: Syafruddin Menroja – wajoterkini.com)

Sekitar tujuh ratusan warga dan simpatisan Muhammadiyah Kecamatan Maniangpajo memadati Lapangan Sepak Bola Andi Alinuddin Anabanua Kecamatan Maniangpajo melaksanakan Salat Idul Fitri 1436 H/2015 M, Jumat (17/07/2015) kemarin.

Salat Idul fitri berlangsung khusuk dipimpin oleh Imam Masjid Al-Ikhlas Kecamatan Maniangpajo, Ambo Tuwo, S.Pt. Sementara, khatib Drs. Aris Abdullah. Dalam khutbahnya, Aris mengungkapkan rasa keprihatinannya dengan sejarah negara Andalusia yang dahulu terkenal sebagai negara Islam namun sekarang penduduknya mayoritas Nasrani. Mencermati fenomena yang terjadi pada Generasi Islam Indonesia saat ini, Aris juga mengkhawatirkannya. “Akankah Indonesia yang merupakan negara Islam terbesar di dunia, akan bernasib sama dengan Andalusia yang tinggal kenangan sejarah” ungkapnya.

Ditambahkan Aris, salah satu masalah yang terjadi saat ini adalah disaat orang tua lebih mementingkan nilai rapor dibandingkan pendidikan agama anaknya. Olehnya itu, Aris menyerukan agar setiap orangtua mestinya membimbing anaknya menjadikan Al-Qur’an sebagai bacaan utama, karena dengan membaca dan memahami Al-Qur’an maka hatinya menjadi lunak, mudah menerima nasehat dan tidak suka membangkan. Sebaliknya ketika anak kita jauh dari tuntunan Al-Qur’an maka yang akan terjadi adalah, pertama terjadi kesesatan yang nyata kedua buta mata hatinya ketiga terjadi kekerasan hati keempat menjadi teman dari setan dan yang kelima lupa diri karena melupakan Allah. Olehnya itu apabila anak kita jauh adari Al-Qur’an, jangan harap kita dapat memberikan pandidikan yang baik.

Di tempat yang sama, sebelum dilaksanakan Salat Idul Fitri. Lurah Anabanua, Indirwan S.Sos. membacakan sambutan tertulis Bupati Wajo. Menurutnya, Ramadan telah berlalu dan kita akan kembali dikendalikan oleh hawa nafsu. Jika hal itu menimpa kita maka sungguh sangat memperihatinkan, itu artinya kita belum memehami hakikat berpuasa sepenuh hati. Dan hakikat puasa bukan sekedar menahan hawa nafsu dari rasa lapar dan haus tetapi lebih kepada pangendalian diri secara total dengan kendali iman.

Sementara Adri, S.Pd., M.Si. yang ditugaskan membacakan Laporan Panitia Penerimaan Zakat Fitrah yang dilaksanakan Pengurus Cabang Muhammadiyah Kecamatan Maniangpajo menuturkan bahwa Penyetor Zakat Fitrah sebanyak 604 orang dari 107 Kepala Keluarga. Jumlah zakat yang diterima yaitu 617 liter beras dan berupa uang tunai Rp. 7.659.000,-. Sedangkan jumlah fakir miskin yang berhak menerima hasil dari pengumpulan zakat fitra adalah 187 orang dan masing masing mendapatkan 3 liter berupa beras dan uang tunai sebanyak Rp. 40.000,-.

Pos ini dipublikasikan di Berita dan tag , , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s